RED - 55 : Ending of Crazy Love

1405 Kata
Kerusakan 55 Doa Rowland benar-benar dikabulkan. Padahal, ia sangat yakin bahwa lehernya sudah digorok hingga darahnya menetes kering. Namun, tak berapa lama rasa sakit itu menghilang, benar-benar menghilang seolah tubuhnya tidak pernah mengalami apa pun. Hal paling mengejutkan setelah ia membuka mata adalah bahwa keberadaannya kini ada di tempat asing yang terlalu … mewah, terlalu di luar penalarannya. Kasur yang lembut dan empuk, selimut hangat yang membungkus tubuh, langit-langit kamar dengan lukisan para malaikat, kelambu sutera yang menguarkan bau wangi, dan … dan … orang-orang asing yang tidak dikenalnya tengah menatapnya dengan raut bahagia. Siapa mereka? “Rowland putraku, akhirnya kau bangun, Nak. Ibu sangat bahagia.” Seorang wanita dengan rambut pirang bagai emas, mengecup dahinya sayang. Kemudian seorang lelaki dengan tubuh tegap dan rambut lebat kecoklatan, ikut memberi senyum lembut padanya. Mereka mengaku sebagai ayah dan ibunya, mengaku bahwa telah hampir putus asa dengan Rowland yang koma selama beberapa minggu. Seorang penyihir mengatakan bahwa ia telah membawa jiwa anak dari pasangan suami istri tersebut kembali, membawa Rowland kecil yang manis dan tampan untuk hidup setelah hampir mati keracunan makanan. Saat itu Rowland pun sadar, bahwa jiwanya yang seharusnya pergi ke akhirat, telah dipanggil untuk mengisi jasad lain yang tidak terselamatkan. Namun, Rowland tidak merasa bersedih hati. Ia tersenyum dengan begitu khidmat, menyambut kedua orang tua barunya dengan hati gembira tak terkira. Siapa pun yang telah mengabulkan doanya, Rowland sangat berterima kasih. Sebab, hidupnya kini pasti akan lebih baik daripada sebelumnya. Ada harapan di masa depan. Ada kesempatan baginya untuk memiliki waktu yang menyenangkan dan membahagiakan. Serta, ada masa baginya untuk balas dendam. . *** . Baru Rowland tahu jika ia ternyata berada di dalam tubuh seorang pemegang sendok emas. Jiwanya yang hina ini, masuk ke dalam tubuh seorang bocah priyayi kalangan atas, anak dari Duke of Clemente yang tersohor karena kedudukan tingginya, keturunan murni kerajaan, dan juga harta melimpah bagai tumpukan gunung. Ah, betapa beruntung Rowland kali ini. Jika ia seperti ini, jalan untuk kembali bertemu dengan Yurilian sangatlah terbuka lebar. Ia bahkan hanya perlu mengirim surat panggilan, dan Yurilian beserta keluarganya akan datang langsung ke rumahnya. Sangat menyenangkan, bukan? Pada akhirnya, di tubuh baru yang begitu sehat dan indah, Rowland melalui hari-harinya dengan gembira dan suka cita. Ia mencari informasi tentang keluarganya terdahulu yang ternyata semakin melarat. Baron O White memiliki banyak sekali hutang karena kelakuan beberapa anak laki-lakinya yang suka berjudi dan bermain di p*******n. Tiga dari kakak perempuannya bahkan rela menjadi gundik untuk mendapatkan uang yang lebih banyak. Ibunya sakit-sakitan, sehingga biaya untuk obat semakin melambung. Ayahnya, lebih tepatnya, mantan ayahnya, pontang panting mencari pinjaman. Gali lubang tutup lubang. Bahkan rela menjual tanahnya kepada bangsawan lain supaya mendapat dana lebih untuk menghidupi semua anggota keluarganya. Rupanya juga, alasan Rowland dijual pun karena keluarganya memang sudah tidak bisa lagi merawatnya dengan benar. Mungkin mereka kira, setelah ia dijual, ia akan ditampung oleh seorang yang mampu memberinya makan dengan baik. Namun, kenyataannya, Rowland hanya dijadikan sesembahan untuk sebuah ritual tidak masuk akal. Sejenak, ia merasa senang melihat keluarga lamanya dipenuhi dengan penderitaan karena berhutang. Akan tetapi, mereka tetap pernah menjadi keluarganya. Di sudut hati, Rowland ternyata merasa sedikit nyeri mendapati keluarga Baron O White begitu menderita. Ah, keluarganya memang sedari awal sudah miskin. Semakin lama bukannya bertambah kaya, tapi malah semakin miskin. Anak banyak, gelar rendahan, warisan sedikit. Apa lagi yang bisa diharapkan dari keluarga itu? Pada akhirnya, Rowland secara diam-diam membayarkan hutang keluarga Baron O White. Membeli tanah yang tadinya dijual dan dikembalikan kepada keluarga tersebut. Entah di masa depan mantan keluarganya itu akan terus menjalani hidup yang rusak, atau memperbaikinya di kemudian hari, Rowland sudah tidak peduli. Ia sudah tidak memiliki niat untuk balas dendam, tapi juga tidak ingin lagi berurusan. Lagi pula, Rowland Ercester hanya tinggal nama. Sekarang, namanya adalah Rowland Rathmore Lubbock, pewaris utama gelar Duke of Clemente berikutnya. . *** . Menjalani hidup sebagai tuan muda kaya raya dengan fisik hampir sempurna, membuat kepercayaan diri Rowland berada di atas langit. Ia selalu berpikir bahwa dengan wajah yang tampan, harta bergelimang, mendapatkan Yurilian akan semudah menjentikkan jari. Bahkan, saat Rowland dengan gamblangnya mengatakan pada kedua orang tuanya bahwa ada seorang anak gadis yang ingin ditunangnya, Duke maupun Duchess of Clemente mengiayakan dengan terlalu mudah. Sayang beribu sayang, cinta tidak dapat dipaksakan, takdir yang mulus tidak bisa bisa selamanya tanpa hambatan. Sebab, ketika sekali lagi Rowland dipertemukan dengan Yurilian, gadis itu menatapnya seperti melihat orang asing. Yurilian yang dipuja itu … yang selalu dianggap Rowland sebagai malaikat dalam hidupnya, sama sekali tidak mengenalinya. Pertama mereka bertemu kembali, kata yang diucapkan Yurilian sangat membuat hari Rowland kecewa. Gadis itu dengan entengnya bertanya, “Anda siapa?” Ah, untuk sejenak, Rowland lupa jika dia yang sekarang memiliki tubuh yang berbeda. Ia lupa bahwa yang dikenal Yurilian bukanlah Rowland Rathmore Lubbock, melainkan Rowland Ercester yang b***k dan jelek, yang pemalu dan penakut, yang bahkan untuk menerima coklat pun tangannya sampai bergetar hebat. Hal paling menyakitkan lainnya adalah bahwa Yurilian yang diingkan itu, rupanya tidak menginginkanya. Yurilian tidak bisa dipaksa mencintainya, terlalu setia dengan Lycaon yang-katanya-berhati sebaik malaikat. Meskipun begitu, Rowland tidak mempermasalahkannya. Ia tetap berada di sisi Yurilian karena hal itu satu-satunya yang membuat jiwa dan raganya damai. Ia menemani Yurilian sampai gadis itu menjadi remaja. Ia terus menemani Yurilian sampai gadis itu menikah dengan lelaki yang dicintai. Ia terus dan terus menemani Yurilian sampai pujaannya itu memiliki buah hati yang menggemaskan. Rowland terus dan akan terus berada di samping Yurilian sampai berapa pun lamanya waktu berlalu. Bahkan, karena tidak dapat menikahi satu-satunya wanita yang dicintai, Rowland terus mencoba mencari pengganti. Ia meniduri gadis-gadis dengan ciri-ciri seperti Yurilian, entah itu dari mata yang coklat terang, rambut yang bergelombang, bibir yang merekah merah muda, atau kulit putih dengan sedikit bintik di wajah. Terus, terus Rowland seperti itu. Saat menikah pun, ia selalu mencari istri dengan ciri khas seperti Yurilian. Dari istri pertama dan seterusnya, juga ke semua gundik-gundiknya. Hingga di suatu masa, ia menemukan satu orang lain yang memiliki wajah sama persis seperti Yurilian. Bahkan suara mereka pun sama, dan binar di mata keduanya pun sama. Saat itu, Rowland sudah begitu tua, sedangkan kloningan Yurilian itu masih berbentuk anak kecil yang belum bertumbuh sempurna. Namun, Rowland terus menunggu, menunggu hingga anak kecil itu bertumbuh menjadi dewasa. Hingga waktu itu pun tiba. Anak kecil yang dulu suka bergelayut di kakinya dan meminta permen itu, benar-benar menjadi gadis remaja yang ceria dan menarik. Kemiripannya dengan Yurilian hampir seratus persen. Gadis itu pun memiliki nama yang indah dan menawan, nama panjangnya adalah Lacresia Anna Lycaon, anak ke dua dari pasangan Michaellin dan Yurilian Lycaon yang membawa keceriaan dan kebahagiaan untuk semua orang. Ketika usia Lacre sudah enam belas tahun, waktu yang matang untuk dipersunting seorang gentleman, Rowland pun maju terlebih dulu untuk mendapatkan gadis itu. Namun, entah kutukan apa yang diberikan Tuhan pada kisah cintanya. Alih-alih berhasil mendapatkan Lacre, Rowland menerima penghinaan yang begitu membuat hatinya sakit. Selama berhari-hari ia bahkan terkurung dalam nestapa, merenung dan bersedih seperti kehilangan dunia untuk ke sekian kali. Gadis itu, Lacre yang dikenal bermulut pedas, dengan berani menolak lamaran Rowland tanpa sedikit pun simpati. “Usiamu sudah sepantaran papaku. Mana mungkin aku menikah dengan paman. Lagi pula, sepertinya yang paman cari bukan diriku, tapi ibuku, kan? Aku tahu! Paman selalu melihat ibuku dengan pandangan berbeda! Jangan sekali-kali menjadikanku sebagai pengganti! Lagi pula kau sudah punya banyak istri, bahagiakan saja istri-istrimu dan menjauh dari kehidupan keluargaku yang bahagia.” Keluarga yang bahagia, katanya. Di dalam ruangan yang gelap dan hening, Rowland selalu mengulang-ulang ucapan Lacre dalam ingatannya. Ia selalu menyalahkan Lacre yang dianggapnya tidak tahu apa-apa, menyalahkan Lacre yang lahir dari buah kasih Yurilian dan Michaellin, menyalahkan Lacre yang begitu mudah membaca isi hatinya. Hingga pada akhirnya, ia berencana menghabisi gadis itu dengan menyewa beberapa assassin. Sayangnya, rencana kecil tersebut berubah menjadi bencana. Niat semula untuk menghilangkan nyawa Lacre juga berakibat pada kematian Yurilian yang dipujanya. Di kalangan masyarakat umum, tersebar berita bahwa keluarga Lycaon dibantai oleh seorang saingan bisnis. Namun, kenyataannya, p*********n tersebut karena sebuah ketidaksengajaan. Rowland memang memerintahkan sejumlah assassin, tapi para pembunuh tersebut tidak sengaja membantai karena satu dan lain hal. Rowland bahkan tidak tahu kronologis kejadian yang sebenarnya. Ia hanya tahu bahwa ketika orang utusannya kembali, berita kematian yang dibawa bukan hanya atas nama Lacre, tapi juga membawa berita duka dari hampir seluruh keluarga Lycaon. Menyisakan Neuri Lycaon yang entah bagaimana bisa bertahan dan berhasil membunuh sebagian utusannya. Rowland memang membenci seluruh keluarga Lycaon, terutama Michaellin dan Neuri yang dianggapnya sebagai antagonis paling menjengkelkan. Ia bahkan berulang kali mencoba melakukan pembunuhan kepada dua orang itu. Berharap suatu saat Yurilian akan sendirian dan akhirnya dapat ia takhlukan. Hanya saja … rencana yang buruk, memang selalu berakhir dengan hasil yang bahkan lebih buruk. Seperti hilangnya nyawa Yurilian akibat kecerobohannya sendiri. Benar-benar bodoh … benar-benar bodoh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN