Tuk.. tuk.. tuk! "Permisi bisa kah kau belikan Aku makanan?" Entah mengapa saat Itu suara nya membuat aku penasaran seketika menoleh dan memandang nya padahal Aku akan Sangat Serius jika sedang menyelidiki Kasus Kaka ku, saat itu aku melihat Seorang Anak Lelaki Memakai Seragam SMA walaupun terlihat kotor dan kumuh Sembari memegang perut nya. Yaaa.. Walaupun aku sempat menganggap nya Gelandangan, tapi bukan kah wajah Itu tak pantas di sebut gelandangan? Tanpa di sengaja aku membawa nya ketempat Lestoran Aku sempat terkejut saat melihat nya makan sangat Lahap saat itu aku bertanya" Apa makan sepenting Itu?" Ya memang pertanyaan ku sangat Aneh namun bagi orang orang tapi bagi ku Makan Tidak penting karena aku lebih mementingkan Kasus Itu Dan aku terkejut dengan jawabannya." Kau itu bodoh Ya? Tentu saja setiap manusia pasti butuh makan kalau tidak akan mati! itu memang tidak penting melainkan kebutuhan, makanya aku sangat menghargai Makan, kau juga makan lah jangan aku saja dong! Aku jadi terlihat seperti Babi saja!" Hehe.. aku Akui perkataannya cukup Tengil tapi aku menyadari sesuatu Bahwa aku harus menjaga pola makan ku agar aku tetap hidup dan terus menyelidiki kasus kakak. Dan sejak hari itu aku terus bertemu dengan nya Makan bareng, Jalan jalan bahkan kami sering berfoto bersama. Tanpa di sadari aku menaruh hati pada nya namun saat aku ingin mengatakannya Ia pergi menghilang dan sama sekali tidak membalas pesan ku! Hehe.. saat itu aku pun tau Alasan saat kami bertemu dan Ia memakai seragam SMA Saat itu Ia kabur karena Harus pindah ke Luar negri melanjutkkan keperguruan Tinggi, hati ku sakit Karena hanya dia yang aku kenal di Negara yang Asing ini namun aku juga tak bisa marah pada nya Walaupun hanya Sebentar bertemu dengan nya Aku merasa Ia Orang yang Cerdas namun selalu menyembunyikan Kecerdasaannya, dan tanpa di sadari aku mulai kembali ke hidup ku semula belajar dan hanya Fokus Menyelidiki kasus itu namun Aku tetap menjaga pola makan ku, Dan tanpa di Sadari Kini aku bertemu kembali Dengan Dia Yang di kenal taring macan yang sanggup merobak apa pun bukan si Gelandangan tampan yang meminta di belikan makanan.
Keesokan Hari nya di Hotel Velios malam hari Saat itu Semua orang dari kalangan Atas berkumpul untuk menyambut Anak anak Muda yang terlahir Dari keluarga Kaya Yang sering Debut Setiap Tahun bisa di bilang ini memang sudah tradisi jika Setiap Kalangan Atas mempunyai Keturunan saat sudah Usia 15 tahun Ia harus Debut untuk mengenal dan mendapat Tanda yang menandakan bahwa Ia Orang kalangan Atas. Namun bagi Para kalangan Kelas Atas yang sangat terhormat Ia akan Berada di Tempat Lain Yang hanya berisi dari 15 keluarga Terhormat namun Raiyen memutuskan Untuk menyamakan Tempat." Kau Tak apa Lilia? Maksud ku.. kita bisa saja tidak mengikuti Acar ini aku takut Ada benda Itu di dalam." ujar Davit." Aku tak apa toh ada kau.. dan mana mungkin aku tak datang di saat Debut pertama kali Adik ku Ini! Ayo masuk." ucap Lilia sembari memegang hangat tangan Loveta.
"Pesta Hari ini di buat khusus oleh pak Qin Ia menyamakan anatara Kolangmerat Emas dan Perak, Dan Bla.. bla.. bla. Mohon Nona Pahami dan Hindari Itu." Ujar Davit yang sedang menjelaskan Semua Detail Yang harus Lilia Lakukan." Aku mengerti.." ucap Lilia yang terlihat serius." Woahh.. Ramai Sekali ini memang pertama kali nya aku datang ke pesta! Biasa nya kan datang kepertemuan FBI itu saja tentang menyelidiki Kejahatan, Apa tak apa aku menunjukkan muka Ku ini? Jika Kaka akan di jadikan lelucon Karena aku bagaimana?" Fikiran Loveta yang kini terus melamun." Hei! Ada apa dengan Adik ku yang bawel? Sudah lama tak bertemu kau jadi Irit Berbicara ya! Ayo kesana kau kan harus Debut." Ucap Lilia." 2 menit kemudia Nama ku di panggil Loveta Luz Putri Bungsu Tuan Luzing dan nyonya Vivia. Saat itu aku Bingung harus berpidato apa aku tidak begitu mengerti tentang Sosialita dan cara berfikir seorang pembisnis aku hanya mengerti tentang Taktik penyelidikan kasus aku sempat gerogi bahkan sampai sekujur tubuh ku bergemetar karena tatapan sengit mereka.
"Aku merasa tidak ada ruang untuk ku disana dan seketika aku melihat sebuah cahaya yang berada tepat di sana Kaka ku Lilia dan Davit yang sedang memberikan ku semangat seketika aku menyadari jika aku gagal dalam Debut saat ini bukan kah aku akan membuat kaka malu? Entah itu sihir atau apa namun aku bisa melalui pidato itu dan mendapat begitu banyak tepuk tangan. tatapan Sinis mereka mulai berubah menjadi tatapan Penasaran dan takjub dan saat itu aku merasa" ternyata sangat mudah!" Prok.. prok.. prok suara tepuk tangan bergema Sangat Keras.
Lilia" Wow! Apa ini? Pidato mu sangat menakjubkan Adik kecil ku! Kyaaa bangga nya! Mau peyukkk.." ucap nya langsung memeluk Loveta Dengan keras.
Loveta" Akh! Kaka berhenti! Nafas ku bisa hilang tau! Dan.. aku Sudah Dewasa bukan kecil Lagi."
"Hahaha.. Apa ini yang di rasakan Orang tua saat melihat anak nya melepaskan Gandengannya? Huh! Tapi aku bangga mempunyai Adik yang membuat seluruh Isi gedung ini Takjub!" ujar Lilia." Prok!.. prok!" Baguss.. pidato mu sangat Mengagumkan, Selamat Atas Debut Mu Nona Muda." ucap Davit memberikan tepuk tangan untuk Loveta." Hahaha.. Tak perlu seformal itu kali! OH.. Adik ku kau jangan terlena dengan wajah nya! Terkadang Ia suka menggunakan wajah nya untuk Segala Hal!" ucap Lilia Sengaja Berbicar kencang." Hei! Kita kan Lagi di Luar Rumah tentu saja aku akan memanggil mu dengan Formal jika tidak aku akan di anggap Semena mena!" ucap kesal Davit langsung menjawab." Bla.. blaa.. blaa enggak Dengar Tuh! Ada yang bicara tapi nggak berwujud!" ucap Ledek Lilia Sembari menutup telinganya." Hah! Sudahlah, Ayo Loveta aku akan menemani mu Berkenalan! Dari pada di sini di anggap Angin!" ucap kesal Davit bergegas pergi dan tanpa sengaja menggandeng Loveta." Hati hati sebentar Lagi di Lalet tin! Huahahahaha.. Baper! Memang sengaja si aku membuat nya kesal kalau tidak pasti Ia tak akan mau meninggal kan ku! Kan jika begini aku tenang ada yang menjaga Adik ku!" ucap Lilia.
Raiyen" Sesenang Itu kah Sampai membuat Air Liur mu Keluar dan membasahi Kramik Marmer ku?" ucap Ketus nya yang sekarang berjalan menuju Lilia memakai Jas Berwarna Hitam rambut Tertata Rapih Sembari memegang Segelas Alkohol.
Lilia" Ternyata Kau Ya? Seperti nya aku harus pergi permisi." ucap Lilia yang terlihat males menanggapi Raiyen.
"Maaf Nona Lilia, seperti nya Jalan yang benar sebelah sini." ucap Lion menghalangi Lilia sembari menunjukkan Ke Arah Ruang Kanan Yang terdapat para kalangan Kolangmerat kelas atas yang terdiri 15 Keluarga." Ah.. Maaf aku tak nyaman jika disana, maaf ya." ujar Lilia membalikkan badan nya namun papasan dengan Raiyen." Ada aku! Jika kau belum mengenal mereka kan kau mengenal aku! Bukan kah itu sudah cukup? Lagian bagaimana bisa Kolangmerat kedua Tidak berbaur? Nanti akan ada berita bahwa Keluarga Luz Itu sombong Loh." ujar Raiyen sembari menyeringai." Argh!.. Sial! Untung aja Dia menemukan Alesan Yang tepat! Ini ku lakukan untuk keluarga ku loh ya! Bukan Atas kemauan mu!" fikiran Lilia yang kini berjalan ke Arah Ruang kanan tanpa berbicara apa pun dengan Raiyen." Hehehe.. Jadi begini anak Anjing yang sudah Di lepas Tali nya? Hehe.. imut sekali!" Gumaman Raiyen sembari menyeringai memegang pinggul Lilia." EH?" Dan mereka pun berjalan bersama memasuki tempat itu." Wah.. Apa ini? Kolangmerat 1 dan 2 bersama dan berjalan Mesra apa kalian diam diam berpacaran Ya?" Kalau mereka pacaran memang kenapa? lagian mereka terlihat cocok kok!" Sama sama tampan dan cantik, juga Sukses dalam berbisnis! Bisa dibilang pasangan Idaman Iya nggak Si?" Ohhh.. Iri nyaa!" Kyaaaaaa!.. mau jadi Kalian berdua." ucap Heboh para Pria dan wanita yang ada di Ruang Khusus itu.
Lilia" Hahaha.. Terimakasih, Dan maaf mengecewakan kalian semua, Saya dan Pak Presiden Qin tidak ada hubungan apa pun." ujar Lilia dengan cepat.
Evan" Tak menyangka saya bisa bertemu Nona Lilia Yang sangat terkenal Berkarisma dan cantik seperti Dewi, kukira hanya Omongan blaka Tak disangka Lebih Cantik dan berkarisma sampai membuat Hati ku tak berhenti berdebar." ujar Salah satu Pria Bule itu.
"Eh? Dia kan Evan si pria Jerman Yang membuka Bisnis nya Di Kota ini dan mendapat Gelar Kolang merat ke 5.. Aku harus menjauhi nya Karena Tiba tiba teringat dengan apa Yang di bicarakan Davit." Pesta Hari ini di buat khusus oleh pak Qin Ia menyamakan anatara Kolangmerat Emas dan Perak, Dan Kau Tau kan Evan Zarlos Orang Jerman yang mempunyai kedudukan ke 5? Ia akan hadir di acara malam ini.. aku sudah menyelidiki semua orang yang akan hadir di malam Ini Namun Tentang Evan Zarlos Kurasa Ia orang yang harus kau hindari karena ada Desas Desus yang tidak baik dengan nya Dan Dia juga Orang yang m***m! Mohon Nona Pahami dan Hindari Itu." ucapan Davit tadi." Yaa!.. Dia Orang m***m Aku harus menghindari nya." Nona? Nona Lilia? Kenapa diam Saja? Kau tak mau menyapa balik aku ya? Woahhh.. kasian sekali hati ku." ucap Evan." Hehehe.. tidak kok aku hanya Bingung harus menjawab apa, ini kan pertemuan pertaman kita." ujar Lilia langsung menjawab." Hmm.. kalau begitu boleh kah kita lebih dekat? Mari Duduk di Samping ku." ujar Evan Langsung menjulurkan Tangan nya Dan tersenyum.
"Eh gila Tuh orang! Bisa bisa nya ngerebut pasangan Pak Qin!" Ngerih dong! Sekali perusahaan Di Sentil sama pak Qin di jamin Bakalan Ombrak Ambrik!" Dah lah.. biarin aja Lagian Gua nggak suka sama Tuh cowo Bisa bisa nya langsung naik ke 5!" Jangan iri gituh! Kau kesal kan karena posisi mu di rebut?" Haha! IYA! KENAPA?" ucap para Wanita dan Pria yang sedang melihat itu.
Lilia yang melihat Sikap Evan pun merasa Geli dan Risih tanpa di sadari Ia memegang jas Raiyen dengan Erat yang membuat Raiyen menyadari Bahwa Lilia sedang tidak nyaman." Kau Buta atau mata mu Katarak? Tidak lihat kah Nona Lilia sedang Bersama ku? Lebih baik menjauh sebelum apa yang benar benar tak diinginkan akan terjadi!" ujar Ketus Raiyen menatap tajam Evan dan bergegas pergi menuju tempat duduk, dan tak di sengaja tempat duduk Lilia bersebelahan dengan Evan." Marii kita Rayakan Malam ini dengan Banyak minum Bir! Yeahhh.." Teriakan Evan sembari mengangkat Gelas bir nya." Duh mampus! Kenapa nih mahkluk bisa ada di samping gua?" Fikiran Risih Lilia." Seharus nya ku bunuh saja tadi!" Fikiran Raiyen sembari menaikkan satu Alisnya.
Rara" kalian memang sangat Serasi jika dalam berbisnis.. namun tidak dalam Cinta! Kau bisa tersenyum begitu Lilia Namun tak akan lama.. Aku ingin sekali melihat mu Di pandang Rendah oleh Raiyen!" Fikiran nya yang kini tersenyum bahagia sembari menikmati Bir.
Beberapa hari yang Lalu saat Di kediaman Rara Ayundira. Brrrrr.. Brrrrrr suara Menggigil Tubuh Rara Ayundira yang kini merasa ketakutan karena Lilia sudah kembali." Dia tak menceritakan itu kan? Ke.. kenapa Ia Santai sekali? Ba.. bagaimana jika Ia berencana menjebak ku? A.. aku takut! Raiyen Tolong aku! Aku ingin di peluk! Peluk aku yang keras Hiks.. Hiks aku melakukan Itu hanya untuk kau! Jangan tianggal kan aku!" Tangisan Rara yang kini memeluk Guling bergambar setengan badan dan Wajah Raiyen. Taps! Tuk.. tuk.. tuk! Tiba tiba terdengar seseorang memakai Jubah Hitam sedang mengetuk jendela kamar Rara." Mmm..! Masuk lah!" ucap ketus Rara Masih memeluk Guling itu." Saya Da'syit yang bertugas menyelidiki Lilia LuzQiana Putri pertama Keluarga Luz, maaf.. tentang informasi yang ingin anda ke tahui Saya tidak bisa mencari informasi tersebut karena di Lindungi Agen FBI A Legendaris dan kami tidak bisa melanjutkkan penyelidikan itu lagi. jika kami ketahuan Oleh Agen FBI A Legendari bisa saja Orang dari Semua Agen ku akan di bantai habis habisan, dan tentu saja saya datang tidak dengan tangan kosong kami mendapat surat dari seseorang Yang mungkin Ia mengetahui Informasi yang Nona Ingin ketahui." ucap Da'syit memberikan surat itu dan bergegas pergi secepat Kilat." Hmm.. Surat Ya? Jika Ia berbohong tak perlu Agen FBI A yang membunuh nya! Aku Sabi! ( Bisa! ) Saat itu pun Rara langsung membuka surat itu yang berisi." Jika kau ingin mengetahui nya bukan kah tau tempat yang harus kau temui? Jam 10 malam aku tunggu! Pastikan memakai baju yang bisa membuat ku Puas! Cobalah belajar Gaya baru! By: Lion."
Malam Hari tepat jam 12 di Vila dekat Pesisir Pantai. Hoss! Hos! Suara dengusan Rara yang kini Terlihat terbaring lemah dan berkeringat." Lelah Ya? Mau berhenti?" Ujar Lion. Greb! Tiba tiba menarik Leher Lion." Jangan menyerah saat sedang Enak! Bagaimana dengan Gaya baru ku?" ucap Rara berbisik di Telinga Lion. Cups..!" Nikmat! Sangat Nikmat! kerja keras mu ini akan ku bayar dengan sesuatu yang kau ingin kan itu!" ucap Lion yang kini mencium d**a Rara." Asyikkk!.. Aku Beri bonus Sampai pagi gimana?" ujar Rara." Dengan senang Hati! Akan aku nikmati!" Ujar Lion dan mereka pun melanjutkan malam yang hangat sampai pagi.
Siang hari nya Di Cafe Dainimen.
Tringg.. suara Pintu Cafe yang terbuka.
Rara" Lama sekali! Kau tak tahu aku lelah dan kurang tidur, Tuan Evan?"
Evan" Hahaha.. Aku sungguh tersanjung kau Rela menunggu ku? Aku jadi penasaran apa yang kau ingin aku lakukan? Seperti nya sangat berbahaya sampai membuat mu rela menunggu! Kalau yang aneh aneh nggak deh! Takutt!" Ucap nya sembari meminum Coffee.
"Kau yakin langsung menolak nya? Bukan kah Perusahaan mu kini sedang mengalami kebangkrutan karena di Serang Train? Mmm.. bagaimana jika aku membantu mu membalas dendam dengan menjatuhkannya? Plus kau akan meraih kedudukan Ke 5? Seterah si jika kau tidak mau!" ujar Rara sembari memutar mutar kan Jari nya di atas Gelas Coffee itu." Pttttttttt! Tak sengaja Air Coffee yang di minum Evan menyembur ke wajah Rara." Kau yakin? Kau benar benar bisa? Apa pun itu akan aku lakukan! Tapi apa kau bisa?" Ujar Evan." Ih! Biasa aja kali nggak usah make kuah! Kau meragukan ku ya? Asal kau tau dalang di balik kematian para staf dan kru Filem di Amerika yang kini sudah di tutup kasusnya, Itu aku lah dalang nya!" ucap Santai Rara." Hih! Mistis! Kau benar benar iblis Rara entah mengapa orang menyebut mu Dewi kebahagiaan?" ucap Evan sempat terkejut." Sudahlah tak perlu di bahas itu tidak penting mari kita bicarakan urusan kita saja! aku akan membuat mu
Mendapat kedudukan ke 5 dan setelah itu jelang 2 hari Raiyen akan mengadakan pesta Debut para Kolangmerat baru! Tentu saja undangan itu akan sampai di rumah mu kau harus datang, Dan saat itu kau harus melakukan Ini! Bla.. bla.. bla.. bla" ucap Rara.
30 menit kemudian.
Evan" Terimakasih Atas Hari ini Rara! Aku Permisih Dulu! Dan ya.. jangan lupa dengan janji mu." ucap Evan bergegas pergi
Rara" Aku akan melakukannya! Lilia Aku tak menyangka kau benar benar Lupa ingatan! ck.. ck! Dasar bodoh! terus lah jadi orang bodoh agar aku bisa melenyapkan mu dengan mudah.
"Rara Sangat Berbahaya.. Entah apa yang ada di pikirrannya! Bisa bisa nya seorang wanita berfikir seperti itu! Heh! tapi bukan kah Hal Ini sangat jarang di jumpai? menci.. cipi Lilia LuzQiana si Dewi Cantik berkarisma!.