Azka bukan tipikal orang yang mudah menyembunyikan perasaan. Setiap kali memiliki kesempatan, Azka akan mengatakan yang ia rasakan atau jika tidak memungkinkan ia hanya akan menunjukkannya melalui isyarat tubuh. Ketika Azka merasa risih, ketika Azka merasa senang, dan ketika Azka merasa takut. Dirinya cukup ekspresif sampai akhirnya ia mulai merasa khawatir. Banyak kekhawatiran yang membuat Azka memutuskan untuk tidak mengekspresikan perasaanya seperti dulu. Lalu, secara perlahan-lahan Azka membangun tembok yang menghalangi dirinya dalam mengungkapkan emosi. Sama seperti ketika Azka mengetahui dirinya hamil. Ia khawatir dan takut. Azka takut test pack yang ia gunakan telah rusak sehingga bisa saja hasilnya berbeda dengan kenyataan. Azka takut ketika ia percaya pada satu alat tes kehamilan

