Brak .... Dengan tubuh penat Bara menjatuhkan diri di atas sofa panjang yang berada di ruang tamu, pria itu meletakkan tas kerja yang tersampir pada bahu kirinya, kemudian merebahkan diri memenuhi sofa panjang tersebut. Dengan helaan napas panjang, Bara merogoh saku celananya. Pria itu mengambil sebuah USB berwarna putih lalu menatapnya dengan gelisah. Sehingga suara derap langkah kaki membuatnya segera menoleh. Pram dan Andaru keluar dari satu ruangan yang sama. Kamar Andaru. "Kau pulang lebih cepat?" tanya Pram menghampirinya. Ia duduk di sofa kecil tepat di seberang Bara. Sebuah anggukan dari pria itu membuat Pram turut serta mengangguk. Andaru melangkah lebih dekat, berdiri di dekat meja di anatara kedua pria itu. "Kalau begitu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kalian,"

