Washington .D.C. Rehan PoV Tengah malam aku di bangunkan, dalam keadaan mata di tutup kain hitam dan tangan di ikat. Aku hanya mendengar suara bariton dari Pak Alex, ia yang mengarahkan jalanku, aku menaiki mobil, lalu mobil berjalan dengan kecepatan sedang lalu kecepatan itu bertambah kencang, hawa dingin yang aku rasa, aku tidak tahu pasti akan di bawa ke mana, entah berapa jam perjalanan hingga aku pun tertidur. Ketika aku bangun, matahari sudah nampak, dan aku berada di hutan. Di sampingku ada perbekalan. Bukan makanan, namun sebuah senjata tajam, berupa pistol, pedang, pisau, korek api dan juga sedikit minyak untuk membakar. Dan beberapa baju ganti, yang serba hitam. Di dalam ransel itu hanya ada peta dan juga kompas. Serta pesan singkat yang tertulis "Pergunakan senjata se

