Sinar mentari dari ujung timur jatuh tepat di wajah polos gadis kecil. entah apa yang membuat Glowry terbangun dari jam 5 pagi dan membuatnya tidak bisa tidur kembali. Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi mansion. Tepat jam 6 pagi ia sampai di taman belakang, lalu ia memutuskan untuk menyambut mentari. Jaket tebal sepanjang mata kaki ia eratkan di tubuh karena cuaca dingin. Tidak ada yang Glowry pikirkan. Cukup berdiam diri menatap arah matahari terbit. Di dalam kamar yang sangat luas dan mewah, seorang wanita dewasa sedang menatap ke luar jendela kaca. Segelas kopi berada di genggamannya. ia menghampiri meja dan meletakkan gelas itu. Dia ialah Nancy. Sejak Glowry sampai di taman dan duduk sendirian ia terus melihatnya. Ia meraih jaket tebal dan melangkah keluar kamar. “

