Chap 22 : Hati yang Terluka

1631 Kata

Sore itu, setelah salat ashar, Azalia sudah berada di luar rumah. Gadis itu sedang melangkah di trotoar, di antara keramaian kota, langkahnya kecil, namun cepat. Jari-jari tangannya menggenggam erat tali tas kecil yang melingkar di depan tubuhnya, sesekali punggung tangannya mengusap air yang melesat dari matanya. Bayangan tentang kejadian siang tadi terus terngiang dalam benaknya. Betapa terlukanya hati gadis itu. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah dia duga terjadi begitu saja. Azalia tidak pernah berpikir Zein sejahat itu. Nalurinya seolah berkata kalau dia telah bertemu monster yang mengerikan. Setelah tadi Ibu Arumi memberinya izin untuk keluar, Azalia tidak bisa berhenti memikirkannya. Rasa takut menyerang jiwa dan raganya. Sampai-sampai dia berani berbohong pada ibu mertuanya ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN