#37: KATA MAAF

1548 Kata

Buk-buk-buk! Tiga kali tinju menghantam tubuh Abytra. Pipi sekali dan perut dua kali. Rasanya luar biasa sakit. Abytra merunduk, terbatuk-batuk sambil memegang perutnya. Napasnya ikut tersengal-sengal. Namun Abytra sadar ini semua belum setimpal dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Azel. Di sisi lain, Kafka juga tersengal. Napasnya memburu, karena emosi yang membludak. Dari tadi ia mati-matian menekan kemarahannya. Setelah Azel ditangani oleh dokter, cowok itu membawa Abytra ke tempat sepi dan menghajarnya. "Hanya segini?" tanya Abytra dengan bibir meringis. Sudut bibirnya yang pecah mulai membengkak. "Berengsek!" Pertanyaan itu ternyata memancing kemarahan Kafka lagi. Padahal tangan cowok itu sudah sakit karena meninju Abytra bertubi-tubi. Tapi, ia tidak peduli dengan rasa sakit it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN