41. Kebenaran

2394 Kata
Kediaman Rara setelah terjadinya Penabrakan Lilia." Sial! Kenapa Adiknya muncul di saat yang bagus itu! Lilia! Dia melihat ku saat itu! Bagaimana jika Ia mengadukan ku Ke Kak Raiyen! Apa yang harus aku lakukan!" ujar panik Rara yang kini terduduk di kursi masih memegang pistol. Brrrrr.. brrrrr" A.. aku takut! Satu satu nya cara Aku bisa terlepas! Dengan pistol ini!" Ujar ketakutan Rara sembari monodong kan pistolnya ke arah kepalanya dan berniat untuk mengakhiri hidupnya." Brak!.." Apa ini solusi nya! Kau berniat mengakhiri hidup mu?" ujar Lion langsung membuang pistol yang berada di tangan Rara Tadi." Lalu Apa aku harus menerima hukuman Raiyen! Dan di bunuh oleh orang yang ku cintai! Lebih baik aku mengakhiri hidup ku ini!" Teriakan Rara." Itu kau tau sendiri! Lalu bagaimana Perasaan ku saat melihat Orang yang ku cintai melukai diri nya di hadapan ku! Sebenarnya selama ini kau menganggap ku apa Hah!" Teriakan Lion sembari mencengkram Pundak Rara." Aku tak bisa menyukai mu! Selama hidup ku ini aku hanya mencintai kak Raiyen! Hanya dia! Kau hanyalah Tameng untuk ku!" teriakan Kesal Rara sembari melepas cengkraman Lion." Hehe.. Jadi malam panjang yang pernah kita Lalui Itu hanya Momen belaka! Kau sungguh tak mempunyai hati Rara." ucap Lion tiba tiba mendapat kan Telephone." Halo.. bagaimana?" ujar Lion mengangkat telephone itu." Gawat Ada yang meretas Jaringan Kita mereka sudah mendapatkan Bukti dari Penculikan 6 tahun yang lalu.. kami harus melakukan apa." ujar Bawahan Lion." Tidak ada cara Lain.. bunuh semua pekerja di sana sebagai ganti nya kasih uang Kopensasi." ujar Lion langsung mematikan Telephone itu." Apa! Jadi ada seseorang yang mengetahui kebenaran 6 tahun yang lalu! Pasti kak Raiyen! Lion! Lion! Bagaimana ini! Aku ingin mati aku ingin mati!" ujar Rara yang kini terlihat putus asa. Drapp.. drap.. drap suara Langkah lari Agus menuju ke arah Lion." Tuan!.. hos.. hos! Gawat kami mendapatkan kabar Lilia sudah sadarkan Diri! Dan yang paling penting Ia mendapatkan kembali ingatan yang hilang itu, Sebelum seseorang yang di utus tuan untuk membunuh Lilia! Kami tidak bisa melakukannya saat itu Karena tiba tiba Tuan Raiyen masuk dan berada di kamar Lilia dan sama sekali tidak meninggal kannya." ujar Agus bawahan Lion yang disuruh memantau keadaan Lilia." Sial! Kau cepat lah bawa Lilia kembali ke kota Beijing, lewat Transportasi Rahasia Dan katakan pada Tuan Xuan dira untuk melindungi Rara Karena jika Raiyen mengetahui Keberadaan Rara Ia pasti akan membunuh Rara walaupun harus berperang dengan Tuan Xuan Sekali pun! Karena Kemiliteran Keluarga Qin sangat banyak lagi jika Ia menyuruh pasukan yang berada di Amerika kemari, aku yakin Pasukan Mafia Tuan Xuan yang terhebat sekalipun akan kalah!" ujar Lion." Sesuai keinginan Tuan." ujar Agus langsung membawa Rara yang kini tidak bisa berbicara apa pun." Tenanglah tidak ada yang bisa menyakiti mu! Percaya lah pada ku." ujar Lion mencoba menenangkan Rara yang kini sekujur tubuh nya menggigil ketakutan." Lalu! Bagaimana dengan kau! jika kau tetap di sini pasti kak Raiyen akan mengancam mu dan saat itu kau akan mengatakan keberadaan ku ke kak Raiyen Kan!" teriakan Frustasi Rara sembari menarik baju Lion." Tidak akan sekalipun! Kau tak perlu khawatir! Cepat baw dia." ujar Lion melirik ke Arah Agus dan agus langsung menyuntik Rara dengan Obat Bius dan membawa nya pergi." Maaf jika aku sedikit kasar karna itu akan membuat mu jadi lebih tenang! Aku akan disini memantau Situasi karna ku yakin Tidak ada bukti yang mengarah ke arah ku! Aku sudah mengarah kan semua bukti ke arah mu! Itu untuk agar aku bisa tetap di percaya Raiyen dan memantau gerak gerik nya nanti! Aku bersumpah Rara sampai kapan pun jika itu harus mengorban kan nyawa ku demi melindungi mu! Maut pun akan aku Lalu." fikiran Lion. Keesokan Hari nya di taman Rumah sakit Lintang7. Buk! Suara pukulan Raiyen yang kini memukul sebuah pohon. Raiyen" Sial! Kenapa aku tak mengetahui ini! Bisa bisa nya Aku membiarkan Dia selama ini di samping ku! Dan memberinya kehidupan mewah! Dasar Rara Sialan! Tak menyangka Kau dalang sebenar nya. 5 menit yang lalu" Bagaimana? Kau sudah menemukan Siapa pemilik Pistol itu?" Ujar Raiyen." Aku sudah menemukannya setelah ku selidiki lebih dalam, Pistol itu pernah di pakai 7 tahun yang lalu untuk membantai keluarga Jarvon Marwis senjata itu adalah senjata Yang hanya di gunakan 1 pemilik juga pencipta dari senjata itu jika di jual Harga nya akan sangat mahal 1 pistol saja seharga 3 kawasan karena walaupun bentuk pistol Itu sangat kecil di dalam Pelurunya terdapat nuklir yang akan meledak jika di tembakkan.. dan setelah ku Analisis Lebih dalam Senjata itu hanya di miliki Keluarga Dira.. Yang kini di teruskan Oleh Xuan Dira Bos Mafia Terbesar di kota Beijing.. dan lagi aku sudah mendapat kan Rekaman Cctv tepat di Saat kaka ku Di tabrak! Dan orang itu Adalah Rara Artis dari perusahaan mu.. dan yang Aneh nya kenapa Ia mempunyai Pistol Itu?" ujar Loveta." Rara? Jadi dia mencoba membunuh Lilia! Sudah ku duga! Dia juga bersekongkonl dengan Evan Untuk melecehkan Lilia Saat itu.. Tak akan tinggal diam aku akan membunuh nya hari ini juga!" ucap Raiyen sembari mengerutkan Dahi nya." Jangan terkejut dulu Kak Raiyen.. kau pasti akan lebih terkejut jika mendengar hal ini.. 6 tahun Yang lalu saat kaka Ku di culik! Dan kata mu Dewi Lah dalang nya! Namun setelah kuselidiki dengan Kekuatan FBI Legendaris ku kami menemukan suatu yang janggal ada sebuah sinyal Aneh yang terdeteksi dari Pulau itu Dan setelah kami melakukan penyelidikan Kami menemukan Kapal Selam Terbangkalai dan di dalam nya terdapat Kartu Usd Walaupun sempat Rusak karena Sudah lama Namun kami berhasil memperbaikinya dan Terdapat Rekaman Rara Dan Dewi beserta Satu pria menaiki Kapal menjauh dari Pulau Itu.." ujar Loveta sembari menunjukkan Esd itu." Apa! Rara! Rara! Lagi lagi kau berhasil menipu ku! Kenapa Ia melakukan Ini! Tega nya Ia melukai Sahabat nya sendiri" Buk! Suara pukulan Raiyen yang kini memukul sebuah pohon." Sial! Kenapa aku tak mengetahui ini! Bisa bisa nya Aku membiarkan Dia selama ini di samping ku! Dan memberinya kehidupan mewah! Dasar Rara Sialan! Tak menyangka Kau dalang sebenar nya. Lilia" Karena Ia mencintai mu! Aku yang salah saat itu Ia pernah mengatakan Ada seseorang pria yang Ia cintai.. namun saat itu aku masih naif dan tak tahu jika pria yang di maksud adalah dirimu, dan aku tetap saja Pergi bahkan menaruh hati pada mu! Ini semua salah ku jika saja aku tidak menaruh hati pada mu mungkin Rara Tak akan jadi seperti ini." ujar tiba tiba Lilia. Raiyen" Ini bukan salah mu! Aku memang sudah mengetahui kalau dia menyukai ku! Namun aku tak akan pernah bisa membalas Cinta nya! Karena Dia lah yang membuat Bibi ku Pergi! Aku tak akan pernah bisa memaaf kan nya! dan bodoh nya aku masih membiarkan nya di samping ku! Dan membuat Orang yang ku cintai Terluka kembali!" Loveta" Tunggu! Jadi kaka sudah mengetahui Rara dalang Di balik penculikkan Kaka 6 tahun yang lalu? Namun kaka masih diam saja! Apa kaka sudah di butakan Dalam Cinta persahabatan?" "YA.. aku sudah mengingat itu! Dan dia juga penyebab kaka Takut terhadap benda tajam, Namun.. dia pasti melakukan ini karena cemburu! Kaka ingat waktu Itu Ia mengatakan Nya dengan jelas! Kaka ingin memberinya kesempatan jika saja bukan dia yang menabrak kaka mungkin Sekarang kaka akan merangkul nya kembali! Namun nasi sudah menjadi bubur! Tak ada rasa pertemanan apa pun dengan nya!" ujar Lilia yang kini terdengar sangat merintih." Aku berjanji akan melindungi mu Lilia! Tenang lah.. Andreh! Cepat serahkan pasukan Untuk menangkap Rara! dan Posting Foto ini pastikan semua Media atau chenel ada berita tentang nya! jadikan Ia sebagai Burunon! Dan usir dia Dari dunia Artis! Posting juga dalam media Perusahaan!" ucap tegas Raiyen sembari menepuk nepuk pundak Lilia, andreh pun yang mendengar ucapan Raiyen bergegas Pergi untuk melaksanakan perintahnya." Jadi.. Lion bukan lah Dalang dari masalah yang menimpa Lilia, benar dia di jebak oleh Rara! Maaf kan aku Lion yang sempat mencurigai mu dan menjauhi mu belakangan ini! Kau kan sudah ku anggap sodara! Bodoh nya aku yang tidak mempercayai mu." Fikiran Raiyen. Malam hari di kediaman Lion. Lion" Tumben sekali kau kemari.. apa kau sudah selesai menyelidiki aku?" ujar Lion yang kini berdiri menghadap ke luar jendela. Tap.. tap.. tap Pluk!" Maaf.. maaf jika aku sempat mencurigai mu, padahal kau adalah Adik ku! Kita besar bersama dalam satu atap! Namun mengapa kau bisa tahu?" Ujar Raiyen Yang kini memeluk Lion dari belakang." Hehe.. bagaimana aku tak mengetahui Seseorang yang mencoba menyelidiki ku diam diam? Dan kau menaruh beberapa orang mu di dalam Orang ku bahkan belakangan ini kau menjauhi ku dan mengeluarkan aku dari semua kegiatan mu! Menurut mu apa lagi jika kau sedang mencurigai ku! Apa kau tau betapa sesak nya aku saat ini? Untung lah kau sudah mengetahui kebenarannya." ujar Lion." Maaf soal itu.. jika apa pun yang menyangkut soal Lilia aku tak akan bisa tinggal diam! Dan kini aku mengetahui dalang sebenarnya! Dia adalah Rara! Yang selama ini berada di samping ku! Namun aku tak mencurigai nya sedikit pun!" ujar Raiyen." Rara Ya.. pantas saja Ia tak menelephone ku! Pasti saat ini Ia kabur, jadi apa yang kau lakukan sekarang?" Saut Lion." Aku akan mencari nya dan memberinya pelajaran yang setimpal! Entah kemana Ia kabur Ia sama sekali tidak memberi jejak sedikitpun! Namun saat ini tempat perlindungan Paling aman adalah Rumah Ayah nya! Walaupun akan terjadi perang! Aku akan tetap melakukannya! Apa kau tak masalah?.. Dia Rara, bagaimana pun aku tak akan memaklumi perasaan mu!" ujar tegas Raiyen." Itu memang berat! Telinga ku yang mendengar nya hati ku langsung terasa sesak! Namun jika dia melakukan kesalahan cinta ku ini tak ada apa apa nya! Kumohon biarkan aku ikut bersama mu ke kota Beijing jika kau ingin membunuh nya biarka aku melihat nya untuk terakhir kalinya." ujar Lion." Bagus!.. kukira kau akan memberontak Lion! bagaimana pun juga kau sudah ku anggap sodara! Besok datang lah dan berkumpul di markas Kita akan Membantai Keluarga Xuan Dira jika Ia tidak menyerah kan Rara! Sekaligus! Balas dendam ku terhadap Xuan Dira Sendiri!" ujar Raiyen yang dari Dulu membenci Xuan Dira karena Xuan dira Mengkhianati Bibi nya dan menikah dengan orang lain sampai membuat Bibi nya Pergi dan menghilang Tanpa kabar." Kau salah! Bagaimana pun cinta ku Lebih penting dari apa pun! Maaf kan aku Raiyen! Kau sendiri pasti akan melakukan Hal yang sama jika kau jadi Aku! Di dunia ini jika tidak ada Cinta maka harus ada pengorbanan!" fikiran Lion. Keesokan Hari nya Semua media Social di hebohkan dengan Foto Rara yang sedang menodongkan pistol ke Arah Lilia. Hampir semua media Menampilkan foto bahkan Vidio detik detik saat Rara menabrak Lilia dan menodongkan Pistol ke Arah nya, yang lebih Di hebohkan Perusahaan Wollden Qin sendiri juga menampilkan Foto itu bahkan Vidio nya Di Media Perusahaan yang membuat Semua penggemar atau haters Rara memaki dan menghina Rara di media Social. Rara yang melihat Komenan jahat yang di lontar kan kepada nya pun menggigil ketakutan Sembari menggigit jemarinya." Dewi kebahagian? Bukan kah lebih layak di jadikan Dewi pencabut nyawa?" Heh! Sumpah Punya kepribadian Ganda Bejir!" Bunuh aja tuh orang!" Cantik doang dasar Iblis!" Pantas sekali di jadikan Buronan Hahaha.." sekarang Hilang udah kaya Angin! Pasti takut masuk penjara tuh!" Sumpah Woi semua foto sama Bonekanya Gua bakarin! Jijik!" Matii aja tuh orang nggak pantas di sebut Manusia!" komenan para Haters yang kini sedang di baca Rara. Brrrrrr.. brrrrr.. Bagaimana ini! Semua! Semua orang kembali tak menyukai ku! Ini semua karena mu Lilia! Kau telah merebut kebahagian ku! Akhhhhhhhhhhhhh.. aku ingin sekali menusuk mu dengan pisau Ini!." Teriakan marah Rara yang kini sedang memegang pistol Buah. Xuan Dira" Berhenti bersikap Konyol! Berani nya kau kembali kerumah dan membawa masalah besar seperti ini! Apa kau tau! Karena mu kita akan menghadapi keluarga Qin!" ujar Ayah Rara. Rara" Apa maksud Ayah menghadapi keluarga Qin? Raiyen tak mungkin mengetahui keberadaan ku kan? Iya kan? Katakan Ayah! Katakan!" ujar panik Rara sembari menarik narik kerah Ayah nya. plak!! Suara tamparan keras melayang ke wajah Rara" Kau pikir dia sebodoh itu! Jika saja kau bukan anak ku satu satu nya! Aku akan langsung memberi mu kepada Raiyen! Bodoh nya kau mencari masalah pada orang seperti nya! Dasar anak tidak tahu di untung! Bahkan dari kelahiran mu sampai sekarang kau masih saja memberikan masalah! Apa kau tau sekarang Raiyen beserta pasukan besarnya mengarah kesini! Jika sampai terjadi peperangan kita tak akan menang apa kau tau! Bloson! Cepat bawa Rara kedalam Ruang bawah Tanah Rahasia! Raiyen tak akan menemukan Rara Jika Rara berada di situ!" ujar tegas Xuan Dira yang menyuruh bawahan nya Bloson. Bloson yang mendengar itu pun langsung membawa Rara kedalam Ruang bawah Tanah Rahasia yang terdapat Batu besar Di Atasnya jika dilihat dari Luar itu hanya terlihat batu besar yang tidak akan bisa di geser. 27 menit kemudian. Drap.. drap.. drap! Suara langkah Lari Ravit." Hos.. hos.. hos Tuan! Tuan.. Pasukan keluaraga Qin sudah berada di teras depan.. Apa yang harus saya Lakukan!" ujar terengah engah Ravit, Srakkkk!.. suara tebasan pedang ke arah pungung Ravit membuatnya Kehabisan darah dan mati." Selamat datang Raiyen tak menyangka kedatangan mu membawa keributan yang sangat besar." ujar Xuan Dira." Hehehe.. walaupun tak melihat ku kau sudah tau keberadaan ku ya?" Saut Raiyen sembari memegang pedang yang penuh dengan Darah." Kau bisa saja datang dengan Ramah.. karna aku pasti akan menyambutmu, Lalu apa yang sedang kau lakukan Sekarang?" ujar Xuan Dira yang kini Pura pura tidak tahu." Berita itu sudah menyebar bahkan sampai Luar negera.. sungguh aneh jika kau tidak mengetahui itu, katakan di mana kau sembunyikan Rara!" ucap tegas Raiyen. Jadi soal itu kau melakukan Tindakkan ini! Kau menghancurkan hubungan kekeluargaan karena seorang gadis Yang kau cintai itu!" saut Xuan Dira." Hubungan..! Kekeluargaan? Kata itu tak pantas di sebutkan lagi! Setidak nya aku Rela melakukkan apa pun demi cinta ku! Bukan seperti dirimu Yang gila akan kekuasaan dan membuat cinta mu pergi!" ujar Raiyen sembari menggertakkan Giginya." Bukan seperti itu.. saat itu terjadi hal yang tak bisa aku bereskan! Namun aku berani bersumpah aku tak melakukan apa pun dengannya!" Teriakan Xuan Dira yang mencoba meyakinkan Raiyen." Lalu! Kenapa sampai ada Rara! Kau telah mengkhianati Bibi ku yang paling aku cintai paman! Dan membuat nya menghilang sampai sekarang! Apa kau tau betapa menderitanya aku! Dia adalah lampu ku namun kau memecahkan Lampu itu dan membuat ku kembali dalam kegelapan! Cih!.. untuk apa aku berbicara dengan orang seperti mu! Lion! Cepat cari keseluruh tempat! Kau memimpin Arah barat dan utara! setelah nya aku!" ujar Raiyen bergegas pergi."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN