RED - 29 : Festival

1054 Kata
Kerusakan 29 . Opal telah diantar pulang, salah satu pelayan yang mendampingin Neuri ikut bersamanya sehingga Loqestilla tidak begitu khawatir dengan kondisi Opal dalam perjalanan. “Sungguh perbuatan yang tidak terpuji,” ujar Neuri ketika ia bersama Loqestilla berjalan kembali ke kediaman utama. Namun, karena di luar rumah Duke of Clemente sangat ramai dengan pedagang makanan dan mainan, haluan keduanya pun berubah. Tampaknya, berjalan-jalan di keramaian akan sedikit membuat mereka lebih nyaman. “Saya tidak begitu paham dengan pergaulan para bangsawan, tapi sepertinya butuh mental dan backing yang kuat untuk bertahan di dunia seperti itu,” sahut Loqestilla seraya menoleh ke kanan dan kiri, merasa tertarik dengan gemerlapnya festival panen yang sangat meriah. “Sangat merepotkan, bukan?” Loqestilla menggeleng. “Sangat menarik,” jawabnya dibarengi dengan cengiran lebar yang terlalu menawan. “Anda memang aneh, Miss Loqestilla,” ujar Neuri singkat. Meskipun nada bicaranya tampak tidak bersahabat, tapi senyum di bibirnya tergambar sangat jelas. Hal itu membuat Loqestilla terkekeh panjang. “My Lord juga, Anda aneh.” Menghela napas kecil, Neuri tiba-tiba saja mengulurkan tangannya ke atas kepala Loqestilla. Dengan senyum yang begitu lembut, ia mengusap-usap surai merah perempuan rubah itu. Mendapat perlakukan yang tidak biasa, Loqestilla terdiam di tempatnya. Sedikit tidak berani mendongak. Entah mengapa merasa malu jika harus bertatapan dengan Neuri yang berubah perhatian. “Apa yang kalian lakukan di tengah jalan begini, menyingkir dan biarkan aku lewat.” Loqestilla dan Neuri menoleh berbarengan, dan di belakang mereka ada Duke of Clemente yang berdiri angkuh dengan sorot mata dingin yang mengancam. Neuri menurunkan tangannya dari atas pucuk kepala Loqestilla, lalu memberi salam kepada Rowland Lubbock yang tampak seperti ingin murka kepadanya. “Selamat malam, Your Grace.” Rowland sama sekali tidak menyahut. “Selamat malam, Your Grace. Apa Anda sedang jalan-jalan untuk mencari camilan?” tanya Loqestilla kemudian, seolah berusaha menghapus kecanggungan antara Rowland dan Neuri. Namun, Rowland mendengkus angkuh. “Untuk apa aku mencari camilan. Di sini yang berdagang hanya rakyat jelata, dan dibeli untuk rakyat jelata.” Loqestilla menekuk bibirnya ke bawah, seolah cemberut. “Hmm, sayang sekali. Padahal saya ingin mengajak Anda berkeliling. Seseorang menjual gurita bakar di sana, dan sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan Your Grace, saya ingin mentraktir Anda. Tapi … karena Anda tidak suka makanan rakyat jelata ….” “Baiklah, ayo pergi.” “Hm?” Loqestilla menelengkan kepalanya. “Ayo pergi mencari gurita bakar. Kau bilang ingin mentraktirku.” Terkekeh kecil, Loqestilla mengangguk. “Baiklah. Ayo, ayo.” Neuri melirik Loqestilla, dan lirikan itu ternyata dibalas dengan baik. Namun, Loqestilla hanya memberinya senyum semanis gula-gula, seperti biasa. Menghela napas, Neuri pun mengikuti Duke of Clemente yang berjalan lebih dulu di depannya. . *** . Di depan stand penjual gurita bakar, orang-orang tampak berkerumun di tempat yang agak sedikit jauh. Seolah tidak ada yang berani mendekat untuk pergi langsung ke tempat penjual gurita tersebut. Mau bagaimana lagi, di tempat yang kecil dan berbau asap itu, ada Duke of Clemente. Bersama sang Duke, ada seorang wanita bertelinga binatang dan seorang Lord dari Lunadhia. Di sekiling tiga orang itu, ada beberapa pengawal yang berjaga dengan siaga, pedang ada di pinggang, mata mengawasi sekitar. Jika sudah begitu, siapa orang yang dengat nekat berani mendekat? “Tolong tiga tusuk gurita bakar, Paman,” ujar Loqestilla yang tengah memesan makanan. Si penjual mengangguk, dengan tangannya yang gemetar ia memberikan tiga tusuk gurita bakar yang sudah dilumuri saus. Rasanya sangat aneh, karena tibat-iba kedainya dijadikan tontonan banyak orang. Lagi pula, mengapa Duke of Clemente sampai bisa ke tempatnya? Sungguh anomali. Setelah menerima pesanannya, Loqestilla membayarnya dengan uang pas. Satu tusuk gurita bakar diberikan kepada Rowland, dan satu tusuk diberikan kepada Neuri. “Saya mentraktir kalian berdua,” ujarnya ceria. Melihat wajah bahagia Loqestilla, Rowland Lubbock dan Neuri sama sekali tidak bisa menolak begitu saja. Pada akhirnya, di tangan mereka sudah ada gurita bakar yang siap dimakan. “Bagaimana aku harus memakan makanan seperti ini?” tanya Rowland tidak percaya. Matanya mengernyit dalam, dan seakan enggan memakan sesuatu di tangannya. “Digigit, Your Grace. Seperti ini.” Loqestilla mempraktekkannya. Ia menggigit gurita bakarnya dengan hikmat dan cepat. “Wah, enak,” lanjutnya. Tanpa basa-basi, Neuri juga memakan bagiannya. “Memang enak,” sahutnya. Melihat dua orang di depannya menikmati sajian yang terlihat tidak lazim baginya, Rowland pun mencoba menggigit pelan gurita di tangannya. Setelah mengunyah ragu-ragu, ia kembali mengernyitkan dahinya. “Agak aneh, tapi bisa dimakan.” Loqestilla mengangguk. “Tapi bumbunya enak.” “Lumayan. Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan masakan koki di rumahku.” Loqestilla hanya terkekeh ringan, sedangkan Neuri hampir memutar bola matanya. Pada akhirnya, sepanjang malam, tiga serangkai itu menjadi semacam pusat perhatian di festival panen yang begitu ramai dan meriah. Ketika mereka kembali ke kediaman utama Duke of Clemente, Loqestilla pamit pergi lebih dulu. Hanya saja, Rowland merasa ada yang salah. “Mengapa ia pergi ke arah sana?” tanyanya seraya memperhatikan punggung Loqestilla yang mulai menjauh dan menghilang di belokan lorong. Tanpa diminta, Neuri yang masih berada di dekat Duke of Clemente pun menjawab. “Bagaimana jika Anda tanyakan pada istri ke tiga Anda? Sepertinya, Miss Loqestilla ditempatkan di kamar pelayan.” “Apa?!” "Saya tidak tahu apakah hal ini juga termasuk rencana Anda, Your Grace. Tapi, seseorang selalu mencoba menyakiti Miss Loqestilla. Meskipun dia tunangan saya, tapi ini rumah Anda. Saya menghormati Anda, sehingga tidak memprotes apa pun yang Anda berikan pada Miss Loqestilla. Hanya saja, jika sesuatu melebihi hal ini, mungkin saya akan mengajak Miss Loqestilla pulang dengan segera." Rowland tidak menjawab apa-apa, ia tampak diam di tempatnya. Melihat Rowland yang mulai membeku, Neuri pun pamit pergi. Setelah ditinggal oleh Neuri, Rowland mengepalkan tangannya sangat erat. "Apa pedulimu, Lord Neuri. Apa pedulimu. Di manapun wanita itu ditempatkan, bukan urusanku." Ya, seharusnya bukan urusannya. Namun, entah mengapa Rowland tidak bisa menutup matanya dengan tenang ketika ia berbaring di ranjangnya. Memikirkan bahwa Loqestilla ditempatkan di kamar pelayan dan menjadi bahan hinaan untuk pelayan yang lain, tiba-tiba hati Rowland terasa tersengat. Haruskah ia menolong wanita Rubah itu? Bagaimana dengan kamar berwarna tosca yang sudah ia siapkan sebelumnya? Kini, kamar itu pasti kosong dan sunyi. Tapi, untuk apa dia berbuat baik pada Loqestilla. Bukankah wanita itu sudah menolaknya berulang kali, dan berkali-kali pula menghancurkan hatinya yang serapuh kaca. Perasaan ini, benar-benar tidak masuk akal. Sangat tidak masuk akal. . TBC 28 Juni 2020 by Pepperrujak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN