RED - 27 : OH, Not Again

1127 Kata
Kerusakan 27 . Loqestilla Vent ada di rumahnya. Rowland benar-benar tidak bisa menutupi senyum dan rona merah di pipinya. Betapa ia merasa bahagia. Akhirnya bisa bertemu kembali dengan wanita dambaan yang membuatnya begitu terobsesi sampai merana. Padahal, ia akan bertunangan dengan putri Marquis of Sixelm yang cantik jelita, tapi entah mengapa ia tidak begitu peduli dengan tunangannya itu. Lagi pula, gadis itu hanya sebuah tiruan, seorang pelampiasan karena kedukaannya tidak bisa mendapatkan Loqestilla yang sesungguhnya. Sekarang, Rowland bisa bertemu dengan Loqestilla kembali. Ia akan dengan sekuat tenaga membujuk pujaannya itu sekali lagi. Bahkan berlutut pun ia sanggup. Ia juga telah membeli cincin rubi yang lebih bagus, yang lebih merah dan berkilau, yang lebih mahal dan langka. Jika Loqestilla tidak mau menerimanya lagi … jika gadis rubah itu benar-benar menolaknya kali ini, ia tidak tahu lagi apa yang akan dilakukannya nanti. Bisakah ia tetap hidup seperti biasa, atau haruskah dia menggunakan cara-cara yang sedikit memaksa? Rowland tidak tahu, ia tidak mau memikirkannya. Penolakan Loqestilla adalah sebuah bencana untuknya, memikirkan hal itu bisa membuatnya naik darah. TOK TOK TOK! Pintu ruang pribadi Rowland diketuk dari luar, sebuah suara menyusul setelahnya. “Your Grace, saya membawa tamu Anda.” Bahu Rowland menegang dan menegap, di tempat duduknya yang mewah, ia menyilangkan kaki penuh wibawa. Di sampingnya, sebuah perapian panas membara. “Masuk,” ucapnya. Pintu pun dibuka, butler laki-laki tidak ikut masuk ke dalam ruangan, tetapi mempersilahkan Loqestilla untuk menjadi tamu tuannya. Selepas Loqestilla berada di dalam, pintu pun ditutup dari luar. “Selamat sore, Your Grace,” sapa Loqestilla seraya menekuk kaki. Di posisinya duduk, Rowland mengangguk singkat. “Silakan duduk, Miss Vent.” Berbeda dengan Rowland yang memiliki tempat duduk dari kayu dengan ukiran rumit dan tampak mahal, Loqestilla duduk di sofa yang memang sepertinya sengaja disediakan di sana. “Apakah Anda mau teh?” tanya Rowland kemudian. “Terima kasih, Your Grace.” Rowland pun beranjak, mengambil teko di atas meja yang memisahkan dirinya dan Loqestilla. Pelan-pelan, ia tuangkan teh dari teko ke dalam cangkir porselain. Setelah itu, ia berikan kepada Loqestilla yang masih diam tanpa bertanya apa-apa. Melihat kelakuan Rowland ini, mengingatkan Loqestilla pada Neuri yang juga pernah menyajikan teh untuknya. Ia tidak habis pikir, mengapa para bangsawan ini suka sekali menyuguhkan teh padanya. Padahal, jika mereka mau lebih teliti, Loqestilla tidak begitu suka teh, baginya s**u lebih enak diteguk karena memiliki rasa hewani yang kuat. Mengapa mereka tidak ada yang bertanya tentang minuman favoritnya? Selalu asal menawari teh tanpa memberi pilihan yang lain. “Silakan,” ucap Rowland sesudahnya. Mau tidak mau, Loqestilla mengambil teh yang sudah mengepul di depannya. Sambil menahan untuk tidak menghela napas panjang, ia meneguk sedikit teh dalam cangkir. “Aku sangat senang saat mendengar Miss Vent ikut ke pesta yang kuadakan.” “Suatu kehormatan bagi saya, Your Grace.” Rowland tersenyum lebar. “Apa Miss Vent betah berada di sini? Bagaimana kamar tidurnya?” Loqestilla mengernyit, sedikit merasa heran mengapa Rowland berkata seperti itu. Apa orang ini sedang mengejeknya yang meskipun berstatus tunangan seorang Earl, tetapi ditempatkan di kamar pelayan? “Ya, saya merasa nyaman.” Namun, Loqestilla hanya memberi senyum semanis gula-gula andalannya. Siapa sangka, Rowland tampak puas mendengar bagaimana Loqestilla menjawab. “Ya, ya, seharusnya begitu. Aku memerintahkan butler-ku untuk membawamu ke kamar istimewa. Aku menyiapkannya sendiri. Aku bahkan menghiasnya dengan warna-warna tosca, sesuai dengan warna gaun Miss Vent saat pertama kali kita bertemu. Sulit sekali mencari kain dan barang-barang berwarna tosca.” Kernyitan di dahi Loqestilla semakin dalam. Oh, begitu rupanya, begitu rupanya. Sudut bibir Loqestilla pun tertarik sedikit ke atas. “Anda begitu perhatian, Your Grace. Saya merasa tidak pantas menerima semua kebaikan ini.” Rowland mengibas-ngibaskan tangannya. “Tidak seberapa,” ujarnya percaya diri. “Lalu, ada perlu apa Your Grace memanggil saya ke sini? Anda sebentar lagi menikah dengan seorang lady terhormat. Apa jadinya jika seseorang melihat Anda bersama saya sekarang ini, berdua saja seperti ini.” Rowland terdiam cukup lama, tidak lantas menjawab dengan aksinya yang jumawa seperti biasa. Dipandanginya Loqestilla, sangat intens dan penuh perasaan. Mendengar pertanyaan Loqestilla yang seperti itu, Rowland sendiri tidak tahu mengapa ia harus memanggil Loqestilla langsung di depannya ini. Cincin batu rubi ada di sakunya, sebuah lamaran siap keluar dari mulutnya. Namun, ada sesuatu yang berat dan mengganjal sampai rasanya sulit untuk diungkapkan. Tiba-tiba saja ia merasa takut untuk ditolak kembali. Dicari-carinya keberaniannya yang sempat ia bangga-banggakan tadi, tapi keberanian itu berlari ke pojokan yang gelap dan hampir tidak tersentuh. Meneguk ludah sekali, dua kali, Rowland pun membuka mulutnya. “Miss Vent, menikalah denganku,” ucapnya nekat. Loqestilla tidak lantas menjawab, tidak tertegun tapi cukup terkejut. Ternyata, laki-laki di depannya ini sangat gigih. “Your Grace, saya sudah bertunangan.” “Batalkan saja.” “Anda juga akan bertunangan.” “Akan kubatalkan.” Loqestilla tidak bisa berkata-kata lagi. “Asalkan Miss Vent bersedia menikah denganku, akan kubatalkan pertunanganku. Akan kujamin nama baikmu sehingga tidak ada seorang pun yang bisa memandang rendah dirimu. Apa pun, apa pun itu akan kulakukan asal kau bersedia bersamaku.” Menghela napas pelan, Loqestilla pun akhirnya berucap, “Akan ada banyak orang yang tersakiti jika saya menerima lamaran Anda.” “Tapi aku akan sakit jika kau tidak menerima permintaanku.” “Mengapa Anda begitu ngotot?” Rowland berdiri tiba-tiba. “Mengapa aku begitu ngotot? Apa kau tidak bisa melihat seberapa besar perasaanku padamu? Atau kau berpura-pura tidak tahu?” “Saya tahu.” Rowland membelalakkan mata. Dengan langkah tegas, ia menghampiri Loqestilla, lalu berlutut di depan gadis rubah itu. Kedua tangannya menggenggam tangan Loqestilla sangat erat. Genggaman tangan itu terasa bergetar, menyiratkan betapa ia sangat mendambakan seseorang di hadapannya kini. “Kau tahu, kau tahu, ‘kan? Lalu, apa sulitnya menerimaku?” “Anda tidak akan sanggup bertahan dengan saya terlalu lama,” jawab Loqestilla tenang. “Mana mungkin aku tidak sanggup. Selama ini aku selalu bersamamu, saat tidak melihatmu, aku bahkan selalu merindu seperti orang gila. Bagaimana mungkin aku bisa tidak sanggup bersamamu?” “Anda tidak akan sanggup memenuhi semua permintaan saya.” “Apa? Apa yang ingin kau minta?! Akan kuberikan semua jika kau bersedia menikah denganku.” Loqestilla mengambil napas dalam. “Bagaimana jika saya ingin Anda menceraikan semua istri Anda, dan semua gundik Anda. Apa Anda bisa bertahan hanya dengan saya seorang sampai mati?” Rowland meneguk ludahnya. Mendapat pilihan seperti itu, sangat membuatnya tertekan. Istri-istri dan gundik-gundiknya adalah harta yang selalu ia simpan dan lindungi. Mana mungkin ia bisa melepas mereka semua begitu saja. Hanya saja, jika dengan melepas mereka semua ia bisa mendapatkan Loqestilla Vent, ia akan melakukannya tanpa berpikir lagi. “Akan kulakukan. Akan kulakukan semua permintaanmu.” Loqestilla mengernyit dalam. “Anda seorang playboy. Mana mungkin saya percaya begitu saja.” Dengan wajah yang hampir putus asa, Rowland membaringkan kepalanya di pangkuan Loqestilla. “Percayalah padaku. Aku bisa berubah demi dirimu. Percayalah padaku. Aku benar-benar mencintaimu, Miss Loqestilla Vent. Hatiku sakit setiap kali memikirkan kau tidak bisa menjadi milikku.” “Anda orang yang baik, Your Grace. Seandainya kita bertemu di waktu yang tepat, mungkin saya tidak keberatan hidup bersama dengan Anda. Hanya saja … saya tidak bisa membuka hati untuk orang lain.” ‘Sebenarnya, aku tidak bisa membuka hati untuk hal-hal seperti ini.’ Mendengar hal itu, Rowland pun segera berdiri kembali. “Kau benar-benar … kau benar-benar wanita gila. Sekarang keluar dari ruanganku!” Loqestilla menghela napas. Tanpa berkata apa pun lagi, ia keluar begitu saja. Meninggalkan Rowland Rathmore Lubbock yang terdengar menghancurkan berbagai macam benda mahal di dalam sana. Seraya berjalan santai untuk kembali ke kamarnya, Loqestilla mengeluh jengah. “Temperamennya tidak berubah.” . TBC 26 Juni 2020 by Pepperrujak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN