Mendua-Bab 37

1414 Kata

*** Setengah jam setelah aku mengakhiri telepon dari Axel, pintu kamarku kembali terbuka. Mataku menatap lurus ke sana dan aku menemukan Heya dengan bahasa tubuh malu-malu melirikku. Di belakangnya ada Bibi Rinda yang memberi kode kedipan mata dan acungan jempol yang aku tebak semuanya sudah baik-baik saja. Namun, Heya masih merasa sedikit takut untuk menghampiriku. Aku mengembuskan napas dengan berat lalu menghampiri gadis kecil itu. Aku membiarkan lututku bersentuhan dengan lantai kamar yang dingin agar tinggi tubuhku dan Heya sejajar. Aku pandang Heya dengan lembut agar ia tak merasa takut lagi padaku. “Bibi cari angin sebentar ya,” ucap Bibi Rinda sengaja meninggalkan kami berdua. Aku hanya sempat menoleh padanya sebentar sebelum ia benar-benar menghilang dari pandangan. Kembal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN