XVII - Rembulan yang Kehilangan Langitnya

2566 Kata

Dahulu Azka hanya mampu membayangkan bagaimana bentuk rumah Hana. Bagaimana suasana rumahnya, bagaimana Hana dan keluarganya menyusun figura di dinding, dan pengharum seperti apa yang ibunya pilih. Hal-hal remeh seperti itu menjadi skenario kecil yang Azka visualisasikan di dalam kepalanya, lalu ketika hari di mana Azka memiliki semua kesempatan itu, ia lebih banyak terdiam. Tepat setelah Azka meminta agar Hana kembali kepadanya—kepada keluarganya—persis seperti dahulu kala, Hana menjawab dengan ragu-ragu. Di kepalanya, Hana sadar kalau ia masih memiliki rasa malu. Hana tidak mungkin kembali setelah menimbulkan banyak kekacauan terlebih pada keluarga yang telah dengan baik hati bersedia untuk menerimanya. Akan tetapi, Hana tidak memungkiri perasaannya. Ia juga ingin kembali. Hana lelah b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN