Keesokan harinya, Qiila dan Albert bersiap untuk pulang, hari ini Qiila boleh pulang. "anterin aku ke rumah Nenekku" pintanya, setelah semalam ia tahu dirinya berada di rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga meminta Albert untuk tidak mengabari keadaanya ke suaminya juga keluarga besarnya. Ponselnya ia biarkan begitu saja, tanpa mengaktivkannya. Albert dengan telaten menuntun Qiila menuju mobilnya, ia pun ingin mengubur janinnya di pemakaman umum neneknya. Kondisi Qiila masih lemah,,akhirnya ia memakai kursi roda. 1 jam kemudian ia sampai diperumahan elite Yogyakarta. Sebab macet membuat perjalanan menjadi lama. "Assalamu'alaikum , Nek?" sapa Qiila, neneknya sedang duduk didepan teras, "looch loch kok kamu, nduk?" tanya Neneknya,Qiila menyalani neneknya dan kemudian m

