dalam kamar yang luas dan mewah, seorang pria yang berada di sofa menatap ponsel dengan tertawa terbahak. “Apa benar jika aku merindukan dia? Ah, entahlah. Hei, aku akan segera terbang ke Italia. Akan aku mengacaukan lagi harimu.” Diego berbicara pada gambar Nancy. Gambar yang ia ambil diam-diam. Ia menutup ponsel dan menyimpan di atas nakas. Secepatnya ia akan selesaikan semua yang disini, agar ia bisa pergi dengan tenang. Satu minggu telah berlalu... Nancy menatap salju yang turun rintik-rintik. 3 jam ia termenung di depan jendela tanpa melakukan apapun. Ia merapatkan mantel yang kenakan untuk menepis rasa dingin yang masuk ke tubuh. Selama liburan berlangsung tidak ada yang bisa ia lakukan hanya menghabisan waktu di dalam rumah dan pergi mencari makanan sebanyak mungkin. Mengingat

