Setelah merapikan rambutnya,,dan mencukur kumis beserta brewoknya,,Qiila mengajak Rizky ke makam bayinya. Cuaca Yogyakarta yang panas,,membuat kepala Qiila sedikit pening,,namun ia abaikan. Diatas makam itu Rizky menangis,,merasa sangat bersalah, kehamilan yang dinantikan, hampir 1 tahun, Seakan sia sia,,namun penyesalan tidak akan mampu membalikan keadaan. "Muhammad Alfarizqia" nama yang bagus,,ucap Rizky. ia menyeka airmata yang hampir jatuh, "kau kelak akan menjadi tabungan untuk Papa juga Mama" ucap rizky. Selesai berdoa, mereka kembali pulang. "sayang,,mumpung masih di Yogya,,kita jalan jalan yuk?" ajak Rizky,,saat ia sampai diparkiran area pemakaman umum. Qiila hanya mengangguk. Rizky merangkul pundak Qiila,,lalu mengcup pipinya,,1 bulan tidak berjumpa,,membuat dirinya ingin

