RED - 34 : Calling The God

2150 Kata
Kerusakan 34 . Namanya adalah Loqestilla Vent. Asalnya bukan dari Trygvia, melainkan dari Wilayah Merah yang terkenal akan reputasi seburuk dosa. Saking buruknya, tempat itu bahkan selalu dijadikan guyonan penduduk kawasan lainnya, mereka selalu mengatakan bahwa seburuk-buruknya neraka masih lebih buruk Wilayah Merah. Beberapa dongeng anak juga sering menggunakan nama Wilayah Merah sebagai tempat angker yang dipenuhi jutaan iblis. Wilayah Merah selalu digambarkan sebagai tempat yang menyeramkan, penuh makhluk buas haus darah, dan ketidaknormalan. Coba tanyakan pada penyihir-penyihir kuat di banyak tempat, mereka pun akan berpikir ribuan kali seandainya diutus pergi ke Wilayah Merah. Dengan fakta seperti itu saja, citra Loqestilla Vent langsung anjlok ke dasar bumi. Setelah penyebutan asal Loqestilla oleh seorang pria elf, orang-orang serentak memundurkan langkah dua kali. Seolah ingin menjaga jarak lebih jauh dari Loqestilla Vent yang tampak menyedihkan bersama tunangannya. “Loqestilla Vent juga telah menjadi buronan di banyak tempat atas kejahatannya. Dia terlibat beberapa kali dengan kelompok pemberontak dan perampok. Pembunuhan yang dilakukannya sudah tidak terhitung jumlahnya, mulai dari anak kecil hingga orang tua, semua bisa habis di tangannya dengan mudah.” Pria elf kembali membagikan informasi. Dengan wajah datar dan seolah ingin marah, ia melanjutkan, “Namun, yang paling baru adalah tindakannya dalam insiden pembakaran hutan di Wisteria dan pembunuhan Valens Forrest. Bukan hanya membunuh, wanita itu bahkan mengisap habis darah korban yang telah dikalahkannya.” Suara terkesiap terdengar berbarengan. Meskipun sebelumnya Lady Freya sudah memberitahukan hal itu, tapi tetap saja terdengar mengerikan ketika dituturkan kembali. Loqestilla awalnya tidak begitu peduli dengan ocehan orang-orang, dan bahkan ia tidak sama sekali tertarik memperhatikan Lady Freya beserta sekutu-sekutunya. Namun, mendengar bahwa seolah-olah kematian Valens adalah salahnya, entah mengapa membuat hatinya gatal. Seraya mengusap pelan darah yang masih segar di tubuh Neuri, Loqestilla tiba-tiba terkekeh keras. Kekehannya itu terdengar seperti cemoohan yang ditembakkan langsung pada Lady Freya. “Begitukah cara para elf untuk membalas budi penolongnya? Dengan melakukan fitnah kepada seseorang yang tidak punya sekutu sepertiku?” Di tempatnya, Lady Freya mengernyit. “Apa maksudmu dengan memfitnah?! jelas-jelas kau telah membunuh dan memakan Valens Forrest! Kau memakan kakakku!” jeritnya kesal. Loqestilla mendongak, mengarahkan pandang pada Lady Freya yang bermuka merah karena amarah. Namun, melihat betapa murka Lady Freya, tidak sekali pun membuat Loqestilla ikut tersulut. Ia dengan ringannya tertawa, seolah penderitaan Lady Freya hanya lelucon kecil baginya. “Ha ha ha, kau hanya mendengar cerita dari luar. Apa yang kau tahu? Kau tidak tahu apa-apa, My Lady,” ucapnya tegas meskipun dengan nada selembut kapas. Mendapati senyuman Loqestilla yang tampak meremehkannya, Lady Freya menggeretakkan giginya. Ia benar-benar ingin mencincang wanita rubah itu dengan tangannya sendiri. Namun, terlalu banyak saksi, terlalu banyak mata yang bisa saja menyudutkannya di masa depan. Dengan napas yang mulai tidak teratur, ia pun bertanya cepat, “Jika kau merasa difitnah, bagian mana yang menurutmu keliru? Coba katakan dengan jelas. Semua orang di sini akan menjadi saksinya.” Loqestilla tersenyum lagi, senyumnya miring dan terlihat agak menyedihkan. “Apa My Lady tahu jika Valens Forrest adalah pihak yang mencoba membunuh saya? Apa My Lady juga tahu jika klan Anda, klan Forrest telah saya selamatkan sampai mempertaruhkan nyawa? Apa Anda tahu jika setelah mati-matian menyelamatkan klan Anda, saya lah yang dihajar seperti pencuri? Anda tidak tahu, bukan?” Lady Freya mengepalkan tangannya kuat. “Kau berdusta,” tegasnya. “Saya tidak berdusta. Saya hanya meluruskan semua tuduhan Anda. Valens Forrest bukanlah korban, sayalah yang korban. Lalu, apa salahnya saya membela diri sampai akhirnya membunuhnya?” “Tapi kau memakannya.” Loqestilla terkekeh lagi. “Itu dua hal yang berbeda. Tapi saya akui, saya memang memakannya.” Suara terkesiap terdengar untuk ke sekian kali. Mendengar Loqestilla sendiri yang mengakui kejahatannya, terasa berkali-kali lipat menakutkan bagi orang-orang di sana. Seolah-olah d**a mereka semua dihantam oleh petir sampai rasanya terbakar hangus dan berubah menjadi abu. Dalam hati meyakini bahwa Loqestilla Vent adalah bahaya laten yang bisa kapan saja menjadi predator untuk diri mereka sendiri. Lady Freya yang sudah tidak tahan lagi, kembali berteriak murka. “Kau mengakuinya! Kau mengakui bahwa telah memakan kakakku! Lalu, apa sekarang kau masih bersikukuh dan tanpa tahu malu menyebut dirimu sendiri sebagai korban? Kau lah penjahat di sini!” “Bukankah sudah saya katakan, saya hanya membela diri.” “Tapi kau tidak perlu membunuh kakakku!” “Tapi kakak Anda juga mencoba membunuh saya,” sahut Loqestilla tenang. “Saat klan Anda diserang oleh sekawanan werewolf liar, saya membantu klan Forrest mati-matian. Saya bahkan maju di barisan depan untuk mengalahkan para werewolf tersebut. Namun, ketika saya tidak sengaja membakar separuh hutan demi melindungi mereka, tiba-tiba saja saya menjadi tersangka. Mereka bilang, saya melakukan kejahatan besar karena sudah membakar hutan. Pada saya melakukannya demi keselamatan mereka. Heh, tidak tahu balas budi.” “Kau berdusta!!” jerit Lady Freya. “Saya tidak berdusta. Untuk apa? Seharusnya dua orang di samping Anda itu tahu semuanya. Mengapa tidak tanyakan pada mereka? Apa mereka menyembunyikan kenyataan? Jika Anda tidak percaya, Anda bisa lihat sendiri luka di sekujur tubuh saya yang bekasnya tidak memudar sampai sekarang. Mereka memanah dan melempari saya dengan pisau pipih. Anda pikir, berapa lama saya terlantung-lantung di lautan dengan luka separah itu sampai berakhir di Lunadhia? Seminggu, dua minggu?” “Kau pasti berdusta!” “Terserah saja. Tapi bahkan ketika saya ditemukan oleh Earl of Lunadhia, punggung saya masih ditancapi panah. Saya bertahan dan berusaha melarikan diri selama berminggu-minggu, melewati laut dan hutan, mendaki gunung dan hanyut di sungai. Hanya untuk menghindari kalian semua, supaya saya tidak menghabisi kalian semua saat itu juga. Jika saya bisa membunuh Valens Forrest, Anda pikir saya tidak bisa membunuh semua anggota klan Anda?” “Aku tidak peduli dengan ocehanmu. Sebagai penjahat dan buronan di mana-mana, aku tidak bisa mempercayai omonganmu.” Mendengar itu, Loqestilla hanya mendebas kecil. Ia tidak peduli lagi dengan Lady Freya yang terus menatapnya benci. Ia pun mulai menyobek ujung gaunnya untuk membalut luka-luka di tubuh Neuri, berusaha membuat tuannya itu lebih baik meskipun tidak bisa melakukan tindakan lebih. Sedangkan Lady Freya yang sudah terlanjut marah, pada akhirnya memerintahkan semua penyihir di sana untuk menangkap dan memenjarakan Neuri dan Loqestilla. Ia seolah menutup telinga dengan penuturan Loqestilla yang baru saja didengarnya. Ia juga tidak peduli dengan beberapa orang yang berbisik-bisik tentang kebenaran kematian kakaknya. Rasa-rasanya, Lady Freya hampir tidak peduli lagi dengan berbagai hal di hidupnya. Ia tidak tahu lagi, siapa orang yang seharusnya ia percayai. Klannya, atau ucapan Loqestilla. Hatinya lelah, dan ia ingin membaringkan diri tanpa memikirkan apa pun lagi. . *** . Loqestilla Vent dan Neuri Turkadam Lycaon dipenjara. Keduanya dimasukkan ke dalam sel pribadi milik Duke of Clemente yang biasa digunakan memenjarakan penjahat-penjahat di wilayah kuasanya. Pihak kerajaan tidak banyak bicara mengenai penanganan dua penjahat tersebut, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Duke of Clemente. Lagi pula, hal-hal seperti itu sudah biasa terjadi, kerajaan tidak ingin menambah-nambah perkara untuk dibawa ke ibu kota. Berkat hal itu pula, Neuri diletakkan di penjara paling bawah. Di mana sinar matahari pun kesulitan menyoroti keadaan di dalamnya. Dengan tubuh yang masih penuh luka menganga, tangan dan kaki Neuri diborgol dan dihubungkan dengan rantai. Ia dibiarkan tergeletak tanpa daya di lantai penjara yang dingin dan berbau seperti kencing tikus. Aroma bangkai dari tahanan-tahanan sebelumnya yang membusuk di pojokan tercium begitu ganas. Bahkan para pengawal pun menutupi hidung mereka dengan kain ketika membawa Neuri. Tidak ada yang ingin berlama-lama di sana. Neuri ditinggalkan sendirian. Akan tetapi, kondisi Neuri tersebut benar-benar berbanding terbalik dengan Loqestilla. Wanita rubah itu memang dipenjara, tetapi ia ditempatkan di sebuah kamar dengan penjagaan yang begitu ketat. Kamar tersebut sangat luas, memiliki sebuah kasur besar dengan seprai dan selimut berwarna tosca. Terdapat perapian, sofa, kursi, meja, hiasan-hiasan, lemari pakaian, cermin tinggi, dan banyak hal lainnya. Kamar itu sama sekali bukan penjara, hanya sebuah kamar dengan dua penjaga di depan pintu dan segel sihir di jendela. Di atas sofa panjang, Loqestilla duduk tepekur. Memandangi perapian yang menyala kecil tanpa banyak bergoyang. Ketika ia sedang dalam kondisi seperti orang linglung, pintu kamar pun dibuka dari luar. Tanpa menoleh pun Loqestilla tahu bahwa yang datang padanya adalah Duke of Clemente, Rowland Rathmore Lubbock. Rowland datang dengan senyumnya yang mengembang. Ia bahkan membawakan Loqestilla beberapa camilan dan s**u hangat. “Selamat siang, Miss Vent,” ujar Rowland ketika ia mulai duduk di sofa depan Loqestilla. Kakinya menyilang, lalu dengan kedua tangannya sendiri, ia menuangkan s**u dalam teko ke dalam cangkir Loqestilla. “Selamat siang, Your Grace.” Meskipun hatinya sedang sangat membara akan kemarahan, Loqestilla masih mampu memberi senyum seperti biasa. “Bagaimana dengan ruangan ini? Aku membuatnya khusus untukmu,” ucap Rowland lagi. “Cukup bagus,” sahut Loqestilla singkat. Rowland mengangguk-angguk jumawa. “Jika di masa depan kita bisa menikah, aku akan membuatkan kamar yang lebih baik dari ini. Miss Vent bisa merancangnya sendiri kalau mau.” Mendengar angan-angan Rowland yang tiada henti tentangnya, membuat Loqestilla tidak tahan untuk tidak menghela napas. “Your Grace, Anda terlalu percaya diri.” “Kenapa? Apakah kau masih tidak ingin menikah denganku?” “Ya.” Namun, meskipun sudah ditolak lagi, sangat tidak biasa ketika Rowland masih terlihat tenang. Duke of Clemente itu tidak langsung naik darah seperti biasa. Loqestilla pun mengernyit penasaran. “Miss Vent, apa kau tidak sadar dengan posisimu sekarang?” tanya Rowland kemudian. Loqestilla hanya diam. “Posisimu sudah seperti ini. Aku bisa memberi banyak ancaman jika aku mau.” “Misalnya?” “Misalnya, bagaimana jika aku menjadikan Lord Lycaon sebagai sandra? Jika Miss Vent menerima pinanganku, aku akan membebaskan Lord Lycaon dan tidak akan mengganggunya lagi. Namun, jika kau menolakku, aku akan membunuh tunanganmu itu.” Sayangnya, Loqestilla malah terkekeh geli. Reaksi yang demikian, tentu membuat Rowland mengernyitkan dahi. “Apa yang kau tertawakan?” Loqestilla menggelengkan kepala pelan. “Saya hanya merasa lucu. Melihat Anda yang demikian putus asa entah mengapa membuat saya cukup gembira.” “Miss Vent!” “Your Grace, saya ini bukan siapa-siapa, hanya orang asing yang kebetulan ditolong oleh Lord Neuri. Saya tidak akan begitu bersedih meskipun Anda berusaha membunuhnya di depan mata saya.” Rowland semakin mengernyitkan dahi. “Bertemu orang baru, berpisah dengan mereka, itu sudah hal biasa bagi saya. Anda pasti sudah mendengar dari istri Anda bahwa sayalah yang membunuh kakaknya, bukan?” Rowland diam, tapi pada akhirnya mengangguk sekali. “Nama kakak istri Anda adalah Valens Forrest, seorang pemimpin muda yang baru saja menggantikan posisi ayahnya. Beliau baru menikah, anaknya masih sangat kecil, sangat ramah dan mudah tertawa. Anda tahu mengapa saya tahu semua itu?” Kali ini Rowland menggeleng. “Karena Valens dan saya adalah teman baik.” “Apa maksudmu?” Loqestilla kembali terkekeh. “Valens Forrest adalah teman saya. Ya … kami mungkin hampir menjadi sahabat jika dia tidak mati duluan.” Rowland masih terdiam tanpa mengatakan apa pun, mendengarkan Loqestilla dengan seksama dan waspada. Seolah-olah dia menemukan hal yang seru dari wanita di depannya ini. “Valens dan saya punya hobi yang sama, kami suka berburu ke hutan. Ia memanah burung, saya menyambar ikan. Ia tahu saya suka meminum darah, jadi terkadang kami memburu binatang-binatang kecil seperti kelinci. Kami sering membicarakan banyak hal sampai-sampai hampir tiga bulan saya berada di Wisteria. Sayangnya, semua tidak berjalan dengan baik. Saya dan Valens pun harus bertarung, dan ya, dia berakhir menjadi makanan saya.” Kali ini Rowland tidak tahan untuk bertanya. “Lalu, apa hubungannya dengan ancamanku yang sepertinya kau remehkan.” “Dari cerita saya, seharusnya Your Grace bisa mengambil kesimpulan. Bahwa sedekat apa pun saya dengan mereka, saya tidak akan terikat terlalu dalam. Saya bisa membuang semuanya dengan mudah.” “Jika begitu, kau seharusnya juga bisa dengan mudah membuang Lord Lycaon, bukan?” “Ya, tentu. Mengapa tidak?” “Lalu, apa salahnya membuangnya sekarang dan memilihku?” Loqestilla tertawa keci. “Tapi, Your Grace, saya tidak ingin bersama Anda. Jadi percuma saja tawaran Anda itu. Dengan atau tanpa adanya Lord Neuri, jika saya tidak mau, maka saya memang benar-benar tidak akan mau.” Rowland mengepal tangannya kuat-kuat. “Ha ha ha.” Ia pun lantas tertawa seperti sudah mulai gila. “Jadi, untuk apa aku melindungimu sampai seperti ini jika hasilnya masih saja nihil.” Loqestilla menaikkan satu alisnya. “Oh, jadi Anda yang menutupi kasus pembunuhan pelayan Lady Amy?” “Ya, dan semua itu kulakukan untukmu.” Loqestilla mengangguk-angguk. Ia merasa cukup beruntung, berkat kegilaan Rowland, setidaknya Neuri tidak tahu bahwa Loqestilla lah yang membunuh pelayan Lady Amy saat itu. Loqestilla pikir, Neuri pasti akan mengamuk padanya jika tahu ia membunuh orang begitu saja. “Untuk yang satu itu, saya mengucapkan terima kasih. Anda sangat baik, Your Grace.” Rowland mendecih, dan memalingkan muka. Tidak ingin terlena lagi dengan wajah bagai gadis polos milik Loqestilla. Tanpa ingin berkata apa pun, ia pergi begitu saja meninggalkan Loqestilla. Di depan pintu kamar yang terkunci, Rowland mendebas sebesar dan sebebas yang bisa dilakukan. Betapa lelahnya ia berurusan dengan hal-hal ini. “Loqestilla Vent, kau sangat … sangat menjengkelkan.” . TBC 01 Agustus 2020 by Pepperrujak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN