Yuda telah selesai mandi,dan berganti memakai pijama yg Hana pilihkan.Dan jg telah selesai Sholat Isya' berjamaah,Dia tatap istrinya yg sedang mengeringkan rambut didepan meja rias,karena memang sedikit basah belum terlalu kering.Mata Yuda benar benar takjub pertama kalinya Yuda melihat Hana tanpa kerudung.Tangan putih mulus Hanapun terlihat Jelas karena Hana memakai pijama lengan pendek.Sangat Cantik itulah yg Yuda ucapkan dalam hati saat matanya terus menatap dan mengagumi istrinya.
Hana tiba tiba nenjadi gugup sadar suaminya menatapnya dengan pandangan yg berbeda dari biasanya.Pipinya kembali merona,matanya terus menatap suaminya dipantulan cermin terus mendekat.Detak jantungnya jadi tidak karuan,tiba tiba Yuda menyentuh pundak dan tangan kanannya yg memegang hairdryer.Yuda mengambil alih melakukan apa yg Hana lakukan.
"Biar aku sj yg keringkan Sayang..."ucap Yuda lirih tanpa mengalihkan pandangan matanya pada Hana di pantulan Cermin.Hana hanya mengangguk dan tersenyum malu.Tapi selang tak lama Hana menjadi sangat gugup ketika Dia merasakan tubuh Yuda menempel pada punggungnya.Pikirannya menjadi tidak karuan serasa banyak kupu kupu berterbangan dalam perutnya.Sedangkan Yuda Seorang Laki laki yg sudah pernah menikah dan merasakan nikmatnya malam pertama sangat paham reaksi Hana.Yuda benar benar menahan gejolak yg mendorong dirinya untuk menerkam Hana saat itu jg.Tapi Yuda tak mau buru buru dan membuat Hana merasa tak nyaman.
Yuda mematikan pengering rambut menaruhnya kembali diatas meja.Dia elus elus kepala Hana lembut sambil terus menatap bayangan Istrinya di cermin.
"Kamu Sangat Cantik Sayang...terima kasih sudah mau menerimaku"ucapnya sambil tersenyum tulus lalu mencium puncak kepala Hana.Hana yg mendapat perlakuan lembut dari Suaminya menjadi berbunga bunga.
"Kita pindah keranjang tidur yuk"ajak Yuda sambil meraih tangan Hana dengan lembut.Kemudian mereka berdua berbaring diatas kasur.Hana bingung harus ngapain,dia tarik nafas panjang menenangkan pikirannya sendiri.
Ya Alloh beginikah rasanya Malam pertama...Hana sangat gugup bingung harus bagaimana.Aduh kata Sari dan Tia malam pertama itu Sakit tapi enak.Hana jadi deg deg an begini sih...
Yuda memiringkan tubuhnya memandangi wajah istrinya yg sibuk dengan pikirannya sendiri.Membuat Yuda tersenyum jahil,Dia colek hidung mancung istrinya dengan jari telunjuk.
"Lagi mikirin apa hmm?kan Suamimu ada disebelahmu...gak usah dipikirin langsung aja peluk manja sini"
"Iih..Mas Yuda Pede banget deh.."
"kamu gugup?"Tanya Yuda serius menatap Hana,dan Hanapun hanya mengangguk pelan.Yuda menarik tubuh Hana pelan agar tidur dalam pelukannya.
"Mas.."
"hmm"
"Hana pengen kenalan sama Mbak Yurisa,boleh kan?"tanya Hana sontak Yuda kaget mendengarnya.Bahkan 1 minggu ini Yuda tak pernah kepikiran Mendiang istri pertamanya sama sekali,Dia terlalu sibuk mengurus pernikahannya dengan Hana.
"ih Mas kok diam aja..Hana hanya ingin menyapanya dan mengenalnya lebih dekat.Karena Hana kemarin mimpi ketemu sama mbak Yurisa mirip diphotonya yg dipajang di kamar Mama,Mbak Yuri bilang bahagia melihat Hana mau menikah.Dan bilang Hana harus jagain Mas jg harus patuh dan Sayang sama Mas Yuda"kata Hana Jujur sambil meneteskan air mata haru karena Yurisa menemuinya dalam mimpi yg seakan terasa nyata.Yuda yg mendengarpun menahan air matanya yg hampir keluar.Dia tak mau terlihat rapuh didepan istrinya.Yuda mencium kening Hana dan menghirup nafas dalam seakan menghirup aroma kening Istrinya.Kini Hasrat Yuda untuk bercinta yg tadi menggebu gebu telah menguap berganti rasa haru pada Hana.Dia berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga dan mencintai Hana sepenuh hati.
"besok kita ke makam Yuri ya..Mas akan kenalin kamu dengannya,udah jangan nangis lagi"Hana mengangguk lalu mengeratkan pelukannya pada suaminya.
Yuda mengelus elus punggung Hana,tiba tiba gairah Yuda kembali naik merasakan hembusan nafas Hana tepat didadanya.Detak jantung keduanya saling bersautan.Perlahan Yuda menarik Dagu Hana agar kepalanya mendongak menghadapnya.Tatapan bola mata mereka saling bertemu,wajah mereka semakin mendekat hingga tanpa jarak dan Cup bibir mereka menempel sempurna,membuat Hana membulatkan kedua bola matanya sesaat lalu perlahan dia pejamkan kedua matanya.Yuda tak mau menyia nyiakan kesempatan emas kali ini,Diapun menyusul memenjamkan mata dan mulai melumat bibir ranum hana.Tapi Hana hanya bisa diam kaku tanpa membalas Yuda.Yuda paham ini pengalaman pertama Hana,Dia tersenyum gemas melihat reaksi istrinya yg dia cium dengan mesra tapi malah tegang.Yuda melepas ciumannya lalu mengarahkan pada Hana apa yg harus dilakukan.
"balas ciumanku Sayang,ikuti insting kamu,Lakukan apa saja yg ingin kamu lakukan jangan ditahan"
Yuda mencium kembali bibir hana pelan namun sedikit menuntut.Hanapun mulai membalas dengan perlahan,membuat Yuda semakin b*******h dan kemudian Dia telusupkan telapak tangan kiri Yuda dibelakang leher dan satunya tetap dibelakang punggung Hana.Ciuman mesra mereka perlahan berubah menjadi panas membuat Yuda semakin gila .Namun tiba tiba...
Kruuuuk...Kruuukk...!
Suara keras dari perut Hana yg meminta diisi mengalihkan aksi ciuman mereka.Hana menjadi malu,dan Yudapun tak habis pikir umpama pesawat sudah mulai take off tiba tiba bluuuus..anjlok turun lagi.Sabar Yuda,Sabaaaar entar jatah Lo bisa double..istri Lo lg kelaparan Lo harus tahan dulu menu malam pertama Lo..Yuda mencoba menghibur diri sendiri.
"perut kamu kelaparan Sayang..ayo turun kita makan dulu yuk"ajak Yuda lembut.Hana mengangguk pelan lalu tersenyum.
"maaf.."balas Hana pelan.
"nggak papa Sayang,masih ada banyak waktu.sejak kapan kamu gak makan,hmm?kenceng banget alarmnya"goda Yuda agar istrinya gak malu dan merasa bersalah.
"emm,tadi malam makan dikit gak nafsu makan.pagi sarapan dikit takut bajunya gak muat,trus pas acara jg dikit karena gak enak masih banyak tamunya kan tadi"
Yuda tertawa mendengar jawaban istrinya,lalu menggandengnya turun dari ranjang.Tak lupa Yuda mengambilkan kerudung rumahan Hana sama blazer tipis untuk menutupi lengannya karena pijama yg Hana kenakan berlengan pendek.Mereka berdua menuruni anak tangga bersama membuat keluarga mereka mendongak bersamaan melihat mereka turun berjalan ke ruang keluarga, karena ruang makan memang bersebelahan dengan ruang keluarga.Malam ini Nek Sumi,Sasa Paman dan Bibi Hana memang menginap karena memang ada 2 kamar tamu yg sudah Bu Nindi Siapkan.
"Kalian belum istirahat?"
Tanya Bu Nindi ramah dan kemudian mendekati mereka.
"Hana belum makan Ma,masih ada makanan yg bisa dihangatkan kan Ma?"jawab Yuda
"Oh ya Ampun Mama jadi lupa Pengantinnya belum makan kenyang hari ini.Ya udah kalian duduk dulu sini, Mama panasin makanan dulu buat kalian"
"gak usah Ma,biar Hana panasin sendiri"tolak Hana sungkan.Tapi Bu Nindi tetap kekeh mau melakukannya.
"enggak Sayang kamu pasti capek acara hari ini dari pagi sampai hampir maghrib bru selesai.Kamu duduk disini dlu bareng keluarga ngobrol ngobrol ya, Mama sama Bi Aminah sj yg panasin dan nyiapin makanan buat kalian"Hana ahirnya menurut.Dia benar benar bahagia saat ini melihat Nek Sumi tersenyum bahagia,mendapat mertua dan Suami yg sangat sayang padanya.Walau pertama pertemuannya dengan Yuda tidak dengan Cara yg baik,walau awalnya Yuda sangat mengesalkan baginya.
Setelah makanan selesai dipanaskan Yuda ijin pada keluarganya untuk mengajak makan malam Hana dahulu.Dia tahu bahwa istrinya sangat menahan rasa laparnya.Setelah sampai di meja makan tanpa disuruhpun Hana inisiatif menuangkan nasi kepiring Yuda,menanyakan lauk apa yg Yuda ingin makan.Hana benar benar melayani suaminya dengan baik.Yuda tersenyum bahagia,karena ketulusan Hana melayaninya ucapan syukur dan pujian untuk istrinya tak henti hentinya Yuda ucapkan dalam hati.
Setelah selesai makan Yuda dan Hana kembali berkumpul bersama keluarga mereka duduk bersama kedua adik mereka,Manami dan Sasa.mereka berdua sudah mulai akrab berbeda dari pertama mereka bertemu sebelumnya.
"Kalian sedang apa ?"Sapa Yuda membuat kedua adiknya menoleh bersamaan.
"kita selfie buat diupload di instagram..lihat ni Mas Sasa punya HP baru seperti Mbak Manami"jawab Sasa penuh semangat,memang ini pertama kalinya punya HP itupun hadiah dari Bu Nindi.Bu Nindi benar benar menganggap Sasa seperti putrinya dan Manamipun tak keberatan.Karena dengan adanya Sasa Dia akan bisa sangat mudah dekat dengan Danang.Tapi berteman dengan Sasa membuatnya sedikit bangga karena Dia jadi merasa senioritasnya diakui.
"Wah Coba Mas Yuda lihat..Ya Ampun kedua Princessku benar benar cantik.Masa Mas Yuda gak diajak selfie sih.."Yuda pura pura ngambek dan itu membuat Manami merasa jengah.
"Sejak Kapan Kakak jadi lebay begitu?"tanya manami malas.Hanapun tertawa melihat suaminya diacuhkan adik kesayangannya.
Jam menunjukkan pukul 10 malam Hana mulai mengantuk mungkin karena kecapekan beberapa hari ini.Yuda yg menyadarinya langsung mengajak Hana menuju kamar istirahat,tak lupa mereka pamit pada Semua.Yuda membaringkan tubuhnya bersanding istrinya,dia rentangkan tangan kirinya untuk bantalan kepala Hana.Dia tak memberi jarak antara tubuhnya dan Hana.
"Sayang kalau tidur dilepas dong Br*nya jangan tidur pakai daleman tidak baik buat kesehatan"Hana yg benar benar lelah dan mengantukpun langsung duduk dan melepas br* tanpa membuka bajunya dengan lihai,terlihat sudah berpengalaman.Awalnya Yuda membayangkan Hana.akan melepas didepannya beserta bajunya dan akan membuatnya menelan ludah,tapi ternyata dugaannya salah.Setelah selesai Hana merebahkan tubuhnya kembali,Yuda merasa terpancing kembali gairahnya setelah merasakan d**a Hana yg hanya tertutup pijama tipis menempel sempurna ditubuhnya.Yuda memeluk Hana lalu mencoba menggoda Hana dengan meniup niup telinganya.
"Sayang.."
"hmm"
"kamu dah siap kan malam ini?"
"hmm"
boleh kan?"
"hmm"
"ih kok hmm doang sih.."
Tapi gak ada jawaban hmm lagi melainkan deru nafas lembut Hana yg menandakan Sudah Traveling ke alam Mimpi.Yuda yg tau Istrinya terlihat kelelahan dan tidur pulas dalam pelukanya Yuda tersenyum pasrah,lagi lagi Gagal malam pertama.
"selamat malam Sayang..."Yuda mengecup Kening istrinya Dalam.Kemudian dia pejamkan kedua matanya untuk menyusul Hana kealam Mimpi
Sabar ya Yuda kecil...kamu belum boleh buka puasa malam ini,kamu harus bobok lagi jangan nakal.Yuda berbicara dalam hati pada adik kecilnya yg bangun dan tegang sedari tadi.
Untuk beberapa Minggu mungkin belum bisa rutin dan tepat waktu Upload maaf ya Teman teman.Tapi Saya akan tetap usahakan.
Jangan Lupa Tap Stiker Heartnya dan Follow akun Saya Ya @Jmonly
THANK YOU
Bersambung...