Mistery Remain Hidden (I)

464 Kata
Keesokan harinya, Riki dipanggil oleh Taiki. “Ke mana saja kau kemarin?” “Kami sibuk mengurusi diri kami selagi anda sibuk mengurus diri anda dengan para gadis-gadis anda itu.” “KAU!!!” Taiki tampak kesal dengan kata-kata abdi utamanya itu. “Hmm, aku mendapat laporan kalau kau mengitari hutan, jangan-jangan kau mencari tempat bernama Takamanomon itu.” “Apapun itu, aku rasa bukan urusan anda seperti yang anda katakan kepada saya ketika anda sedang bermain-main dengan gadis-gadis anda.” “SUNGGUH TIDAK SOPAN!! KAU BERANI BERKATA DEMIKIAN KEPADA PIMPINANMU!!” Riki menatap tajam kepada pimpinannya. Tentu saja, biar bagaimanapun Rikiguro tetap orang yang paling disegani oleh Taiki dari seluruh ksatria di dalam istana tersebut. “Huh, kuberitahu kepadamu, kau tau siapa pemimpin di Takamanomon itu? Orang-orang bilang pemimpin mereka adalah seorang wanita, ya wanita iblis, penyihir yang dapat mengeluarkan api dari tangannya dan melubangi tubuh seseorang kemudian membusukkan dagingnya. Konon katanya penyihir tersebut lahir dari rahim seorang p*****r. Ya, wanita hina!” Tangan Riki terkepal panas, ingin rasanya dia mencabut pedangnya dan menghunuskannya ke d**a laki-laki sombong itu, tetapi dia tetap sabar dan berusaha mempertahankan kehormatannya. “Lihat…” lanjut Taiki sambil memeluk gadis muda yang berada di samping kanan dan kirinya. “Inilah wanita-wanitaku, mereka adalah anak gadis baik-baik.” “Engkau tidak mungkin dapat mempertahankan kesombonganmu seperti itu seumur hidup, ingatlah kalau kau tidak akan hidup selamanya.” balas Riki. “Sudah, tinggalkan ruangan ini, kerjakan sajalah tugasmu.” * * * “Hei, Aikawa, sudah berapa lama kau bekerja kepada tuan Taiki?” “Hmm, ku rasa tidak berapa lama sebelum anda datang, memang kenapa?” “Aku penasaran, apa tuan putri Asuka punya saudara?” “Aku rasa tidak, aku tidak pernah melihat siapa-siapa lagi selain tuan putri Asuka selama aku di sini.” “Atau mungkin Taiki punya istri lagi selain ibu dari Asuka?” “Hm, aku pernah mendengar cerita kalau laki-laki busuk itu menghamili salah satu selir tuanya yang setia hingga akhir hayatnya. Tapi entahlah, aku tidak tahu cerita pastinya.” “Hamil? Lantas di mana anaknya?” “Kalau gosip yang kudengar sih, katanya gugur bersama dengan meninggalnya sang ibu.” “Mungkin Asuka memang punya saudara…” “Memang kenapa?” “Ah, tidak…” Riki berpikir. “Aku rasa anak itu tidak mati dan ibunya juga tidak meninggal, mungkin ada sesuatu.” “Mengapa kau berkata demikian?” “Entahlah, tidakkah kau merasa kalau tuan putri Asuka dan Lady Miyu sangat mirip?” “Iya juga sih, tapi apa mungkin? Bisa jadi hanya kebetulan saja.” Tiba-tiba Aikawa menunjuk dengan ekspresi meledek. “OH!! YA TUHAN, baru beberapa hari kau sudah kangen dengan wanita itu!! Hahahaha kau benar-benar jatuh cinta tuan.” “AH BERISIK SAJA KAU AIKAWA!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN