Zein mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Azalia masih tertidur pulas di jok sebelahnya. Sedangkan Victor, pria itu membuntuti mobil Zein. Mereka sedang dalam perjalanan menuju bandara. Setelah memarkirkan mobilnya di set khusus, Zein keluar. Dapat dia lihat pesawat yang akan mereka tumpangi sudah siap. Dia membuka pintu samping tempat Azalia duduk, dilihatnya gadis itu tetap tertidur pulas. "Badan kecil tapi tidur seperti badak, tak tahu keadaan tak tahu kondisi," omel Zein pada dirinya sendiri. Pria itu kembali menggendong Azalia menuju pintu pesawat. Beberapa pramugari di sana membantunya dan mempersilahkan tempat. Tak sedikit yang merasa heran, biasanya mereka melihat Zein bepergian seorang diri. Namun sekarang tampak jelas jika pria itu mengajak seorang gadis, bahkan denga

