Tepat di tempat yang minim cahaya itu Pram meminta sopir untuk menghentikan mobilnya. Pria itu bergegas turun setelah menyerahkan selembar uang dengan pecahan paling besar tanpa meminta kembalian. Pram berjalan tenang. Atau ... lebih tepatnya mencoba untuk tetap tenang dalam setiap langkahnya. Pria itu berhenti sebentar menatap pintu gerbang setinggi d**a. Hanya ada lampu kecil berwarna kuning yang berada di dekat pintu gerbang. Perlahan dengan helaan napas panjang, Pram kembali melangkahkan kaki untuk masuk ke tempat yang sejujurnya amat sangat menakutkan baginya. Sebuah tempat yang sekali pun belum pernah ia kunjungi selama ia dinyatakan mati oleh malaikat maut, juga keadaan yang tiba-tiba. Semakin masuk ke dalam tempat itu semakin gelap. Tanah yang menggelembung ditumbuhi rumput hia

