"Nak Davit kau sedang sibuk Atau tidak? Bibi ingin meminta Tolong sesuatu." ujar Vivia Luz." Haha.. Bibi ini tidak perlu meminta seperti itu, Apa yang Bibi ingin kan?" ucap Davit sembari tersenyum." Kamu memang yang terbaik! Tolong jemput Anak Bibi di Bandara Taoxian Ya, Ciri ciri nya Paling Meriah, kau akan tahu jika melihat nya nanti.. Paman mu dan Bibi sedang Repot membuat Kue kejutan untuk nya, Tolong Yaa.. Ah! Juga Rahasiakan Ini dari Lilia kalau Adik tersayang nya Datang." ucap Vivia Luz yang sedang sibuk Memanggang Kue." Sip! Davit akan menjemput nya.. Kalau begitu Davit matikan Yaa, Gimana Nih! Saat seperti ini pasti ada ada aja! Bagaimana pun Aku harus ke bandara Dulu baru mejemput Lilia!" ucap nya langsung Memutar Arus jalan nya ke Arah Bandara Taoxian.
Cekritttttt.. suara mobil Mewah Berplot Mahkota Emas Yang melambangkan Kepemilikan Keluarga Qin Kini berhenti di depan Kediaman Keluarga Luz.
Lilia" Seharus nya kau tak perlu mengantar ku begini kok!"
Raiyen" Bagaimana Ya..? Kita kan Sudah Sampai! Hehehe.. Rasa sungkan mu telat Loh!" ujar nya sembari menertawain kebodohan Lilia.
"Ee? Ah! I.. iya Juga! Otak ku terkadang suka Lemot!" ujar Lilia dengan nada gugup nya." Ugh! Gimana nih! Aku jadi canggung dengan nya Gara gara Ekting tadi! Kan seharus nya kami hanya berciuman! Tapi kenapa main raba rabaan! Dan bodoh nya aku juga melakukan itu! Akhhhhh.. siapa pun cepat bawa Gua kemana pun itu!" fikiran Lilia yang kini terlihat Diam seperti patung." Hehehe.. Ucul nya! Rasanya aku ingin memakan Wajah Merah nya itu!" fikiran Raiyen Ingin memegang wajah Lilia namun.." Lilia? Kau sudah pulang? Padahal Ibu baru saja mau menghubungi mu, Eh? Siapa anak Tampan Ini? Halo.. apa kau pacar putri ku? Hahaha.. tampannya Bagaimana perwujudtan Anak kalian nantinya Cantik dan Ganteng, Kyaaaa!" ucap Vivia Luz dengan mata berbinar binar nya." E.. buset! Mulut Bibi masih seperti dulu, nggak ada Rem nya begini nih! Tapi aku senang juga tentang perkataannya Tadi!" fikiran Raiyen Sempat kaget." Hehehe.. Saya Bukan Pacar Putri Anda." ujar Raiyen sembari tersenyum." Ahhh.. Melas sekali putri ku.." ujar Vivia Luz yang kini beralih sedih dan memandangi Lilia dengan tatapan kasihan." Namun Dengan Restu Bibi Saya percaya akan bisa merebut hati putri Bibi yang sedingin Es Kutub ini!" ucap Raiyen seketika membuat Vivia Luz memutar Otak." Kalian Sedang apa sih! Hentikan! Ibu Dia adalah Rekan Bisnis ku dan ini sudah jam 05:39 Dia harus pulang!" ucap Lilia secara halus mengusir Raiyen." Vivia Luz yang mengerti Ia harus melakukan apa, Ia pun menatap tajam Raiyen dengan Arti tenang saja Aku akan membereskannya!
" Eh? Apa pak Raiyen hari ini sibuk? Sayang sekali padahal Bibi sedang Membuat Kue yang begitu banyak Kurasa Kue itu akan terbuang Sia sia." ujar Vivia Luz." Aku sedang tidak sibuk kok Bibi.. Apa boleh bibi Berikan kue nya untuk ku? Kurasa aku sedikit lapar." ucap halus Raiyen yang sengaja mengikuti Alur Ibu Lilia." Tidaak! Aku bisa memakan semua kue itu kok! bukan kah kau banyak Uang? Beli saja di Toko sana! Dan pergi jauh jauh dari ibu ku!" Teriakan Lilia langsung menarik Ibu nya dan memeluk seperti anak kecil." Bibi.. putri mu sangat Garang kan? Sudah kubilang Dia itu dingin sedingin Es kutub utara plus Beruang kutub nya." ucap Raiyen berbisik di telinga Vivia Luz." Kau itu siapa? Kan ibu yang membuat kue nya seterah ibu jika ingin memberikan kepada Siapa Ayo Sayang silahkan Masuk." ucap Tegas Vivia Luz menarik Raiyen dan menuju ke dalam rumah nya." Hah! Ibu sungguh menyebalkan begitu tuh jika mempunyai mata yang lemah sama pria tampan! Hmmm.. tapi Omongan Raiyen Tadi? Apa iya Dia benar mau mendekati ku? Lalu bagaimana Nasib Wanita Yang Ia Cinta? Arghhhhh.. Ayo lah Lilia! Ibu mu tidak mengajar kan mu menjadi plakor! Lagian Hati nya juga sudah ada seseorang yang cukup mengisi Kekosongan itu! Dia juga terlihat sangat mencintai nya.. Untuk ku tidak ada ruang yang tersisa bukan?" Fikiran Lilia berjalan masuk kerumah nya.
5 menit kemudian" Wahahaha.. kau bisa memanggang Kue juga rupa nya? Paman salut loh." Lumayan, Hehehe.. Ini karena aku sering melihat Ibu, Ini hal kecil kok." Wahh! Kau juga bisa memasak?" Tentu, membuat tumpeng juga bisa." Waaaa.. sedih nya paman tidak bisa apa pun selain menyetir mobil dan bekerja." Lain kali akan saya Buatkan Kok, sekalian akan Saya Ajari" Pi.. pi.. pi.. pip Calon Mantu! Eyaaaaah Hahahhaa.. Iya nggak Yah?" ucap Vivia Luz yang sedang Asik Bercanda." Iya banget Bund! Asik nih Kalo jadi Menantu, mumpung buka Lowongan mau kan?" ucap Luziang Yang tampak memberikan Sinyal Hijau." Nggak bisa! Siapa yang akan kalian nikahi dengan Dia? Aku sudah punya pacar tau! dan berghenti Menyalakan Lampu hijau itu!" ucap Lilia dengan cepat." Begitu yah? Ayah tak pernah mengetahui Kau punya Pacar? Apa Bunda Tau?" Sepertinya anak kita sedang mengkhayal karena sangking berdebu hati nya!"
Raiyen" Hahaha.. Lampu Hijau Nggak Nih kalau gitu Daftar deh!"
Lilia" E.. enggak Kok! Lilia sungguhan! Kenapa tidak ada yang percaya si!"
"Karena Kau Sama Sekali Tidak Bisa Mengontrol Wajah Mu!" Ucap berbarengan Luziang Vivia Dan Raiyen." Huh! Malu nya! Lagi lagi dia buat salah paham! Yoo.. ayo kuat Jangan sampai terlena!" fikiran Lilia sembari menepuk nepuk pipi nya. Drapp! Drap..! Tiba tiba terdengar suara Lari yang begitu cepat kearah Lilia. Taps! Peluk!" Kakaaaa! Ohh.. Kakaaa! Loveta Kangenn Uwaaaaaa!" ucap Loveta Adik Lilia yang telah kembali dari Perancis.
Lilia" ..!!! Kyaaaaaa! Si salom Emas! Kaka sangat terkejut!" ucap nya kembali memeluk Adik nya tercinta.
Loveta" Uwaaaaaaa.. Salom Perak ku masih saja cantik! Kemari biar aku Cium! Cup.. cup.. cup.. cup" ucap nya langsung mencium semua wajah Lilia.
"Kenapa tidak bilang dulu? Kaka belum menyiap kan Hadiah Loh." ujar Lilia." Eh? Ibu dan Ayah tidak bilang memang nya? Hehehe.. bagaimana pun kita kan sudah ketemu setelah 6 tahun! Aku tak ingin melepaskan Pelukannya! Walaupun Sekarang kaka Sangat Bau!" ucap Loveta Yang kini masih menemplok seperti Cicak." Sabar.. walaupun tengil kau kan Adik ku! Jadi kau di jemput Davit ya? Pantas saja dia tak menjemput ku tadi." ujar Lilia tiba tiba melihat Davit yang terlihat kewalahan membawa barang barang Loveta." Eh? Ternyata nama nya Davit ya? Untung aku masih mengenali wajah nya." Fikiran Rara.
10 menit sebelum nya di Bandara Taoxian terhadi kegaduhan akibat ulah dari si meriah." Dimana Ya? Bodoh nya aku tidak meminta nomer telephonen nya dahulu! Ah! Ciri ciri yang Bibi bilang.. Meriah! Aku harus cari yang meriah!" ucap Davit berjalan sembari menengok kanan dan kiri nya." Wahhh.. kau lihat itu di sana, wanita itu Dandan nya terlalu berlebihhan Ya!" Haha kaya Ibu ibu deh!" itu kalung Mutiara nya gede banget Asli apa Palsu tuh!" Mungkin dia Orang setres!" Hahaha.. menjijikan Ya orang seperti dia Ada di bandara berkelas seperti ini!" ucap para sekerumunan Orang orang yang sedang mengelilingi Loveta." Kenapa dengan mereka semua? Aku kan hanya memakai yang ku suka! Kenapa mulut nya kasar sekali! Kaka.. Love Takut!" Gumaman kecil Loveta yang kini berdiri bergemetaran." Eh? Ada apa tuh Ramai Ramai? Ya masa ada pembagian sembako di Bandara Mewah! Lihat Aja deh siapa tau beneran!" ucap Davit bergegas menghampiri kerumunan Itu." Hei.. Wanita Gembel! Cepat pergi dari sini merusak pemandangan saja!" Ucap Salah satu wanita Yang melempari Loveta dengan Uang." Eh? Ternyata ada orang Gila ya! Walaupun begitu seharus nya Wanita itu tak perlu bersikap seperti itu! Kasihan sekali.. tapi aku harus mencari Nona Loveta!" ujar Davit Baru mempalingkan wajah nya namun terdengar teriakan yang sangat menggelegar." Hentikan! Berani berani nya kalian melakukan ini kepada Anak bungsu keluarga Luz! Aku Loveta Luz bukan seorang Wanita Gembel yang bisa kalian rendahkan dan tertawaria seperti itu!" Teriakan Loveta seketika memberhentikan Aktivitas Yang mendengar nya." Hahaha.. buahahahaha.. lihat Anak itu mengkhayal menjadi anak bungsu Tuan Luz!" Khayalan mu terlalu tinggi Wahai gadis Gembel!"
"Haha.. kau bercanda Ya? Walaupun putri bungsu keluarga Luz belum pernah Debut Di kalangan para Keluarga Kaya dan kami belum melihat wajah nya! Namun kami tau Ia pasti Akan sangat cantik dan berkulit putih seperti kaka nya Lilia LuzQiana! Dan kau apa? Kulit sawo matang yang tak pernah di miliki para kalangan Orang kaya! Pergi lah Gembel! Sebelum kau tak mempunyai wajah lagi." Hei! Dia kan orang Gila mana mungkin memperdulikan Harga diri nya! penampilannya saja Gembel!" Caci maki yang di tunjukkan untuk Loveta."
Davit" Hehehe.. Apa ini yang kalian lakukan pada Nona Bungsu Kami! Mulut kalian sangat Ringan Dalam berbicara Ya? apa kalian juga menganggap ringan dalam Berbisnis dengan kami?" ujar nya yang berdiri Di depan Loveta yang kini sekujur tubuh nya bergetar sangat hebat.
"Nona kami? Itu kan Davit si sekreataris Nona Lilia! Apa mungkin wanita itu benar benar nona Loveta? Bisa mati kami." Eh? Tu.. tuan Davit tak menyangka ya kita bertemu di sini! Ngomong ngomong Apa yang sedang Tuan Davit lakukan." Aku hanya melihat seseorang yang Buta sedang menggali kuburannya sendiri!" ucap ketus Davit." Hahaha.. seperti nya Tuan Davit salah paham Mohon Dengar kan penjelasan kami." Kami salah mengira tentang Nona Loveta dan mohon di maaf kan dengan perkataan kami yang sangat tidak layak di ucap kan." Tuh tau.. tadi otak kalian Ilang atau memang tidak ada?" ucap ketus Davit langsung menyela." Tidak ada.. Itu salah kami kami memang bodoh! Tetapi ini tidak sepenuh nya salah kami, setahu kami Keluarga Luz memiliki keturunan seperti Dewa dan Dewi dari Zaman kuno sampai sekarang dan melihat Kulit nona bungsu keluarga Luz nona Loveta, Itu hanya Kulit yang biasa di miliki para kalangan menengah!" ucap Nona Barlon salah satu orang kaya di kota shenyang yeng menepati urutan ke 6 sembari melirik Loveta."
Davit" Tanpa sengaja aku merasa tersinggung Nona Barlon! Menurut ku Warna kulit tidak bisa menentukan Ia orang kelas Atas Atau menengah! Bukankah kau melihat sendiri? Aku memiliki kulit berwana putih namun terlahir dari keluarga menengah yang sama sekali tidak Ada keturunan kelas Atas! Dan Nona Loveta Kami Memiliki Kulit Sawo Matang tapi Ia terlahir dari keluarga Ternama Yang selalu di Hormati seluruh Dunia! Dan beraninya kalian membuka mulut kotor kalian dan menghina nya dengan mengeluarkan Ludah yang menjijikkan itu! Bukan kah kalian tau apa resiko nya?" ucap Tegas Davit menatap tajam para Kolangmerat yang mencaci Loveta.
"Ma.. maaf kan kami Nona Loveta! Seharus nya kami menyadari nya dari awal mohon di pikirkan kembali hubungan Kekeluargaan yang telah lama kita jalani" ucap nona Barlon sembari menunduk." Kau pikir kami akan melupakannya begitu saja tentu kami akan pergi.." ucap Davit tiba tiba di sela." Tak.. apa! Bangun lah! Aku mengerti kenapa kalian melakukan nya tadi, aku memang jelek dan berbeda dengan kaka ku yang seperti Dewi aku menyadari itu tanpa kalian mengatakannya, maka dari itu Coba lah mengenal wajah buruk rupa ku ini.. dan jangan mengatakan sesuatu yang membuat aku memikirkan bahwa aku bukanlah keturunan Keluarga Luz!" ujar Loveta Yang kini berjalan Pergi meninggalkan Tempat Itu menuju mobil Davit." Sesaat setelah sampai di mobil Davit." Aku tak menyangka Dia beneran Nona Loveta! Tadi aku hanya ingin menolong nya tapi ternyata memang sungguhan! Aku takjub dengan Sifat nya yang tegas! Yaa.. memang sih dia kan Adik Lilia pasti juga mempunyai sifat tegas." fikiran Davit yang sangat takjub dan tiba tiba mendengar suara Isak kan." Hiks!.. hiks! Mereka Jahat! Ini lah sebabnya aku tidak suka tinggal di Shenyang dan ikut Debut! Mereka selalu mengejek Fisik ku! Ada apa dengan Kulit ini? Kau katakan dengan jujur Aku jelek kan? Uwaaaaaa! Sudah kuduga aku memang jelek! Tutup mulut mu dasar!" Tapss! Puk.. puk.. puk" Menangis lah! keluarkan Semua nya yang mengganjal di hati mu! Terkadang kita harus melepaskannya dari pada memendam nya Karena Sangat berbahaya jika Sudah tak bisa di bendung, Aku siap mendengar nya." ucap Davit tiba tiba memeluk Loveta dan mencoba menenangkan nya.
" Hiks! Hiks! Uwaaaaaaaa!! Dasar orang Gila.. mata mu ilang apa.. ngga ada otak!.. sumpah Lu semua bebudik!.. konyol!.. b******k! Arghhhh! Sial!.. Lu semua jelek gua doang yang cantik!" Teriakan Kesal Dan di ikuti tangisan Loveta Kini dengan membalas pelukan Davit Namun dengan Sangat Erat."..!! Eee! Huhuhu.. sakit! Sikap Adik dan Kaka sama saja Ya! Lilia juga sering seperti ini! Yahh.. walaupun begitu aku mengetahui di balik orang yang begitu tegas terdapat seseorang yang begitu Lemah Ia hanya berusaha Tegas Agar Tidak Di remehkan dan tidak di jadikan bahan tertawaan." Fikiran Davit yang kini masih menepuk nepuk pundak Loveta." Parfum ini? Tunggu! Apa Itu Kau?" ujar Loveta Langsung mendorong Davit." Jadi Kau masih mengingat ku ya?" ucap Davit Langsung menjawab." Ja.. jadi Ini benar kau? Kenapa? Kenapa? saat itu kau menghilang? Apa kau tau aku sangat kesepian? Huhuhuhu jahat." ujar Loveta.
5 tahun yang lalu Kota Bordeaux Di Perancis." Aku Loveta Luz Mencari Ilmu Sampai Ke perancis.. karena Sedih dan Hancur nya perasaan ku terhadap apa yang menimpa Kaka Ku 1 tahun yang lalu.. Kini aku terus belajar bahkan mengikuti jurusan FBI Untuk menyelidiki Siapa Yang menculik Kaka ku Yang kini masih susah di jangkau, Aku Loveta Luz Yang masih berusia 16 tahun, aku Satu satu nya yang bisa masuk Ke Dalam Agen FBI tanpa pengujian Apa pun Dengan Usia ku Yang sangat Dini aku bisa menguasai Teknik bahkan Hal hal yang Tidak bisa di lakukan untuk Umur 50 tahun ke Atas, Yaa.. memang pribahasa Tidak pernah Salah, Berusaha Itu tidak pernah mengkhianati Hasil, Tentu saja aku belajar mati matian untuk bisa menguasai nya, namun Entah mengapa aku masih saja Tidak bisa menemukan Dalang dari penculikan Kaka ku Lilia Aku hanya mengetahui Ia Lawan Yang kuat, dan itu yang membuat ku sangat Frustasi dan terus mencari tanpa memperhatikan Tubuh ku yang kurang tidur bahkan sampai kurang makan Sampai suatu hari aku bertemu dengan Dia.. Yang kukira Gelandangan Tampan sedang meminta makanan. Saat itu aku berada di depan sebuah Minimarket dan cahaya Laptop ku yang terus menyala dan menyinari wajah ku yang yang terlihat Lelah sehabis menyelidiki Dalang 1 Tahun yang lalu. Tiba tiba datang lah seseorang Lelaki mengetuk ngetuk meja ku, Tuk!.. Tuk!.. tuk!" Permisi!"