Seorang gadis dengan wajah yang terlihat masih mengantuk dan rambut acak-acakan perlahan menuruni tangga. Kedua mata yang hanya terbuka separuh sambil berjalan sempoyongan menuju ruang tengah. Sesampainya di ruang tengah, ia membanting tubuhnya kembali di sofa untuk melanjutkan tidur. Gadis itu bahkan tidak menyadari jika ada orang lain di ruangan yang sama. Atau lebih tepatnya tepat di seberang sofa yang terhalang meja kaca besar. Gadis itu tidak lain ialah Nancy. Entah berapa jam Nancy tidur hingga seluruh tubuhnya terasa remuk redam. Seingatnya ia tidur di pesawat dan terbangun sudah berada di kamar. “Tidak inginkah kau bangun, putri tidur” seru seorang pria yang duduk di sofa sambil menikmati camilan. “Diam kau! Semua gara-gara kau.” Maki Nancy tanpa membuka mata. “Aku tidak melak

