Sebagai permintaan maaf, Diego rela melakukan semua hal. Tidak bisa diungkapkan dengan apapun mengapa begini. Ia melakukan juga dengan senang hati. Aneh. Iya begitulah. Biasanya ia hanya meniduri wanita dan meninggalkan begitu saja setelah selesai menuntaskan hasratnya. Tapi kali ini sangat berbeda, jangankan meniduri, memeluk saja wajahnya yang babak belur. Beberapa menit ia menunggu makanan yang disiapkan akhirnya seorang pramugari menyerahkan nampan kepada Diego. Setelah menerima nampan ia membawa kepada Nancy. “Dia sangat tampan.” Bisik salah satu pramugari dan langsung dibekap oleh rekannya yang lain. “Meski dia lebih tampan, aku tidak akan berani menggoda.” Ungkap wanita yang sempat menggoda Diego. “Kenapa?” tanya rekan yang lain serentak. “Dia lebih menyeramkan. Dan dia milik

