“Kakak!” Elkansa menoleh dan tersenyum lebar begitu melihat adiknya yang masih berumur lima tahun berlari menghampirinya. Cowok itu lantas berjongkok dan merentangkan kedua tangan, bersiap menerima Rado ke dalam pelukannya. Dan, begitu Rado menabraknya dan mendarat dalam pelukannya, Elkansa langsung terjatuh ke belakang bersama dengan Rado yang berada di atasnya karena kecepatan lari Rado yang memang terlalu super untuk dihentikan. Alhasil, keduanya tertawa keras bersama dan tidur di atas rerumputan sambil menatap indahnya langit biru. “Jangan lari-lari kalau lagi di jalan raya ya, Do.” Rado, yang saat ini tidur di samping Elkansa karena sudah menuruni d**a sang kakak, menoleh. “Kenapa?” Elkansa ikut menoleh dan mencubit pipi gembil milik

