Empat puluh dua : Untitled

2149 Kata

Dia Abas. Tersenyum miring menatap ekspresi Andaru yang tengah ketakutan, tetapi hal itu justru membuatnya merasa sangat senang. Membuat jantungnya berdebar di balik rusuknya itu. Dengan gerakan selembut mungkin, Abas menyentuh dagu Andaru membuat gadis yang sejak tadi tertunduk ketakutan, atau lebih tepatnya enggan menatap Abas, kini ia mengangkat wajahnya. "Lihat aku, bukannya kau sangat merindukanku? Kenapa kau terus menunduk seperti itu?" bisik pria itu. Andaru tak membalas. Ia tak tau banyak soal Abas. Akan tetapi, semua orang pun pasti sudah tau bahwa lelaki yang berdiri mengurungnya itu adalah seorang tersangka pembunuhan berantai yang lepas dari tahanan. Dan sampai detik ini masih dalam pengerjaan polisi. Apa lagi kejadian di rumahnya dulu, saat gadis itu membuka mata seorang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN