Virgo dan yang lainnya terdiam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Saat ini, mereka semua sedang berada di sebuah resto cepat saji. Bahkan ketika pesanan mereka datang, tidak ada seorang pun dari kelima orang tersebut yang ingin menyantap makanan menggiurkan di atas meja. Hanya Fitri yang nampak menyentuh pesanannya, itu pun hanya meminum lemon tea yang dia pesan. “Pada tegang banget,” kata Fitri, mencoba mencairkan suasana di meja tersebut. Cewek itu tersenyum, kemudian menggenggam tangan Virgo yang berada di atas meja. “Go, santai aja. Gue nggak akan kenapa-napa.” Virgo menarik napas panjang dan memijat pelipisnya. Hal seperti ini, memikirkan keselamatan Fitri di setiap detiknya supaya pacarnya itu tidak berada dalam bahaya bernama Kean, mem

