Ravina rasanya ingin mengutuk semua orang. Bukannya dia tidak suka berpasangan dengan Elkansa. Dia menganggap Elkansa adalah teman yang sangat baik dan perhatian, kok. Terlebih, dirinya pun mulai menyukai cowok itu secara romantis. Ravina tidak akan pernah menyangkal apa yang dia rasakan. Hanya saja, dia ingin membuktikan semuanya terlebih dahulu. Bahwa perasaan ini memanglah perasaan yang sesungguhnya, bukan hanya sekedar kekaguman atau apalah. Yang menjadi masalah adalah, ketika dia berdekatan dengan Elkansa, semua memori mengenai kelakuan manis cowok itu membuat jantungnya berjumpalitan. Jangan tanyakan berapa kali Ravina harus menarik napas hanya demi menormalkan detak jantungnya yang tidak bisa diajak kompromi itu. Dia pun ingin sekali membunuh Virgo dan Fit

