Hari ini adalah hari keberangkatan Yuda dan Hana bulan madu ke Jepang,setelah beberapa hari lalu Yuda beres mengurus Paspor dan visa Hana.Dalam perjalanan Hana hanya diam karena bingung dan mengikuti apa saja yg Yuda arahkan.Bahkan Hana benar benar kagum ketika sedang menunggu di ruang VIP dia penasaran kenapa tidak banyak orang.
"Mas kok Bandaranya sepi?"
"apanya yg Sepi,rame kok"
"trus ngapain kita masuk hotel gini,bukannya kita bulan madunya diJepang?"
Duh Istri gue gini amat polosnya,ketawa ngakak dosa gak sih...Yuda menahan diri untuk tidak ketawa dan ngejawab Hana dengan ledekan cukup hatinya yg bicara dan ketawa.Dia cubit kedua pipi istrinya gemas.
"ini adalah ruang tunggu VIP namanya Sayang,kalau yg rame itu untuk mereka yg beli tiketnya Ekonomi yg murah gitu"Yuda mencoba menjelaskan pada istrinya dengan kalimat yg mudah dipahami.
"hah? berati tiket kita mahal baget dong,ih Mas itu pemborosan namanya.Sudah mahal sepi lagi padahal yg sering Hana lihat di TV itu kan rame enak bisa ngobrol sama yg lain.Kalau sepi begini kan bosen mau ngobrol sama siapa.Kalau yg ditempat tunggu yg rame kan kita bisa Selpi dan kirim kekeluarga photonya"protes Hana panjang kali lebar.Yuda hanya melongo gadis lain akan sangat senang jika diistimewakan dengan layanan VIP,ini malah sebaliknya malah pengen fasilitas umum biasa demi selpie dan tidak boros.Apakah Hana lupa Suaminya Kaya.
"jadi bosen ni nunggu berdua sama suami?"
"emm bukan gitu Mas...ya Udah gak papa,tapi nanti pulangnya beli tiket ekonomi aja ya"
"Sayang...listen-"
"ya Udah nurut aja sukanya Mas gimana" jawab Hana dengan rasa bersalah.
*
Kini ahirnya Yuda dan Hana Sampai di Villa Yuda didaerah Okinawa,Yuda memilih yg dekat dengan rumah Kakeknya.Hana benar benar kelelahan karena sepanjang dalam penerbangan7 jam 20 menit dia sulit tidur.Hana sedikit tegang pengalaman pertamanya naik pesawat membuatnya tidak mau melewatkan waktu dengan tidur.Makan, nonton Movie,melihat pemandangan dari kaca benar benar dia nikmati walau tegang.Yuda yg melihat Hana jadi semakin gemas baru kali ini ada perempuan seperti Hana yg membuatnya berjaga tidak tidur dalam penerbangan.
Kini Yuda dan Hana telah sampai di Villa setelah mendapat jemputan dengan fasilitas dari kakeknya dibandara
"Mas ini Kamar kita?"
"yup..gimana kamu suka?"Hana mengangguk Semangat padahal matanya sebenarnya sangat mengantuk.
"iya Suka, waaaah kaya di film film ya Mas bagus ada bunga ditabur diatas kasur ada angsa ciuman dikasur jg"Yuda ketawa senang atas jawaban polos istrinya.Hana merasa lelah langsung naik kasur dengan semangat,lalu mencoba berbaring tidak peduli bunganya akan rusak.Yuda yg melihatnya jd tak tega untuk menerkamnya,Dia tak mau egois.Yuda dekati Istrinya dan elus lembit kepalanya.
"Sayang Mandi dulu trus istirahat ya"bujuk Yuda
"baik Mas..Hana mandi dulu"Jawab Hana tersenyum,dia berfikir pasti Suaminya akan meminta haknya jd menyuruh mandi.Walau sebenarnya capek Hana selalu ingat pesan neneknya tidak boleh menolak memberikan hak yg diminta suaminya,kecuali alasan tertentu karena tiga hari setelah menikah memang Yuda jg belum meminta haknya.
"iya,Mas mau telp Kakek jg ntar gantian mandinya"Jawab Yuda tersenyum.Hana langsung menuju kamar mandi.Dan Yuda langsung menelpun Kakeknya
"Mosi mosi..Ojīchan, ogenkidesuka?"
(Hallo..Bagaimana kabarmu Kakek?)
"Daijobu,have you arrived yet?"
(Baik,Kamu sudah sampai?)
"Yes Boss..I will visit you Tomorrow"
(ya Bos...Aku akan menjengukmu besok kek)
"okay..let your wife rest first"
(ok,biar istrimu istirahat dulu)
"haik"
(baik kek)
Yuda telah mengahiri panggilan telpun dengan kakeknya.Hana jg telah selesai mandi dan keluar hanya memakai handuk jubah tubuhnya terasa segar, sedang didalamnya memakai inner yg begitu cantik dan s**y hadiah dari Bu Nindi.Dengan gugup Hana mendekati Yuda yg baru mengahiri panggilan telpun.
"Mas mandi sulu,Saya sudah selesai"
Yuda tersenyum menggoda lalu menarik pinggang istrinya untuk memeluk.Dikecupnya pipi kiri istrinya yg terlihat sedikit merona itu.
"wangi.."
"iya kan udah mandi"
Cantik.."
"emm..iy iya kan udah cuci muka"
"I Love you...CUP..."Yuda menggoda istrinya dengan mengecup bibir Hana sekilas.
"Iiih...Mas mandi dulu"Hana mendorong tubuh Yuda kemudian lari keluar kamar menuju dapur untuk mengambil minum karena malu dengan perlakuan Yuda.Yuda terkekeh bahagia setelah selesai menggoda istrinya.
"aduh...jantung kalem dikit kenapa sih,jadag jedug terus kalau jebol gimana.Bikin malu saja"Hana langsung meneguk air setengah gelas agar bisa lebih tenang.
"aduh belum jg malam pertama udah deg degan gini..Kalau dicium saja sudah panas dingin gini ntar gimana layanin suami kamu Hana"Hana menceramahi dirinya sendiri.Kemudian Hana masuk kekamar lagi menunggu suaminya selesai sambil mengeringkan rambutnya.
Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka menampakkan laki laki gagah yg hanya mengenakan jubah mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuk kepala.Yuda berjalan mendekati istrinya yg terlihat kesulitan menelan ludah.
"belum tidur ya Sayang?"
"kan Mas masih mandi"
"jadi nungguin?"Hana hanya mengangguk malu.
"ya Udah Mas keringkat rambut dulu,kamu tunggu sambil berbaring dikasur ya"lagi lagi Hana hanya mengangguk kikuk langsung menuju kasur.Yuda mengernyitkan dahi istrinya kenapa lagi batinnya.Hana berbaring telentang sambil menenangkan rasa gugupnya yg makin menjadi.
Yudapun selesai mengeringkan rambut lalu berbaring disebelah Istrinya.Dia tarik istrinya dalam pelukan,dia mau tidur sambil memeluk istrinya.Yuda menyadari Hana sangat gugup tak seperti 3 hari kemarin ketika berpelukan saat mau tidur.
"Kita tidur ya besok kita berkunjung kerumah kakek"
"tidur doang?"Hana penasaran kok Yuda belum memulai malam pertama malah menyuruh tidur,Dia hawatir suaminya tak tega lg padanya.
"trus..?Sayang mau ngapain lagi?"Yuda pura pura tidak tau.
"ih..Hana udah deg degan dari tadi jg,cuma diajak tidur biasa ternyata"
"hah? memangnya mau tidur yg bagaimana?"
"Apa Mas gak pengen Hana memenuhi hak Mas di Malam pertama yg tertunda?"Yudapun tersenyum menang ahirnya istrinya mulai ada peningkatan.
"aku mau istriku siap dulu"
"udah siap dari tadi jg.seneng banget bikin orang deg degan terus"ucap Hana kesal dengan memanyunkan bibir.Yuda benar benar sudah gak tahan lagi kini pertahanannya goyah.Dia tarik tengkuk istrinya lalu menciumnya,dengan lembut Yuda mengecup kemudian melumat.awalnya Hana yg terkejut melebarkan kedua matanya kemudian memejamkan mata menikmati perlakuan Yuda pada bibirnya.
Yuda melepaskan pautan bibirnya sejenak membiarkan istrinya untuk bernafas.Hanapun membuka kedua matanya dengan nafas memburu.
"apa kamu benar benar sudah siap Sayang?"
"su dah.."jawab Hana gugup.
Kini Yuda benar benar dipenuhi api gairah,apalagi Istrinya yg menyerahkan diri malam ini.
"aku akan melakukannya pelan,dan kamu akan sangat menikmatinya percayalah padaku sayang"ucap Yuda kemudian dia kecup dahi Hana
"I Love You" lalu kedua matanya
kemudian hidungnya,kedua pipinya.
"awalnya akan sedikit sakit sayang"Yuda berbisik ditelinga kanan Hana.membuat bulunya merinding
"tapi aku akan menggantinya dengan kenikmatan"kemudian berganti berbisik pada telinga kiri,membuat Hana merasa seakan darahnya mendidih naik kekepala tanpa sadar melenguh.Lalu Yuda tatap istrinya yg mulai terangsang
Tak membuang waktu Yuda melumat bibir manis istrinya.Awalnya lembut karena Hana mulai membalas dan mencoba mengimbanginya Yuda semakin b*******h,tangannya perlahan menarik tali jubah mandi Hana mencoba melepasnya tak lupa jubahnya sendiri.Dengan lihai Yuda melambungkan Istrinya,Yuda melepas pagutannya.Kemudian menatap tubuh istrinya yg hanya tetutup celana dalam.
"sudah kubilang kalau tidur jangan pakai daleman apapun"goda yuda sambil menggoda d**a istrinya,yg mampu memberikan sensasi luar biasa.
"emm Mama yg nyu ruh pakai ta di,sebel um malam per ta ma"jawab hana terbata sambil menstabilkan nafasnya yg terburu karena ulah suaminya.Yuda yg mendengar jawaban Hana tanpa aba aba langsung mencium bibir istrinya kembali dengan senyum kemenangan.
Pergulatan pemanasan semakin panas
Yuda merasakan istrinya sudah benar benar siap untuk menyerahkan harta paling berharganya padanya.Hana Yg melihat milik Yuda sudah tegak menjadi malu tapi benar benar sudah terangsang pikiranya benar benar tak terkontrol lagi.Yudapun dengan perlahan menyatukan milik mereka,sedikit kesusahan karena ini baru pertama bagi istrinya.Dia lakukan benar benar berhati hati tak mau istrinya manjadi tertekan dan takut.
"Tahan ya...kalau sakit banget boleh gigit pundakku"
Hana hanya mengangguk percaya.
"aahhh..."Hana menahan rasa perih seperti teriris silet tajam didalam mahkota bawahnya.Dia tahan nafas dan perlahan airmata mengalir.Yuda menghapus buliran air mata istrinya.
"Kau sekarang sudah benar benar menjadi Wanitaku seutuhnya sayang bukan gadisku lagi,sudah siap lanjutkan?"
"i..ya.."
"I Love You"
Yuda memulai menggerakkan bagian bawah tubuhnya memompa tubuh istrinya perlahan pelan pelan.Hana masih merasakan perih,namun Yuda terus menambah tempo hentakan merubah rasa sakit yg hana rasakan menjadi rasa nikmat yg membuatnya terus meracau dan mendesah.Yuda semakin ber*****h semakin menggila menambah tempo hentakan tubuhnya sampai mereka berdua mencapai puncak kenikmatan dan melepas benih Cinta bersama yg mereka harap akan melahirkan buah hati mereka.
"Terima kasih Sayang,I Love you"
Ucap Yuda kemudian mencium kening Hana setelah mengahiri ibadah pengantin baru mereka.
Bersambung...
Hallo teman teman selamat menikmati Malam Senin Ya semoga sehat selalu
Sorry episode ini hanya full part pasangan pengantin baru...
Jangan lupa kasih likenya ya tap stiker hatinya dan follow
Terima Kasih.