Sembari memapah wanita itu,kedua mata Nancy menyensor ke segala arah. Ia juga harus mempercepat langkah agar segera sampai di mobil. Bagian tubuh Nancy yang tidak tertutup kain penuh dengan garis merah, tapi ia tidak peduli. Terpenting baginya saat ini ialah segera membawa wanita ini ke rumah sakit. Susah payah dan penuh perjuangan menembus ilalang, akhirnya ia sampai di mobil. Ia bisa saja melewati jalan setapak yang lebih dekat dengan jalan besar, tapi resiko terlalu tinggi. Bisa saja para preman itu bersembunyi dan menyergap dirinya, jadi akan lebih baik menembus padang ilalang. “Hei! Berhenti kau. Gadis sialan!” teriak seorang pria dengan sebelah kaki pincang. Nancy yang siap membuka pintu mobil terkesiap. Ia segera membuka pintu itu dengan cepat lalu mendorong wanita dalam rangkulan

