Bel masih berdenting membagi-buta, membuat kedua pria yang tengah asik menikmati minuman beralkohol pada pukul tiga dini hari itu saling bersipandang heran. Di sofa panjang gadis yang terlelap itu juga terusik karena suara bel yang terus berbunyi. Gadis itu membuka mata dan menatap sekeliling ruangan yang gelap. Hingga kemudian mendapati Pram dan Bara yang terduduk di dapur berdua. "Siapa yang bertamu malam-malam begini?" tanya Pram. "Kau mengundang temanmu kemari?" Pria itu kembali melontarkan tanya. Bara hanya menggeleng sekilas, pria itu sudah beranjak dari kursi. Setengah terhuyung Bara melangkah meninggalkan dapur mendekati pintu utama yang dikunci menggunakan kode keamanan khusus. "Harusnya, tidak ada satupun kenalanku yang tau tempat ini kecuali kalian berdua," gumam Bara. Bar

