Tigapuluh dua : Pulang

1120 Kata

Andaru masih berdiri di depan pintu sambil meremat kesepuluh jemarinya dengan resah. Jaraknya sekitar satu meter dari balik pintu yang terus berdenting. Entah siapa dia luar sana, Andaru bahkan tak berani mengintip keluar. Gadis itu berulang kali menghela napas perlahan, kemudian mengulang kembali menghirup udara secara rakus untuk menetralkan napasnya yang mulai tak stabil. Drrrt ... drrrt ... drrrt .... Andaru terhenyak mendengar getar suara ponsel miliknya sendiri yang berada di meja tak jauh dari posisinya berdiri. Gadis itu mengusap d**a pelan lantas segera memeriksa ponsel berwarna hitam tersebut. Sebuah pesan masuk membuat sepasang mata indahnya membuat sempurna. Ponsel hitam itu terjatuh, diiringi suara gerakan pintu yang cukup keras. Yang sontak membuat Andaru menjerit ketakutan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN