Clara celingukan, ia melihat Rasya, penyamarannya terbongkar, Rasya melepas jaket dan kacamata hitamnya, sepertinya Rasya baru sampai, Clara merasa aman, karena ia tidak melihat dirinya bertemu dengan Kelvin. Clara menuju toilet saat Rasya masuk ke dalam kafe. Lalu ia pergi lewat pintu lain. Sepeda motornya kembali melesat ke jalanan, "Kenapa nasib gue seperti ini sich?" keluhnya, "gue kira Kembali dekat dengan Rehan bakal bikin gue bahagia, namun ternyata, bikin gue sengsara.. sakit sekali rasanya" keluhnya, "Woy, jalan pakai mata..!!" bentak seseorang, Clara yang melamun, hampir saja menabrak penyeberang jalan, ia tidak menyadari, jika ada lampu merah. Ia pun berhenti mendadak. Pikirannya yang kacau membuat dirinya tidak konsentrasi sama sekali. Rasanya ia ingin menangis, menumpahk

