Nancy menutup kasar buku itu. Ia tidak sanggup membaca kelanjutan kisahnya bersama Diego. Terlalu banyak memori indah yang dilalui hingga membuat dadanya sesak. Ia menyimpan kembali buku itu ke dalam laci nakas. Detak jam di ruangan mengalihkan kesadaran Nancy, ia mendongak dan mendesah. Hampir jam 3 pagi dan ia belum tidur. Niat awal ingin memeriksa email tapi malah dialihkan oleh sebuah buku usang. laptop yang menyala ia tutup dan menyimpan di atas nakas. Ia memutuskan untuk tidur agar besok terlihat segar. London.. Dering jam yang berada di atas nakas berbunyi, jam masih menunjukkan pukul 5 pagi. Seorang gadis kecil mulai menggerakkan tubuhnya dan perlahan kelopak itu terbuka. Netra coklat yang indah mulai mengerjap untuk menyesuaikan cahaya. Rasa kantuk yang masih meluap, ia paksakan

