Sepulangnya Pram, seusai makan siang, Bara kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan. Sesekali ia menatap setiap sudut langit-langit kantornya untuk menghapalkan di mana saja letak kamera pengawas dipasang. Diam-diam Bara juga menghitung beberapa kamera yang dipasang semakin rapat di sekitar lobi ruangan Presdir Wijaya saat ia hendak mengantarkan berkas yang perlu ditandatangani oleh bosnya. Gedung yang memiliki lima lantai itu memiliki pengawasan yang cukup ketat, tapi para penjaga atau security pasti sudah dibungkam rapat oleh Wayan Wijaya, 'kan? Sudah pasti begitu, kalau tidak mungkin saja mereka sudah di depak jauh-jauh hari. Atau mungkin justru memiliki nasib yang serupa dengan Pram. Bara memutar knop pintu, ia masuk ke sana sebelum kemudi

