Glowry hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. Jujur, ia sangat ingin sang mama ikut mengantarkan ke London. Tapi lagi lagi ia harus berpikir ulang dan memaklumi profesi sang mama sebagai seorang atasan. Ia benar-benar dipaksa oleh keadaan. “Tidak masalah mommy. Mommy jaga diri baik-baik,” jawab Glowry berpesan balik. Mereka saling berpelukkan sebelum berpisah, isakkan dari kedua wanita beda usia juga mewarnai suasana. Karena jadwal penerbangan dua jam lagi, Migael mengambil alih Glowry dari pelukan Nancy dan menggiringnya untuk memasuki mobil yang telah bersiap untuk membawa ke bandara. Berat dalam hati ketika melihat anak satu-satunya keluar dari rumah, tetes air mata kian deras mengiringi kepergian Glowry. Setelah melambaikan tangan dan mobil yang di tumpangi Glowry tidak terlihat la

