Gerakan yang spontan membuat Nancy tidak bisa berkutik. Kedua matanya membulat sempurna. Benda asing yang secara tiba-tiba menyentuh bibirnya, lembut. Bibir itu bergerak dan sedikit melahap bibir miliknya. Hal itu seakan mencabut kewarasannya, bahkan seluruh organ dalam dirinya berhenti berfungsi. Ya tuhan, ini apa? Diego melepas kecupan yang ia daratkan di bibir Nancy. Ia sedikit khawatir karena Nancy hanya terdiam dengan tubuh kaku. Jujur saja, bibir Nancy sangat manis dan lembut. sangat sayang untuk dilepaskan, tapi ia juga takut jika Nancy tiba-tiba pingsan karena serangan secara tiba-tiba. Ia melepas pelukkan untuk memastikan jika gadis yang telah ia cicipi bibirnya baik-baik saja. “Apa kau baik-baik saja?” tanya Diego dengan wajah berjarak beberapa senti dari wajah Nancy. Pertanya

