Bangun dari Koma

1001 Kata

Tubuhku berguncang karena sebisa mungkin menahan tangisku supaya tidak pecah. "Maafkan aku Albert," Bathinku. Tidak menyangka cintanya lebih besar kepadaku ketimbang cintaku padanya. Seorang menepuk pundakku dari belakang, aku menoleh, aku melihat Rizky, matanya sembab ada sisa air mata di sana. "Maafkan aku, aku rela melepaskanmu. Kembalilah ke sisi Albert." Ucapnya, ia menggenggam kedua tanganku. Aku menggeleng. Aku peluk Rizky dengan erat. Rizky membalas pelukanku. Aku tidak dapat berkata apapun. Hanya aku merasakan kenyamanan di pelukannya. "Cintanya terlalu dalam kepadamu, aku nggak tega dia sakit hati Seperti itu." Lanjutnya lagi. "Pernikahan bukanlah sebuah mainan, biarkanlah Albert menemukan cintanya kelak. Dan beri aku waktu untuk bisa nerimamu dan mencintaimu," Jawabku, de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN