Rumah Ilham

1172 Kata

Kubuka pintu balkon kamar hotel, hembusan angin pagi membelai wajahku dengan begitu lembutnya. Bintang-bintang masih nampak berkelip di atas langit nan kelabu. Aku masih terbalut mukena, sambil menunggu waktu adzan subuh, aku berdiri memandangi laut pantai Kuta, yang samar-samar terdengar deruan ombak pantai. Memanjakan mata ini. Begitu indah ciptaan Tuhan. Ku pejamkan mata sambil ku tarik nafas dalam-dalam, lalu ku hembuskan secara perlahan. Sungguh udara pagi masih sangat menyegarkan. "Kau menggangguku!" kesalku, saat tiba-tiba Rizky memelukku dari belakang. "Lagi ngapain, Sayang?" tanyanya. Dia mencium pipiku dengan lembut. "Mas. Kamu bisa nggak, tidak menciumku saat sedang berada di luar?" protesku. Sifat manja Rizky, membuatku kadang harus menahan malu, jika tiba-tiba ada orang yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN