El,” panggil Nancy sambil mengoyang-goyangkan tubuh Elvrince agar terbangun. “Hm,” jawab Elvrince dengan gumaman. “Bangun! Aku lapar,” rengek Nancy sambil terus mengoyang-goyangkan tubuh Elvrince. Elvrince memaksa kedua mata untuk terbuka tapi rasa kantuk yang luar biasa berat membuat kedua matanya lengket. Ia duduk dengan mata terpejam. “El, buka matamu!” ucap Nancy sambil membuka kelopak mata Elvrince agar mau terbuka. Elvrince menepis tangan Nancy yang terus memainkan kedua kelopak matanya, lalu ia mengucek mata untuk mengusir rasa ngantuk. Perlahan ia membuka mata dan wajah Nancy lah yang pertama kali dilihat karena hanya berjarak beberapa senti saja. Sontak Elvrince memundurkan badannya dengan tatapan ngeri. “Apa kau sudah bangun sekarang?” tanya Nancy dengan binar bahagia. “Na

