Mengunjungi Makam Yurisa

1442 Kata
Udara pagi sangat sejuk, kini Yuda dan Hana telah berkunjung dimakan Yurisa. Sesuai janjinya Yuda membawa Hana menemui mendiang istrinya.Hana melihat Suaminya dengan ekspresi sangat dingin,nampak jelas kesedihannya masih sangat dalam.Tiba tiba Hana merasa kehadirannya masih belum berarti apa apa,tapi hal itu tak akan membuat Hana menyerah.Dia berjanji akan membuat suaminya ihlas melepaskan Yurisa dan benar benar menganggap Hana sangat berarti dalam hidup Yuda. "Sayang maafkan Mas telah melupakanmu beberapa hari ini...sekarang aku datang,kamu baik kan beberapa hari ini?bagaimana anak kita?dia tumbuh dengan baik kan disana?Sayang aku sangat merindukanmu.." tangis Yuda kembali luruh,Dia tak mampu menahan kesedihannya tiap kali berkunjung dimakam mendiang istrinya.Hana yg melihatpun mencoba menenangkan Yuda suaminya. "Mas...jangan menangis,bersedih berkepanjangan di Makam Itu tidak baik.Jangan buat mbak Yuri semakin bersedih disana.Mas harus tunjukkan Mas baik baik saja cobalah untuk ihlas,karena Orang yg meninggal hanya membutuhkan Do'a kita yg banyak bukan air mata saja.setetes air mata diatas pusaran makam itu hal menyedihkan bagi arwah yg Sudah kembali pada yg Maha Kuasa." Yuda menatap istrinya yg terlihat mencoba menahan airmatanya.Dia tersadar ternyata selama ini Dia menyiksa mendiang istrinya dengan ketidak ihlasan.Dengan sigap Yuda menghapus airmatanya,Kemudian mengangguk pada Hana memberi jawaban setuju pada istrinya. "makasih Sayang...telah mengingatkan"Ucap Yuda sambil berusaha tersenyum.Hana beralih duduk berlutut mengusap batu nisan Yurisa,Dia elus dengan lembut. "Assalamu'alaikum Mbak...perkenalkan Mbak Saya Hana,Suami kita lupa untuk mengenalkan kita sangking semangatnya mau menemui Mbak"Hana menyapa Yurisa dengan tawa ringan mencoba mencairkan suasana. "Mbak baik baik ya disana,istirahatlah dengan tenang.Insya Alloh Calon Putri Mbak akan membawa Mbak menuju SurgaNya...Sekarang Hana yg akan melanjutkan tugas dan kewajiban mbak disini.Jangan hawatir kalau Mas Yuda nakal biar Hana jewer"Yuda tersenyum sambil mengelus kepala Hana. Setelah selesai melanjutkan bunga diatas makam Yurisa serta kirim doa Yuda dan Hana meninggalkan pemakaman.Ditengah perjalanan Hana melihat pangkalan warung angkring yg tidak begitu rame, mungkin karena baru buka.Hana meminta Yuda menghentikan mobil dan mampir disana makan padahal tadi dirumah sudah sarapan bareng keluarga,dan inipun belum bisa dikatakan jam makan siang.Yudapun menuruti kemauan istrinya,untuk menghentikan mobil lalu menggandeng tangan Hana berjalan menuju warung angkringan dipinggir jalan itu. "Kamu sudah lapar Sayang?" tanya Yuda dan Hana hanya mengangguk antusias. "yaudah kamu mau makan apa?" "ayam geprek yg pedes banget sama es cincau" "jangan terlalu pedes ya, ntar sakit perut kya pagi td gimana" "ih Hana maunya yg pedes banget Mas,gak tau pengen banget makan yg puedes gitu" "tapi jgn terlalu pedas ya" Ahirnya Hana mengangguk,dia sadar harus nurut apa kata suaminya.Si Abang penjualnya yg mendengarpun tersenyum melihat pasangan suami istri yg berselisih menu makan. "istri klo masa ngidam memang begitu mas maunya tiba tiba dan harus dituruti"kekeh si Abang. Yuda hanya tersenyum mendengar Si Abang penjual bicara dan tidak mau klarifikasi,agar si Abang tidak malu karena salah menerka.Ngidam apapaan malam pertama aja gagal membobol gawang jg.Yuda menjawab kata si Abang dalam hati.Hanapun hanya diam lebih sibuk membalas chat Tia dan Sari,yg usil mengoda Hana. Tia:Cie pengantin Baruadem ayem gak nyapa temen seperti biasanya. Sari : Han habis malam pertama kamu gak amnesia ma kita kan? Hana tersenyum membaca pesan yg Tia dan Sari kirimkan lalu membalasnya,sampai ahirnya tak lama pesanan mereka datang. "Sayang.." "iya Mas" "3 hari lagi kita terbang ke Jepang" uhukuhuk..uhukk... Hana langsung tersedak makanan mendengar Yuda bicara.Yuda langsung menepuk nepuk pelan punggung Hana kemudian memberikan minum. "Pelan pelan Sayang..." "Mas ngagetin aja,ngapain ke Jepang sih Mas?" "Honeymoon dong" "jauh bgt Mas,aduh Hana blm pernah naik pesawat jadi takut" "kenapa takut kan ada Mas yg jagain kamu Sayang"Yuda menjawil ujung hidung Hana sambil tersenyum.Hanapun ikut tersenyum malu mendengarnya. "Sekalian kita berkunjung ke villa Kakek disana,tapi kita menginap di Villa kita Sendiri" "Mas punya Villa sendiri jg?"tanya Hana terkejut "Villa kita berdua Sayang,aku membelinya untuk hadiah pernikahan kita" "ih pemborosan,kita kan tinggalnya disini ngapain beli villa disana..kosong dong gak ada yg ninggalin" "kan ada yg jaga dan ngurus sayang.." "iya sih tapi-" "gak ada tapi tapi...ntar kalau kita berkunjung ke sana menjenguk kakek sewaktu waktu kita bisa tidur dirumah sendiri,kalau mau enak enak gak ada yg gangguin"Hana menyubit pinggang Yuda,malu ditempat umum Suaminya ngomong nggak difilter. "Mas jangan bikin malu"protes Hana sambil memanyunkan bibirnya,membuat Yuda gemas ingin mencium saja. * Sedangkan dilain tempat Danang membawa Sasa dan Manami jalan jalan.Sesuai Janjinya pada Sasa kalau libir kerja akan ajak Sasa jalan jalan,tapi siapa sangka Manami yg mengetahui karena Sasa yg bercerita padanya akan diajak jalan tidak tinggal diam.Sasa tidak mempermasalahkan dia merasa senang karena punya teman baru,sifatnya yg manja dan ceria jauh berbeda dengan Manami yg lebih cuek dan angkuh. "Sasa...pelan pelan makan icecreamnya biar gak belepotan gini"ucap Danang sambil mengelap pinggir bibir Sasa dengan tisu.Manami yg melihatpun cemburu dan pura pura belepotan berharap Danang jg akan memperhatikannya.Tapi ternyata Danang malah ketawa dan bilang jd mirip Badut. "kenapa kamu jd ikutan belepotan Manami..lihat sini jadi mirip badut,hahahaaahaa..."Ucap Danang mengulurkan tisu ketangan Manami dan menyuruhnya ngelap sendiri. "hahahaaa Mbak Manami lucu kalau kaya badut"Sasa ikut ketawa dengan polosnya. "nih tisu dilap dulu itu bibir kamu jd belepotan" Manami memanyunkan bibirnya sambil mengelapnya pakai tisu dengan kesal,lagi lagi gagal dapat perhatian malah diketawain. ih..gak adil Sasa dibantuin ngelap,aku malah diketawain bukanya dilapin pakai tisu dgn romantis.Manami menggerutu dalam hati.Lalu berdiri mau pergi meninggalkan Danang dan Sasa. "mau kemana?"tanya Danang sambil menahan tangan Manami yg terlihat kesal. "toilet"jawabnya dgn cuek "Sasa ikut ya Mbak?"Manami mengangguk dgn muka datar.Danangpun lalu berdiri dari duduknya. "ya udah Mas Danang antar kalian ya?" "Hah?"tanya Manami terkejut Danang kan cowok masak mau antar ke toilet cewek. "maksudnya sampai depan toilet Mas tunggu diluar" "kita sudah dewasa bisa ketoilet sendiri"tolak Manami kekeh. "dewasa apanya baru jg 12 tahun" "bulan depan sudah 13 tahun jd sudah dewasa"jawab Manami tak terima.Danangpun tersenyum gemas melihat tingkah manami yg selalu tak suka jika dianggap masih anak anak. "ya udah Mas tunggu disini,kalian hati hati ya"kata Danang sambil mengacak rambut Manami gemas.Manami diam lalu menarik Sasa menuju toilet dengan pipi yg merona semu merah karena malu dan deg deg an dengan perlakuan Danang. Danangpun memanikan HP sambil menunggu mereka,tiba tiba dia menghirup aroma jari jarinya yg tadi buat mengusap rambut Manami. "Wangi..bagaimana mungkin bocah seusia dia bisa sewangi ini,bahkan aroma ini sama seperti parfum yg dia pakai waktu pernikahan Hana dan Yuda kemarin."Danang hafal aroma parfum Manami semenjak hari pernikahan Hana dan Yuda.Aroma yg berbeda wanginya lembut,biasanya anak seusia dia beraroma buah buahan entah shampoonya sabunnya tapi Manami beraroma bunga Matsu bunga khas dari Jepang.Memang waktu itu Bu Nindi ketika hamil mengandung Manami Beliau tinggal di Jepang sampai melahirkan dan usia Manami 4 bln baru balik ke Indonesia.Ngidam bu Nindi pun dirumahnya penuh tanaman bunga Matsu,semasa mengandung Manami Bu Nindi sangat terobsesi harus disekitar rumahnya dipenuhi bunga itu. Tak lama kemudian Manami dan Sasa selesai dan kembali dari toilet,Danang yg sadar melihat mereka kembali langsung mengalihkan fokusnya dari handphone. "Sudah selesai?" Manami hanya mengangguk dengan muka cuek "Sudah sekarang kita jalan kemana lagi Mas?"jawab Sasa dengan ceria "gimana kalau kita ketaman ada permainan outbond pasti seru" "yee..mau mau Sasa Mau" "gimana Manami setuju?" "terserah,kemana aja" "ya udah jalan yuk" Hari ini Danang menghabiskan hari liburnya bersama Manami dan Sasa dengan seru,walau kadang Manami bersikap kesal tapi kadang jg bisa ketawa jika melihat Danang yg terus berusaha membuat Manami ketawa.Dan karena memang sifat Sasa yg tulus dan polos ikut menggoda Manami dengan ceria untuk bermain mereka bertiga terlihat seperti seorang Papa muda yg mengajak bermain kedua putrinya terlihat bahagia tertawa bercanda. ** Yuda dan Hana telah pulang nyampai rumah,dan yg pertama Yuda cari adalah kedua adiknya dimana.Bu Nindi yg saat ini sedang bersantai bersama 2 keluarga menjawab,bahwa Danang menjemput mereka untuk diajak keluar jalan jalan.Yuda yg mendengar jawaban Mamanya langsung geram tidak terima. "What..! kenapa kupret tengil itu datang mengambil adik adikku,kenapa Mama biarin sih kalau dia nyulik mereka gimana" "nggak usah lebay.."jawab Bu Nindi sambil melempar kacang rebus ke Yuda dengan kesal.Mana ada penculik seganteng Danang pikirnya. "ih Ma,Si Kupret itu pasti punya motif lain dengan mengambil hati kedua adik ku Ma,pasti biar bisa leluasa dekat sama Hana"jawabnya masih tak terima,justru membuat semua yg diruang itu ketawa melihat kecemburuan Yuda itulah sifat aslinya Posesif. "ih ngapain Mas bawa bawa nama Hana. Mas Danang kan memang udah dekat sama Hana dari dulu malah sebelum Hana kenal Mas Yuda"jawab Hana polos "Sayang belain Suami dong,kok bela dia sih" Hana hanya memberikan ekspresi masa bodoh sambil mengangkat kedua bahunya.Hana ikut bergabung dengan duduk di kursi ruang keluarga ingin ikut mengobrol. "udah lah Mas sini gabung,ntar kalau sudah puas bermain mereka pasti diantar pulang lg sama Mas Danang.Sini minum es sirup dulu biar seger"bujuk Hana pada suaminya yg ngambek kaya anak kecil,dan Yudapun menurut ikut duduk di samping Istrinya. Hallo Guys..Maaf ya baru bisa update lg. Selamat membaca ya jangan lupa like yg belum follow boleh difollow ya terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN