RED - 32 : Out of Plans

2489 Kata
Kerusakan 32 . Siapa sangka, jika malam sebelum pesta pernikahan, Duke of Clemente mengadakan pesta dansa di halaman rumahnya. Bukan hanya bangsawan yang boleh datang, ia pun mengundang orang-orang desa. Lebih mengherankan lagi, ia mengundang orang-orang dari berbagai wilayah. Ia bilang, sebelum menikah dengan Lady Bolia Evergreen yang akan menjadi istri nomer empatnya, ia ingin membahagiakan seluruh rakyat Norland. Tanpa diketahui para bangsawan, ia sudah menebar selebaran ke berbagai tempat, mengundang mereka untuk datang ke acara yang ia selenggarakan. Hal tersebut membuat seluruh halaman rumah Duke of Clemente dipenuhi orang-orang. Bahkan, undangan yang datang membeludak bak orang-orang yang ingin berdemonstrasi. Mau bagaimana lagi, selain pesta kerajaan, sangat jarang rakyat biasa mendapat undangan dari bangsawan. Mereka tidak ingin ketinggalan menikmati makanan gratis dan bertemu dengan orang-orang terhormat. Di halaman rumahnya, Duke of Clemente bersama Lady Freya dan Lady Bolia berdiri berdampingan, menyalami rakyat jelata yang ingin menyapa mereka. Berkat hal itu, puji-pujian terus menerus datang pada sang duke. Orang-orang selalu mengagungkan betapa dermawan dan baik Duke of Clemente. Beliau adalah seorang bangsawan yang langka, berhati seperti malaikat, loyal, dan pasti bisa diandalkan oleh rakyat di masa depan. Di kejauhan, seseorang bahkan berseru dengan bangganya jika suatu hari, seandainya Duke of Clemente dicalonkan sebagai pewaris raja berikutnya, orang itu akan dengan senang hati mendukung sang duke. Herannya lagi, banyak orang yang menyutujui ceracauan yang secara tidak langsung sebenarnya sangat menyinggung pewaris kerajaan yang sesungguhnya. Namun, apa boleh buat. Semua sudah seperti ini. Orang-orang tidak akan bisa mengontrol lidah mereka untuk mengucapkan kalimat-kalimat sarat jilatan. Pada pertengahan pesta, sekitar pukul tujuh malam, kereta kuda dari kerajaan tiba di halaman yang luas dan dipenuhi orang. Semuanya pun membulatkan mata lebar-lebar. Tidak percaya bahwa mereka bisa bertemu dengan orang dari kerajaan. Benar saja, pangeran ke dua dan ke tiga kerajaan Norland datang bersama istri mereka masing-masing. Mereka bilang mau datang demi Rowland, paman mereka yang sangat disayangi dan dihormati. Suasana malam itu benar-benar seperti sebuah kekacauan bagi Neuri. Dengan tangan yang sejak lama sudah bergetar, ia masih wajib untuk menyapa kedua pangeran tersebut. Di sampingnya, Loqestilla terus menerus menggenggam tangannya. Berusaha meredam perasaan gelisah yang terpancar jelas di kedua mata dan aroma keringat Neuri. “My Lord.” Loqestilla selalu memanggil nama Neuri, berkali-kali. Entah sudah berapa kali di malam ini saja. Sebab, jika dia tidak membuat Neuri tetap sadar, mungkin hal yang tidak diinginkan bisa tiba-tiba terjadi begitu saja. “Lord Neuri, saya selalu bersama Anda.” Tidak bisa menjawab dengan suara yang biasa ia gunakan, Neuri hanya mengangguk kecil. Saat tiba gilirannya untuk menyapa dua pangeran dari Kerajaan Norland, Neuri berusaha secepat mungkin menyelesaikan bagiannya. Ia ingin segera pergi dan membebaskan diri dari perasaan yang mencekik jiwanya. Sesekali, ia akan melirik ke atas, melihat pergerakan bulan purnama yang kian sempurna. Namun, ketika ia telah memberi salam dan penghormatan bagi kedua pangeran, salah satu dari pangeran tersebut tampak tidak ingin melepaskannya begitu saja. “Earl of Lunadhia, berarti kau nantinya akan menikah dengan orang biasa?” Sebenarnya pertanyaan itu tidak datang dengan nada menghina, hanya lebih ke arah penasaran yang tinggi dan antusiasme yang kuat. Namun, seperti apa pun pertanyaan tambahan untuknya, Neuri hanya mampu mengangguk. “Benar, Your Majesty.” Pangeran ke dua Kerajaan Norland, Pangeran Illian, yang memberi pertanyaan tersebut mengangguk-angguk mengerti. Matanya yang biru jernih semakin bersinar karena rasa keingintahuan yang begitu tinggi. “Dari mana Miss Loqestilla Vent ini berasal? Sepertinya bukan dari Leifia?” tanyanya lagi. Loqestilla pun menekuk kakinya sebentar, “Dengan segala hormat, Your Majesty, saya berasal dari Trygvia.” “Ooh, dari Trygvia? Kerajaan para monster, bukan? Apa kau kenal Chernaya Zmeya? Aku sering sekali mendengar namanya, tapi sampai sekarang pun aku masih belum sempat bertemu dengannya. Kudengar semua rakyat Trygvia mengenalnya.” “Saya mengenalnya, Your Majesty.” Pangeran Illian mengangguk-angguk bersemangat. “Di Norland ini, meskipun sudah terbuka untuk ras lain, tapi jarang sekali ada demihuman yang berkunjung ke sini. Mungkin karena kerajaan ini belum begitu terkenal di mancanegara. Lagi pula, kita hanya Kerajaan Bagian dari Leifia, bahkan Raja Leifia sendiri mungkin lupa jika punya Kerajaan Bagian bernama Norland. Itulah mengapa aku sangat senang bisa bertemu dengan orang-orang dari ras berbeda-beda. Seperti kehadiran Lady Freya, aku juga akan sangat bahagia jika kau bisa menjadi bagian dari bangsawan yang ada di Norland. Selamat atas pertunanganmu, Miss Vent.” “Terima kasih banyak, Your Majesty. Semoga Dewi Bulan yang kami sembah akan senantiasa memberikan rahmatnya pada Kerajaan Norland.” Pangeran Illian mengangguk-angguk. “Ah, di Lunadhia menyembah Dewi Bulan, ya? Aku sangat menyukai orang-orang yang menyembah Dewi Bulan. Mereka sangat lembut dan baik hati. Tidak heran jika keluarga Lycaon juga dikenal sangat baik hati. Kau pun terlihat demikian Miss Vent. Sangat cocok untuk orang-orang sepertimu menyembah Dewi Bulan.” “Sekali lagi terima kasih, Your Majesty. Pujian tersebut akan selalu saya simpan dalam sanubari.” Pangeran Illian seperti ingin mengatakan banyak hal lagi, tetapi niatannya itu terkendala oleh cubitan istrinya yang dilakukan sepenuh hati dari belakang tubuhnya. Hal itu membuat Illian meringis dan akhirnya membiarkan pasangan Neuri-Loqestilla pergi. Ia pun berganti menyapa bangsawan lain yang sudah mengantri. Setelah berhasil melepaskan diri dari Pangeran Illian, Loqestilla segera mengajak Neuri untuk pergi jauh dari kerumunan. Ia sudah mendapatkan tempat bersembunyi yang dianggapnya bagus dan tidak terjangkau orang lain. Untung saja selama beberapa hari ini ia suka berkeliaran sendiri. Beruntung sekali karena tidak ada yang mau berteman dengannya sehingga eksplorasi Loqestilla tidak terganggu siapa pun. Ternyata, kegigihannya untuk menjelajah tempat baru sangat berguna untuk saat-saat seperti ini. Itulah mengapa, ketika Neuri meminta bantuan padanya untuk mencarikan tempat bersembunyi, Loqestilla bisa dengan mudah menemukannya. Setelah melewati taman belakang, Loqestilla secara sembunyi-sembunyi membawa Neuri ke dekat kandang kuda. Di balik semak-semak rimbun kandang kuda, di dekat tembok, ada jalan tersembunyi yang mengarah ke sebuah bangunan terbengkalai yang digunakan sebagai gudang penyimpanan kayu. Tempat itu hampir sama sekali tidak pernah dikunjungi siapa pun. Bagian dalamnya luas meskipun dipenuhi tumpukan kayu serta sarang laba-laba. Debu-debu tebal dan jamur menjadi hiasan alami bagi kayu-kayu yang sama sekali tidak tersentuh. Lewat jendela yang mudah disusupi, Loqestilla membawa Neuri ke gendongannya dan membawanya terbang, ia masuk lewat jendela yang tidak terlalu lebar dan dengan pelan-pelan menyusupkan Neuri. Meskipun sangat sulit karena terbang seraya membawa orang lain, tapi Loqestilla berhasil melakukannya dengan baik. Ia pun masuk lewat jendela, dan mengunci jendela tersebut dengan kayu-kayu yang ia paksa menjadi penghalang supaya tidak dibuka orang. Di lantai gudang yang tebal oleh debu dan berbau lembap, Neuri mulai bergulung-gulung seraya mencengkeram erat pakaiannnya. “My Lord, My Lord. Tenanglah, aku ada di sini. Anda bisa mengontrol diri.” Dikarenakan sudah terlalu lama menahan perubahannya, Neuri benar-benar sudah merasa kesakitan. Ketika Loqestilla membantunya membuka pakaian, otot-otot kemerahan sudah menyembul dari tubuhnya. Disusul kemudian rambut yang mulai melebat di tangan dan kedua kakinya. Seraya memosisikan diri seperti singa yang siap mengaum, wajah Neuri mulai berubah perlahan. Moncong mulutnya semakin panjang dan gigi-giginya semakin runcing, berubah perlahan seperti gigi monster. Akan tetapi, di tengah perubahan yang seharusnya begitu sakral, dengan rembulan bulat sempurna yang cahayanya mampu memberi kehangatan, pintu gudang kayu itu tiba-tiba saja terbuka lebar. Loqestilla tersentak, Neuri yang sudah separuh berubah menjadi monster tidak bisa menahan diri membelalakkan mata. Kesadaran yang menipis membuatnya tidak mampu mengontrol perubahannya sendiri maupun perilaku kebinatangannya. “Monster! Ada monster!” Terdengar suara seseorang berteriak. Dengan wajah yang begitu panik, Loqestilla melempar pakaian Neuri untuk menutupi wajah yang sudah berubah seperti serigala raksasa. Ia berusaha sangat keras untuk menyembunyikan Neuri ke dalam kegelapan supaya tidak terlihat. Namun, semua yang direncanakan seolah hanya angan semunya. Tiba-tiba saja, cahaya yang sangat terang menyorot tubuhnya dan Neuri. Cahaya tersebut berasal dari bola-bola sihir yang entah sejak kapan dilesatkan ke atas. Saat Loqestilla sadar, dia dan Neuri sudah terkepung oleh banyak orang. Apa yang sedang terjadi? Siapa orang-orang ini? Mengapa seolah mereka sudah tahu bahwa Loqestilla dan Neuri berada di sini sejak awal? Seolah perubahan Neuri adalah suatu tindak kriminal yang sudah ditarget dan siap dibongkar oleh sekumpulan polisi. “Miss Vent, menjauh dari makhluk itu!” Sebuah suara terdengar menginterupsi. Ketika Loqestilla menoleh, itu adalah suara Duke of Clemente yang mencoba meraihnya. Loqestilla bergeming. Ia bertahan di depan Neuri yang mulai berubah semakin besar. Cakar dan taring Neuri telah keluar semua, sayap kelelawarnya membentang lebar dan mengerikan. Dengan Naluri binatang buasnya, Neuri pun mengaum seperti serigala. Sosoknya benar-benar menyerupai monster dalam dongeng yang ditakuti banyak orang, yang selalu menjadi mimpi buruk anak-anak kecil. Melihat bagaimana monster itu mengaum seolah memberi ancaman, para penyihir yang berkumpul pun melesatkan tembakan-tembakan energi kepada Neuri. Akan tetapi, dengan sangat panik dan perasaa yang masih diliputi ketidak percayaan, Loqestilla menangkis semua serangan tersebut dengan sabetan anginnya. “Menyingkir kalian semua. Menyingkir! Ini tidak seperti yang kalian kira. Dia tidak akan menyakiti siapa pun selama kalian tidak mendekat!” Loqestilla berteriak sekuat tenaga, berharap suaranya mampu didengar dengan baik sehingga orang-orang itu tidak lagi menyakiti Neuri. Sayangnya, ucapan Loqestilla hanya seperti angin lalu. Tembakan-tembakan sihir dilancarkan dengan begitu membabi buta. Loqestilla pun menjadi tidak segan-segan untuk menghalangi apa pun yang datang kepada Neuri. Dia tidak akan tega membiarkan orang-orang itu menyakiti tuan yang begitu dihormatinya. Sama seperti Loqestilla yang sangat gigih mempertaruhkan hidupnya untuk Neuri, suara Duke of Clemente juga terdengar begitu gigih menyebut-nyebut nama pujaan hatinya. Duke tersebut selalu membujuk Loqestilla untuk menyingkir dan berhenti melindungi monster mengerikan itu. “Miss Vent! Jangan berada di sana. Kemarilah supaya aku bisa melindungimu.” Loqestilla tidak mendengarkan. Karena begitu kesal, ia membuat putaran tornado di sekitar tubuhnya dan Neuri, lalu menghempaskan pusaran angin tersebut ke sekitar dengan sangat dahsyat. Beberapa penyihir terlempar, beberapa yang lain bisa cepat berlindung menggunakan perisai sihir yang cukup kuat. Namun, akibat perbuatan yang begitu terburu-buru, gudang kayu tersebut pun porak-poranda, hancur berkeping-keping dengan kayu yang beterbangan kemudian tercecer di sekitar. Berkat hal itu pula, orang-orang yang berada di luar gudang pun kini dapat melihat apa yang sedang terjadi sebenarnya. Orang-orang biasa maupun bangsawan, mereka tidak bisa menyembunyikan perasaan takut dan terkejut. Di hadapan mereka, ada monster menyerupai serigala, bersayap kelelawar, dengan moncong lebar dan gigi yang yang menakutkan. Penampakan monster tersebut lekas membuat orang-orang mulai panik. Mereka berteriak dan menangis. Di tengah kekacauan tersebut, seseorang berteriak. “Jangan takut. Duke of Clemente sudah membawa banyak penyihir bersamanya. Monster itu harusnya kita hancurkan bersama-sama. Ayo-ayo cari senjata dan hancurkan monster itu bersama-sama!” “Si-siapa sebenarnya monster itu? Mengapa dia ada di sini?” Seseorang pun menjawab dengan cepat. “Dia adalah Earl of Lunadhia, Neuri Turkadam Lycaon. Dia adalah orang terkutuk yang menyerahkan jiwanya pada iblis, dan sekarang dia menjadi monster yang bisa menggayang kita semua. Ayo! Ayo hancurkan monster itu!” Telinga Loqestilla berdengung. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana orang itu tahu bahwa yang ada di sini adalah Earl of Lunadhia? Bukankah Neuri sudah berubah menjadi serigala ketika gudang kayu ini hancur? Lalu, siapa orang itu sampai tahu tentang Neuri begini dalam? Ketika Loqestilla melihat dari mana asal suara tersebut, ia tidak bisa menahan kemarahannya. “Ferguso!!!” Seraya berteriak, ia melemparkan pisau angin pada orang sialan yang berani-beraninya mengumbar aib Neuri, mengumbar rahasia yang disimpan sampai selalu membuat sang Earl kesulitan tidur. Sayang sekali, pisau angin yang dilempar Loqestilla tersebut ditangkis oleh seorang penyihir. Di tempatnya Loqestilla terengah-engah. Bukan karena ia lelah telah berjuang mati-matian melindungi Neuri, tapi karena menahan marah dan perasaan ingin mengunyah daging orang-orang ini. Kemudian, ketika Loqestilla lengah dengan suara Ferguso tadi, beberapa penyihir melancarkan serangan kepadanya dan Neuri. Rantai-rantai dari cahaya melesat cepat ke arahnya dan Neuri, melilit mereka satu per satu sehingga membuat keduanya tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki dengan benar. “Miss Vent, untuk apa Anda melindungi monster itu. Segera mendekatlah ke tempatku, aku akan melindungimu.” Duke of Clemente terus saja berusaha membujuk Loqestilla. Ia bahkan menyuruh para penyihir tersebut untuk menyeret Loqestilla ke dekatnya. Berbeda dengan Loqestilla yang berusaha diperlakukan sopan, Neuri dihajar habis-habisan. Dikarenakan rantai sihir yang melilit tubuhnya, Neuri semakin meraung dan melolong. Iris matanya sudah benar-benar merah dan bahkan hampir menghitam. Dorongan perasaan haus darah membuatnya ingin memakan siapa saja yang ada di hadapannya. Disetir insting hewani, Neuri berusaha keras melepas rantai di tubuhnya. Sialnya, ketika ada seseorang yang mendekat ke tempatnya untuk menghajarnya menggunakan balok kayu, Neuri malah mencaplok kepala orang itu dan menggeramusnya sampai habis. Kejadian itu sangat menambah syok orang-orang di sekitar. “Di-dia memakan orang!” “Para penyihir! Apa yang kalian tunggu! Bunuh monster itu!” “Bunuh! Bunuh! Bunuh!” Mendengar permintaan warga, para penyihir semakin antusias untuk melancarkan serangan mereka kepada Neuri. Rantai sihir diperkuat, serangan juga intensitasnya lebih besar dari sebelumnya. Neuri memberontak tiada henti. Tubuhnya kesakitan tapi ia tidak bisa mengadu dan bicara apa-apa. Di dalam tubuh monster yang terlihat buas itu, jiwa Neuri menangis ketakutan. Mengapa jadi seperti ini, mengapa semuanya menjadi seperti ini. Ia bertanya-tanya, apa dosanya selama hidup sampai berkali-kali cobaan datang bertubi-tubi? Neuri hanya ingin hidup tenang bersama orang-orang yang disayanginya. Tidak masalah ayah, ibu, dan adiknya sudah tiada, ia mengiklaskan mereka dan berharap semuanya telah tenang di alam sana. Dalam hati paling dalam, ia sebenarnya selalu diam-diam berdoa, memohon supaya semua keluarganya ditempatkan di surga. Tidak apa-apa ia dilingkupi dosa, tidak apa-apa ia setiap purnama menjadi monster, asal keluarganya selalu bahagia dan hidup damai di sisi Tuhan. Menjadi pengganti keluarganya, adalah warga Lunadhia yang selalu menyayanginya dan memberinya cinta. Selama ia terpuruk usai kematian keluarganya, warga desalah yang selalu hadir dan menjadi selimut hangat untuk kehidupannya. Mereka memberikan tawa dan penghormatan yang menyenangkan. Mereka selalu mendukungnya dan berusaha ada di sampingnya setiap waktu. Hati Neuri selalu merasa hangat setiap orang-orang baik itu mendampinginya. Oleh sebab itu, Neuri berusaha sebisa mungkin untuk berguna bagi orang-orang yang tinggal di tanah kuasanya. Ia berusaha tidak mencari masalah dengan para bangsawan lain, sehingga tidak ada yang berani mengusik Lunadhia dan warga yang dikasihinya. Namun, apakah semua harapan tersebut harus pupus begitu saja hari ini? Rahasianya sudah terbongkar, hidupnya sudah tidak akan pernah tenang. Lalu, jika ia tiada, siapa yang akan melindungi orang-orangnya. Apa Miss Loqestilla Vent? Tidak, wanita itu tidak bisa diandalkan jika sendirian. Miss Loqestilla sangat ceroboh dan masih perlu banyak bimbingan darinya. Apakah Ferguso? Ferguso? Mengapa Ferguso yang dia percaya itu ada di sini? Mengapa Loqestilla berusaha menyerang Ferguso? Ferguso ... apakah, apakah kau telah menjadi pengkhianat? Mengapa kau menjadi pengkhianat, Ferguso? Padahal, Neuri pikir dia bisa mempercayakan anak-anak desa pada Ferguso. Meskipun selalu terlihat galak, tapi Neuri selalu percaya bahwa Ferguso adalah orang yang baik hati dan penurut. Ia selalu bisa melihat tatapan Ferguso yang begitu tulus padanya. Setiap kali ia bicara, Ferguso akan tampak bersemangat menyahutinya. Lalu, mengapa sekarang pria itu berkhianat? Miss Loqestilla ... mengapa Ferguso berkhianat? Mengapa orang yang begitu kupercaya bisa berkhianata? Apakah Miss Loqestilla juga akan mengkhianatiku? Aku sudah seperti ini, mungkinkah kau akan meninggalkanku? Dengan mata yang sudah benar-benar menjadi hitam, Neuri menjerit dalam hati, sementara sosoknya yang seperti serigala itu telah meraung sangat kencang dan bahkan menimbulkan riak di udara. Neuri Turkadam Lycaon, akhirnya kehilangan kesadarannya sebagai manusia. . TBC 07 Juli 2020 by Pepperrujak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN