Senja yang kutunggu ternyata bersembunyi pada sepasang mata sendumu. Perlahan tenggelam tanpa salam. Perlahan hilang tanpa saling ingin mengenang. Sejak itu aku menyadari, Bahwa setiap hari yang berarti untuk menanti tidak akan pernah terganti. Sebab kamu telah membawanya pergi. Kenapa segala tentangmu terasa menawan untuk dipandang? Kenapa juga segala tentangmu terlalu indah untuk dilewatkan? Kenapa pula segala tentangmu terlalu berharga untuk dilewatkan? Kamu bahkan hanya singgah beberapa saat. Lalu dengan mudahnya membuatku kagum dengan segala yang kamu miliki. Membuatku jatuh dan rela memberikan segala yang kumiliki tak terkecuali dengan hati. Lantas kamu pergi ..., Tepat saat aku jatuh tersungkur bersama tanah yang basah. Kepergianmu diiringi kemegahan juga gerimis Keper

