Zein tampak sedang mencari sesuatu di laci kamarnya. Pria itu bergerak cekatan membuka setiap laci yang seingatnya berisi catatan pribadi Mr. Fransisco. Jauh sebelum rencana pembunuhan Mr. Fransisco, Zein sudah memerintahkan orang-orangnya untuk mendapatkan semua informasi penting tentang orang itu. Sekarang Zein kehilangan berkasnya. "Mas." Suara Azalia menghentikan kegiatan Zein. Dia sedikit terkejut dengan kehadiran gadis itu di dekatnya. Zein menghela napas kasar. "Siapa yang menyuruhmu masuk," ucap Zein, ada nada tidak suka dalam bicaranya itu. Azalia yang sudah hafal Zein akan seperti itu hanya bisa memaklumi. Dia harap bisa melewati masa-masa sulit ini. Setelah mendengar cerita dari Ibu Arumi, stok kesabaran Azalia untuk Zein seolah bertambah semakin banyak. Azalia meminta m

