Diego tersenyum miring melihat Nancy yang pastinya sedang meratapi kebodohannya. Wajahnya yang cemburut terlihat sangat lucu. Bagai bumi dan langit, kakaknya super b******k tapi adiknya polos. Uang, kedudukan, kepandaian yang luar biasa tidak membuat gadis di depannya ini hilang arah. Berbeda dengan para gadis lain yang memiliki hal sama, selama ini yang ia ketahui para wanita selalu menghabiskan uang orang tuanya. Untuk pertama kali juga ia mengagumi seorang gadis dan sialnya adik sahabatnya sendiri. “Sial! Kau Neilh. Selama ini kau memiliki berlian seindah ini.” Maki Diego dalam hati. Diego terus menatap punggung Nancy yang sibuk di dapur. Ia tidak tahu apa yang sedang di perbuat. Baru beberapa hari bertemu Nancy sudah menarik perhatiaanya. Mau mengelak seperti apa lagi, kenyataannya m

