Ravina membiarkan angin memainkan rambutnya. Cewek itu menarik napas panjang dan menatap hamparan langit di atasnya. Suasana di sini begitu tenang, membuatnya nyaman. Sangat berbeda dengan situasi yang dia alami beberapa menit yang lalu, ketika Rado datang ke kamar inapnya dan memulai perdebatan dengan Elkansa juga yang lainnya. Kemudian, karena merasa kesal dan marah atas semua tingkah dan ucapan Rado untuk Elkansa, Ravina tahu-tahu saja sudah mencium Elkansa dan mengatakan pada Rado bahwa mereka sudah berpacaran. Ravina masih ingat bagaimana ekspresi terkejut yang terpancar dari wajah semua orang, termasuk Elkansa. Terutama Elkansa. Cowok itu diam tak berkutik, tidak bisa menemukan kata-kata yang pas untuk dikeluarkan. Bahkan, setelah Rado pergi dari kamar inapn

