Alif terbangun pagi hari, ia bahkan ketinggalan sholat subuh. Tubuhnya serasa lelah, padahal kemarin ia juga tidak ke kantor. Pria itu seketika tersadar melihat Jihan terbaring dengan mata yang terpejam di sofanya. Ia merasa senang karena melihat Jihan dihadapannya. "Sayang.." Sontak Alif bergegas turun dari ranjang menghampiri wanita itu. Pria itu tampak sekarang duduk disisi sofa, ia mengelus pipi Jihan yang putih seketika Jihan melebarkan bola mata saat Alif hendak mencium. Bugh.. Rama kontan mengepalkan tangan memberi hadiah pagi hari pada Alif. "Apaan sih lu? Waras lu! Gue tekanin ya, GUA NORMAL DAN DOYAN CEWEK!!" Rungut Rama membuat Alif tersentak, ia baru sadar telah berhalusinasi dan bodohnya lagi ia hampir mencium Rama yang bergidik geli pada saudaranya. "Gua pikir lu Jiha

