‘Kekasih hidupku, Yurilian. Hari ini hatiku begitu hancur. Tidak menyangka jika kau telah melahirkan seorang bayi dari orang lain. Dari suamimu, bukan dariku.
Mendengar berita itu saja hatiku langsung tersayat mati, apalagi ketika melihat wajah putramu.
Oh Dewa, oh Dewa yang kuasa. Celaka lah suamimu, Yurilian. Celaka lah putramu. Mereka begitu mirip, dari mata hingga rambut, tidak sama sekali tertinggal. Hatiku terbakar, Yurilian. Hatiku terbakar sampai gosong seperti arang.
Namun, jangan khawatir, Kekasihku. Aku akan tetap memperlakukan putramu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Oleh sebab itu, kuhadiahkan bayi itu pakaian dan berlian, supaya di masa depan ia menjadi lelaki yang tamak oleh harta dan kuasa. Supaya aku dapat menghancurkan buah hatimu itu dengan mudah.
Jangan menyalahkanku. Aku hanya sedang kecewa’
.
‘Untuk Yurilian yang kukasihi sepanjang hayat.
Wahai cintaku, di usia putramu yang ke lima, aku masih tidak dapat mengenyahkan rasa benciku padanya. Jika kau bertanya, mengapa aku seperti itu, karena wajah bocah laki-laki itu sangat mirip dengan suamimu.
Aku membenci anakmu, sebesar kebencianku pada Lycaon.
Kau bahkan tidak akan tahu jika ketika kau memeluk dan menggendong buah hatimu, perasaan cemburuku rasanya ada di ujung jurang. Kebencianku ini benar-benar sudah tidak dapat dibelenggu.
Seandainya kau tahu bahwa akulah yang selalu mencoba mencelakai anak dan suamimu, mungkin kau juga akan ikut membenciku. Ah, aku tidak sanggup melihat wajah mereka yang bahagia bersamamu. Yang ingin kulihat adalah wajah bahagiamu, bukan mereka’
.
‘Yurilian, yang masih kupuja sampai hari ini. Apakah kau sedang berbahagia, Sayang?
Aku juga sedang merasa bahagia. Hari ini, kau melahirkan seorang putri. Saat aku melihatnya, oh, betapa gembira hatiku. Dia seorang bayi yang menggemaskan, matanya mirip denganmu, dan begitu pula senyumannya.
Ada harapan besar dalam dadaku bahwa kelak anak itu akan menjadi seperti dirimu. Aku ingin melihat dirimu yang lain, dan memilikinya jika memang bisa. Sebab aku tahu, Yurilian, bahwa akan mustahil untukku merebutmu dari Lycaon meskipun harus bertaruh nyawa. Yang dapat kuharapkan hanyalah penggantimu, seseorang yang memiliki nilai-nilai sepertimu.
Apa kau tahu bahwa semua kekasih dan istriku selalu menjadi replika dirimu? Oh, kau tidak mungkin tahu. Kau tidak mungkin berpikir begitu tentangku, bukan? Kau memang sungguh baik, Yurilian. Seperti bidadari, melebihi bidadari.’
.
Di tengah rasa khusyuk dan penasaran ketika membaca satu demi satu surat, tiba-tiba Neuri berhenti sejenak. Pada surat ke sekian, perasaan mengganjal yang Neuri tidak sangka-sangka, tiba-tiba menyeruak.
Itu adalah perasaan mengganjal yang aneh. Seperti rasa curiga, dan juga kecewa. Rasanya, tidak mungkin Rowland mencintai ibunya dengan begitu keterlaluan dan tidak masuk akal. Neuri tidak ingin percaya, tapi setiap kalimat yang dibacanya semakin memperkuat semua kenyataan yang tidak ingin ia anggap benar.
Masih ada setitik harapan yang Neuri gantungkan, harapan bahwa Rowland tidak seegois yang dia pikir. Emosi dalam dadanya sangat panas dan membara, seolah bisa meledak lalu memuntahkan lava dan membumihanguskan siapa pun yang menyentuhnya.
Mata Neuri menyala tajam, seolah ingin lekas menguliti seseorang. Namun, sebuah surat yang disodorkan Loqestilla padanya dapat sedikit mengalihkan rasa sesaknya.
Dalam surat entah ke berapa, Neuri membaca sesuatu yang sangat mengerikan.
.
‘Yurilian. Putrimu semakin dewasa, semakin hari parasnya menyerupaimu bagai pantulan cermin. Sangat jelita, sangat sangat jelita.
Rasa cintaku padamu tetap sama, Yurilian. Akan tetapi, aku memiliki keinginan yang lain. Putrimu. Putrimu yang memiliki senyum ceria dan tawa renyah sepertimu dahulu. Dia mengingatkanku padamu ketika masih belia.
Di masa dulu, ketika aku masih menjadi manusia tidak berguna, yang bahkan dilirik najis oleh semua keluargaku sendiri, kau menghampiriku. Kau menawarkan kebahagiaan dan kehangatan yang tulus. Kau tidak keberatan berbicara padaku meskipun mungkin napasku seperti comberan.
Kau tahu, Yurilian. Alasanku selalu berkunjung dengan membawa puluhan kotak hadiah untuk putrimu adalah sebagai rasa pelampiasan ketika muda dulu. Seandainya dulu aku bisa membalas kebaikanmu seperti sekarang, pasti sudah kuhadiahkan ratusan permata dan gaun indah. Pasti aku akan mengajakmu membeli gula-gula di toko permen paling mahal yang ada di kota. Pasti, pasti jika kau menginginkan dunia, akan kuusahakan memberikan semuanya padamu.
Sayang sekali bukan, manusia tidak dapat memutar waktu. Sihir yang sering kali kubeli bukanlah sesuatu yang suci, tubuhku didapatkan dengan sesuatu yang juga tidak suci. Pada akhirnya, membalikkan waktu hanyalah angan-angan dari orang berdosa ini.
Sayang sekali’
.
Pada akhirnya, Neuri menggeletakkan semua surat di tangannya. Membiarkan kertas-kertas itu menjadi tidak berdaya dan berceceran di lantai. Perasaannya benar-benar bercampur tidak terkira.
Ia menghormati Rowland yang meletakkan hatinya pada ibunya. Namun, ia juga membenci orang itu karena telah merusak keluarganya dengan sangat halus. Terlalu lama Rowland berhubungan dengan keluarganya, tetapi mengapa Neuri bahkan sama sekali tidak pernah curiga.
Lalu, apakah selama ini kebaikan Rowland padanya adalah kepalsuan juga? Pada kenyatannya, pria itu membencinya setengah mati, bukan?
Mengapa hidup ini begitu berat? Mengapa tidak ada ketulusan yang benar dan nyata?
“Kenapa semua orang seperti ini … Ferguso … Rowland. Siapa lagi yang akan berkhianat padaku? Siapa lagi?”
Loqestilla tidak mampu memberi jawaban. Ia memandangi Neuri yang seperti kehilangan semua harapan dan pandangan. Tidak mampu memeluk, tidak juga mampu menyembuhkan luka hati.
“My Lord … meskipun saya memiliki banyak kekurangan, tetapi saya berada di sini bersama Anda. Jika Anda mau percaya, saya akan memberikan segalanya untuk Anda.
Neuri mengambil napas panjang. “Miss Loqestilla memang dapat dipercaya. Aku sudah membuat Anda kerepotan seperti ini, tapi Anda bahkan mampu mengorbankan segalanya untukku. Kita bukan siapa-siapa, bukan saudara maupun kekasih. Namun … Miss Loqestilla masih mau berada di samping orang yang kehilangan segalanya ini.” Senyum tipis Neuri penuh dengan keputusasaan yang mendalam. Sepertinya ucapan dan hatinya sedikit bertolak belakang.
Tentu saja ia berterima kasih pada Loqestilla. Namun, untuk percaya … apakah boleh ia meletakkan kepercayaannya pada rubah merah yang seperti iblis di depannya ini? Jika benar seperti itu, ia selamanya tidak akan bisa kembali menjadi orang yang suci.
Loqestilla berada di sisi gelap yang bahkan Neuri pun tidak bisa mampu menembusnya. Wanita itu berada pada level yang sangat berbeda.
Namun, apa salahnya sekalian tenggelam? Toh sudah kepalang tanggung.
“My Lord, kita berdua tidak akan bisa kembali lagi. Seseorang seperti kita hanya bisa saling menguatkan dan percaya satu dengan yang lain. Orang-orang seperti kita tidak bisa menggantungkan kepercayaan pada yang lain.”
Setelah mengambil napas sejenak, Loqestilla melanjutkan, “jika Anda ingin percaya, maka percayalah pada diri sendiri. Atau, jika Anda ingin menyelam dan tenggelam, hanya pada saya Anda bisa melakukannya.”
Dengan bibir tersungging miring, Neuri menyahut, “Miss Loqestilla memang paling pandai berkata-kata.”
“Tapi, terima kasih karena sudah bertahan untuk saya sampai sekarang.”
Loqestilla tersenyum kecil. “Dengan hormat, My Lord.”