RED - 56 : That Love is Blind

1158 Kata
Kerusakan 56 . Di depan perapian yang mulai padam, Neuri tepekur tanpa sedikit pun bicara. Cerita yang dituturkan Rowland, rasanya seperti dongeng semata. Namun, dari semua hal yang masuk ke telinganya, Neuri hanya dapat berkesimpulan bahwa Rowland memang sudah gila. Tentu tidak ada yang salah dengan mencintai orang lain, tapi … kadang cinta yang menggebu pun bisa membuat seseorang kehilangan akal sehat. Meskipun di sisi lain Neuri tidak bisa menghakimi Rowland secara sepihak, tapi tetap saja, semua hal yang terjadi pada keluarganya adalah berkat orang tua di depannya sekarang ini. Memaafkan menjadi hal yang cukup sulit baginya. “Jadi … sejak awal Anda memang memiliki niatan untuk menghancurkan keluargaku?” tanya Neuri kemudian. Suaranya sedikit bergetar, tapi ia tahan supaya kata yang keluar dapat terdengar lebih teratur. “Kehadiran ayahmu dan dirimu lah yang menghancurkan kebahagiaanku,” sahut Rowland cepat. Neuri mendecih jengah. “Berapa kali Anda berusaha membunuh ayahku?” Rowland hanya mengedikkan bahu. Seraya tersenyum miring, ia pun menjawab tanpa rasa bersalah, “Entahlah, terlalu banyak.” Mendengarnya, kepalan tangan Neuri menjadi terlalu erat. Urat-urat di punggung tangannya tercetak jelas dan membiru. “Dulu, aku dan ayahku pernah hampir mati kecelakaan kereta kuda. Apa itu juga bagian dari rencana Anda?” “Mungkin saja.” Pria tua ini benar-benar sudah gila. Neuri ingin sekali berdiri dan menghajar Rowland sampai habis, sampai pria itu terkapar dan terbujur kaku di tanah, tapi ia masih mampu menahan keinginan bengis tersebut meskipun hatinya sudah benar-benar mengeras dan dipenuhi murka. “Lalu, bagaimana dengan Miss Loqestilla?” tanya Neuri untuk ke sekian kali. “Apa Anda juga tertarik padanya karena mengingatkan Anda pada ibuku?” Sesaat, Rowland tampak merenung. Namun, kemudian ia menjawab pertanyaan Neuri dengan raut yang masih terlihat mengawang-awang. “Awalnya, bukan seperti itu.” Ada jeda beberapa detik, sebelum Rowland melanjutkan ucapannya. Di tengah jeda, hanya kemelitik suara api yang terdengar. “Awalnya, aku mendekati Miss Vent karena dia datang bersama denganmu,” ucap Rowland pada akhirnya. “Aku mendekatinya karena mengira dia orang yang spesial untukmu.” “Oh, Anda lagi-lagi berniat menghancurkan kebahagiaanku?” Rowland mengangguk pelan, tapi senyum miringnya yang terkesan mengejek itu terlalu menyebalkan. “Ya. Selama masih hidup, sulit rasanya mengenyahkan kebencianku kepadamu. Itu semua salahmu sendiri, karena wajahmu begitu mirip dengan ayahmu.” Buku-buku jari Neuri saling mengerat, rasanya tidak sabar ia hantamkan ke wajah Duke of Clemente yang masih saja memperlihatkan keangkuhan tanpa penyesalan. Tanpa diminta, Rowland melanjutkan pengakuannya. “Awalnya kukira, Miss Vent adalah wanita yang mudah ditakhlukkan. Ia sopan dan senyumnya sangat polos, mirip wanita miskin yang tergiur oleh cinta dan pria kaya. Berbicara dengannya pun bukan hal yang menyulitkan. Dia selalu menanggapiku dengan baik, seolah tidak pernah lelah dengan semua bujuk rayuku. Namun, semakin lama aku bersamanya, aku malah terpikat dengan gerak-geriknya. Kadang, caranya bicara dan berpendapat jadi mirip dengan ibumu. Meskipun wajah mereka berbeda, dan tentu ibumu jauh lebih cantik darinya, tapi sifat dan kelakuannya selalu membuatku terpana. Caranya menerima dan menolak kehadiranku benar-benar mirip ibumu. Dia tidak pernah marah, caranya mengontrol emosi harus diberi penghargaan. Benar-benar gadis yang baik.” “Tapi Miss Loqestilla tidak sebaik yang terlihat di kulit luar.” Rowland mengangguk setuju. “Ya … akhir-akhir ini aku sadar itu. Rupanya dia hanya gadis yang manipulatif.” “Tapi Anda tetap ngotot ingin bersamanya.” Rowland mengangguk lagi. “Jika aku pura-pura tidak tahu sifat aslinya, dia pasti akan terus berpura-pura selamanya. Dia tipe yang seperti itu.” Dahi Neuri berkerut samar. “Mengapa Anda berkesimpulan seperti itu?” Senyum Rowland semakin lebar. “Karena dia bersikap seperti itu kepadamu, ‘kan? Kau tidak akan tahu apa saja yang sudah diperbuatnya di belakangmu jika kau tidak mencari tahu sendiri. Dia menyembunyikan banyak hal darimu.” “Apa maksud Anda?” Rowland terkekeh samar. “Memangnya kau pikir, siapa yang mencabik-cabik pelayan Lady Amy?” Sejenak, Neuri hampir tidak ingin mempercayai ocehan Rowland, tapi ia pun tidak bisa mengabaikan begitu saja. “Tapi, mana mungkin ….” suara Neuri hampir tercekat. “Dia tidak memberitahumu, ‘kan?” tanya Rowland dengan sudut bibir tersungging ke atas. “Jangan berbohong!” “Aku tidak berbohong, Lycaon. Kau pikir, mengapa aku menyembunyikan kasus pembunuhan itu dan menyuruh semua orang tutup mulut? Tentu untuk melindunginya.” Neuri hampir kehabisan kata. Rowland pun melanjutkan. “Apa kau pernah melarangnya untuk mengisap darah korbannya? Jika iya, mungkin itu yang menjadi alasannya tidak menyesap darah pelayan Lady Amy dan hanya melakukan pembunuhan brutal seperti itu.” Kali ini, Neuri benar-benar kehilangan kata-kata. Otaknya tidak mampu bekerja dengan jernih, dipenuhi dengan ingatan-ingatan mengenai percakapannya dengan Loqestilla di masa lalu. Di antara ingatan tersebut, ia menemukan satu ingatan kecil. Dulu, ketika usai ia dan Loqestilla bertarung melawan assassin di hutan Lunadhia, ia sempat memperingatkan Loqestilla untuk tidak memakan lawannya, dan rubah betina itu menyanggupinya. Wanita itu benar-benar … ah, Neuri tidak bisa menjelaskannya dengan benar. “Bagaimana, apa kau sudah ingat?” Rowland terkekeh lagi dan lagi. “Orang sepertimu mungkin akan sulit hidup bersama wanita seperti itu. Tapi aku tidak. Aku bisa menerimanya walau dia berpura-pura. Asalkan dia bisa mengingatkanku pada sesuatu yang membuatku bahagia, aku bisa hidup bersamanya.” Awalnya, Neuri ingin murka, tetapi ia mampu mengontrolnya dengan sempurna. Wajahnya yang sempat tegang dan tampak ingin muntab itu segera berubah tenang. Sebab, seperti apa pun ucapan Rowland, ada satu hal yang pria tua itu masih tak mampu untuk paham. “Duke of Clemente, apa Anda tahu mengapa ibuku, adikku, maupun Miss Loqestilla tidak pernah mampu kau miliki?” Rowland mengerutkan kening, menunggu Neuri dengan lebih sabar. “Karena mereka semua tidak menginginkanmu.” Gelas di atas meja pun melayang dengan cepat ke kepala Neuri. Wine di dalamnya tumpah ruah membasahi wajah yang sejak awal sudah dipenuhi jelaga dan keringat. Pecahan gelas yang tajam menancap di kulit wajah Neuri dan menciptakan luka berdarah. Semua itu terjadi karena Rowland tiba-tiba saja mengamuk hebat. Ucapan Neuri membuat Duke of Clemente tersebut meradang bukan kepalang. Seraya terkekeh keras, Neuri mencabuti pecahan gelas di dahi dan pelipisnya. “Anda masih saja tidak bisa menerima kenyataan. Padahal, ada banyak wanita yang sudah bersedia menyerahkan hati dan raganya untuk Anda, tapi yang Anda pikirkan hanya ibuku, ibuku, bersusah-susah mencari pengganti ibuku! Itu bukan cinta! Itu obsesi!” “Anak kecil sepertimu tidak tahu apa pun!” Rowland mulai tak dapat mengontrol suaranya. Volume teriakannya sampai menggema hebat di ruangan tersebut. “Kau tidak pernah memiliki orang yang dicintai sepenuh hati! Kau tidak tahu apa pun! Hidupmu sejak kecil sudah diberkati oleh cinta! Kau tidak tahu perasaanku!” “Aku memang tidak tahu! Buat apa aku tahu perasaan kriminal sepertimu! Kau membunuh keluargaku! Buat apa aku memahamimu!” Mendengar itu, mata Rowland menjadi memerah. Amarahnya sudah sampai kepala. Komat kamit mulutnya, membaca mantra entah apa. Sebab, setelah itu api di perapian menjadi semakin besar, lalu bergerak seperti ular untuk mencaplok tubuh Neuri. Neuri menghindar dengan cepat. Dengan jiwa yang sadar, ia berusaha memanggil sesuatu dalam dirinya, berusaha mendapatkan kekuatan dari iblis yang mengaku-aku telah memberinya kekuatan. Kedua tangannya pun mulai tumbuh rambut, semakin lama semakin lebat. Kukunya yang memanjang dan menghitam, seolah bisa digunakan untuk mencakar tembok hingga berlubang. “Kau bukan penyihir, bagaimana bisa kau mengendalikan api?” tanya Neuri ketika ia mulai berhadap-hadapan dengan Rowland di tengah ruangan. “Bukan urusanmu, b*****h!” Tanpa banyak bicara, Rowland bergerak untuk mengambil pedang yang terpajang jelas di tembok. Dibukanya sarung pedang tersebut dan digenggam gagangnya dengan kuat. Neuri membiarkannya saja, toh pertarungan ini pasti tidak akan menjadi sesuatu yang adil. Pada akhirnya, Rowland dengan pedangnya, dan Neuri dengan kekuatan barunya, saling berhadapan dan seolah ingin saling menerkam. Di lorong yang gelap dan hitam, suara desingan pedang yang bergesekan dengan kuku-kuku seekor monster, terdengar samar-samar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN