Tiga puluh enam : Di Depan Gerbang kematian

3031 Kata

Sepasang mata sembab Pram masih menatap nisan yang terukir namanya. Berkali-kali pria itu menghela napas, berkali-kali juga rasanya ia dipukul telak oleh realita telat pada titik rasa sakitnya. Meski berat, meski ingin menangis detik itu juga, Andaru tak berekspresi sama sekali. kurva itu sejak tadi diam di sana, tepat di samping Pram menemani pria itu sambil menggemggam tangan sedingin es milik Pram. Hal itu juga yang tanpa disadari mengirs hati Andaru. Bagaimana tidak ia terluka, jika seseorang yang ia cintai begitu dalam terluka tanpa sanggup ia pulihkan. Rasanya ucapan penyemangat seperti apa pun tak akan berfungsi untuk detik ini dan seterusnya. Mengingat keadaan pria yang amat ia sayangi kini telah benar-benar mati. Pram adalah delusi yang amat sangat ia cintai. Pram adalah sebuah en

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN